Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
pia


__ADS_3

Saat Tiara dan yang lainya sampai di surau, jenajah yang di temukan itu telah di kapanni.


Dan hanya menunggu Datuk maringgih untuk mensholat Kanya.


" Siapa keluarga mayit ini?" Tanya Datuk maringgih pada warga yang ada di dalam surau itu.


" Kami tidak tau Datuk, saat kami menemukan wanita ini dia sudah meninggal dan wajah nya hancur di serang binatang buas" jelas salah satu warga yang menemukan mayit itu.


Mendengar itu, tiara langsung berlari menemui ayah nya, " papa tolong jelaskan pada Tiara, pia sedang ada dimana?" Tanya Tiara langsung saat bertemu dengan ayah nya.


" Kamu dengar baik-baik ya Tiara, papa akan ceritakan apa yang terjadi saat kamu pergi," ucap Gibran sembari menatap kearah langit tapi pikirannya mengigat kejadian yang lalu.


" Di saat kabar pernikahan kamu dan Arya sampai kesini, pia mengamuk dan marah-marah. Dia mengutuk mu dan bahkan dia memecahkan Poto mu dengan ya" ucap Gibran.


Bagai tersambar petir rasanya hati Tiara saat mendegar cerita ayahya, " lalu pia dimana sekarang papa" tanya Tiara dengan air mata yang terus mengalir.


" Papa tidak tau Tiara, pia pergi dengan marah dan dari saat itu dia tidak pernah pulang. Papa sudah mencari nya bahkan sampai kehutan kegelapan, tapi papa tidak bisa menemukanya." Ucap Gibran dengan hati yang merasa bersalah.

__ADS_1


" Apa mungkin jenajah wanita itu" ucapan Tiara terhenti saat dia mengigat jenajah yang di temukan warga, Tiara langsung menangis bersedu -sedu sembari neyalahkan dirinya sendiri.


" Papa tidak tau itu pia, tapi wajah wanita itu sudah tidak bisa dikenali" sahut ayah nya Tiara.


" Ini semua salah Tiara papa, andai Tiara tidak menikah dengan kang Arya. Pia tidak akan pergi meninggalkan kita" Tiara menangis keras Tampa mempedulikan siapapun yang ada didekat nya.


***


" Kakek, aku curiga kalau wanita ini di bunuh oleh hariamau hitam. Karena dari cerita warga yang menemukanya, bekas luka yang ada di tubuh wanita itu menghitam" jelas Arya sembari mengigat perkataan warga yang bicara dengannya.


" Aku juga berpikir seperti itu, jika tebakan Kita benar kita harus secepatnya pargi ke hutan kegelapan" ucap Datuk maringgih sembari menatap Arya.


Saat tengah berjalan menuju rumah, Arya melihat Tiara yang sedang menangis di pelukan ayah nya. Melihat itu Arya berlari mendekat ke arah Tiara dan ayah nya.


" Paman, Tiara kenapa?" Tanya Arya yang bingung melihat istrinya yang sedang menangis.


" Tiara, dia menyalahkan dirinya atas kepergian pia, tapi aku tau itu bukan salah putriku" ucap Gibran sembari memandangi Tiara yang masih menangis.

__ADS_1


" Kamu tenang saja dek, aku akan mencari keberadaan pia, dan jika kamu berpikir mayat itu adalah pia kamu salah, keluarganya sudah datang dia dari desa sebelah." Jelas Arya pada Tiara, mendengar itu Tiara menarik napas lega karena sahabat nya masih hidup.


Setelah hari yang melelahkan, mereka semua kembali kerumah Datuk maringgih. Karena Datuk maringgih dan Datuk Alang merencanakan keberangkatan mereka berempat ke hutan kegelapan mencari tempat raja kegelapan.


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, kini mereka tengah berpamitan untuk berangkat.


" Sayang ibu akan menuggu kepulangan kamu, walau itu dengan waktu yang lama" ucap sarla sembari memeluk Tiara degan air mata yang bercucuran melepas keberangkatan anak dan menantunya.


" Aku janji mama,walau aku tidak bisa pulang. Tapi aku akan pastikan saudara kita dan ibu mertuaku akan pulang degan selamat, jika aku tidak bisa pulang tolong mama Jagan pernah menangis atas kepergian ku." Jelas Tiara pada ibunya sehingga membuat ibunya semakin sedih melepas putrinya.


Perkataan Tiara hanya dapat anggukan dari ibunya.


" Arya aku serahkan tanggung jawab putriku padamu, tolong kamu jaga dia" ucap Gibran sembari memeluk Arya.


" Baik ayah, aku akan menjaga Tiara. Tidak ada bahanya yang akan datang padanya semasih aku hidup." Ucap Arya meyakinkan ayah nya Tiara.


Setelah berpamitan mereka berempat kembali menjadi harimau dan pergi meninggalkan desa harimau, sarla dan Gibran hanya bisa melihat kepergian orang yang mereka sanyangi untuk membebaskan saudara mereka.

__ADS_1


Jagan lupa tinggalkan jejak komentar dan like nya teman-teman, biar author nya semangat Jagan lupa kasih vote nya mumpung hari Senen,😁🙏🙏


__ADS_2