Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
kepulagan tiara


__ADS_3

"Aku tidak ingat apapun lagi Datuk, setelah kejadian itu " ucap arya pada Datuk alang .


" Terus bagaimana dengan kamu tiara , kenapa kamu bisa terluka seperti ini ! dan diamana kamu menemukan arya ..? ". Tanya Datuk maringih ,pertayaan nya seperti seseorang meintrogasi pencuri, " saat aku dan pia berpencar di hutan , aku melihat gubuk tua Datuk , jadi aku mengecek gubuk itu karena aku merasa arya ada di gubuk itu. Dan benar saja aku melihat arya di ikat dan dia dalam keadaan tidak sadar Datuk, jadi saat kami mau pergi , ada tiga laki-laki berjubah hitam yang manghadang kami berdua . Saat aku hendak membela diri aku terhempas dan aku tidak ingat apapun lagi Datuk.". Jelas tiara sembari mengigat kejadian menimpa ya .


" Jadi tiara adalah harimau besar yang aku lihat tadi ! " ucap pia yang terkejut kalau teryata teman nya adalah manusia harimau, " iya itu adalah tiara"


sahut Datuk maringih.


" Datuk, apa boleh saya pulang dulu ke rumah saya yang ada di kota , setelah latihan ini selesai..?". Tanya tiara yang sedikit ragu karena takut peemintaan nya akan di tolak, " itu semua keputusan kamu nak tiara, Datuk tidak berhak melarang keinginan kamu."


Sahut taduk maringih dengan nada sedu.


" Datuk sanya hanya pulang sebentar Datuk , saya hanya ingin minta penjelasan tentang jati diri saya pada ibumu , jika Datuk mengizinkan bolehkah saya ajak arya ke kota bersama saya Datuk..?" tanya tiara sembari menoleh kearah arya .


Arya, Datuk alang dan pia hanya terdiam membisu mendengarkan pembicaraan Datuk maringih dan tiara .


" Kamu tanyakan saja pada orang nya langsung nak tiara , saya mengizinkan arya pergi jika dia mau" sahut Datuk maringih sembari menatap arya .

__ADS_1


" Bagaimana arya , apa kamu mau ikut bersamaku pulang sebentar ke rumah ku ...?". Tanya tiara pada arya yang langsung tatapannya menuju kakek nya.


" Tidak papa arya jika memang kamu mau , kakek tidak melarang," ucap Datuk maringih seakan tau tatapan cucunya itu untuk meminta izin padanya.


" Iya sanya mau ikut , tapi kamu harus berjanji jika kamu akan kesini lagi dan membantu kami melawan raja kegelapan". Sahut arya dengan sedikit ragu didalam tatapannya, " aku janji kita hanya dua minggu di sana , Setelah itu kita akan pulang kesini lagi untuk membebaskan ibumu" sahut tiara dengan senyum yang mengambang di bibirnya .


Datuk maringih dan Datuk alang terseyum bahagia mendegar janji yang di ucapkan tiara terhadap arya , tapi pia terseyum bukan karena janji tiara tetapi karena arya akan ikut pergi bersama nya .


Hari itu begitu bahagia bagi mereka , hari dan bulan pun berlalu kini sudah genap dua bulan tiara , Arya dan pia latihan mereka sudah begitu cepat mempelajari Setiap ilmu yang di ajarkan Datuk maringgih dan Datuk Alang. Hari ini hari terakhir mereka di sana dan akan pulang ke desa harimau.


" Alang terimakasih karena kamu sudah mengajari tiga cucuku ini ilmu Kanuragan , dan kami juga harus pamit dulu, nanti saat bulan purnama ke dua datang, kita akan bertemu lagi di sini " . Ucap Datuk maringgih sembari memeluk kawan lama nya itu degan raut yang begitu sedih terpampang di wajah nya, " kamu tidak perlu berterima kasih mang , aku juga sudah anggap mereka seperti cucuku sendiri ". Sahut Datuk Alang dengan wajah tak kurang sedih dari sahabat nya.


Arya dan pia pun ikut berterimakasih pada Datuk Alang mereka juga mencium punggung tangan Datuk Alang . Setelah selesai berpamitan mereka bertiga pergi meninggalkan Datuk Alang yang masih berdiri didepan rumah nya, melepas kepergian sahabatnya dan juga cucunya.


Arya , Tiara dan Datuk maringgih merubah diri mereka menjadi harimau putih dan pia duduk di atas punggung harimau Arya , mereka berempat pun pergi begitu cepatnya melewati hutan batu telaga dalam waktu satu jam dan terus melompat Tampa istirahat , biasanya waktu yang di tempuh mereka jika berjalan kaki melewati hutan kegelapan dua hari dua malam, ini cuman di tempuh dalam waktu satu hari .


Mereka ber empat pun sudah berada di danau jauh dari hutan kegelapan , Arya , Tiara dan Datuk Alang pun berubah lagi menjadi manusia ,dan memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju rumah Datuk maringgih.Dua jam berlalu kini mereka sudah di depan rumah Datuk maringgih, tapi Tiara dan pia merasa aneh karena setelah di tinggal dua bulan lebih, rumah Datuk maringgih tetap saja bersih seperti setiap hari di bersihka .

__ADS_1


" Datuk apa ada orang yang tinggal di sini selama kita pergi ..? " tanya Tiara dengan mata melihat sekeliling yang tidak ada satu orang pun, " selama kita pergi pak Anto dan juga keluarganya pindah kesini jadi mereka yang bersihkan rumah Datuk ini" sahut Datuk maringgih se akan tau maksud dari pertanyaan Tiara.


"Datuk kok tau kalau Tiara mau tanya tentang siapa yang membersihkan rumah Datuk...?" tanya tiara penasaran , " ya Taulah Datuk kan bisa baca pikiran kamu hahha" Datuk tertawa kecil melihat muka tegang Tiara .


" Datuk cuman bercanda , siapapun pasti akan bertanya jika rumah yang sudah ditinggalkan selama dua bulan lebih tapi tetap bersih, orang lain juga pasti akan berpikiran sama sepertimu." Sahut Datuk maringgih sembari membuka pintu rumah nya yang sudah tidak di kunci.


Mereka bertiga pun menyusul Datuk maringgih yang sudah masuk kedalam rumah duluan, Tiara dan pia yang sudah berada di kamar mereka langsung merentangkan tubuh mereka di atas kasur , karena sudah sangat lelah berjalan satu hari pul Tampa istirahat.


" Tiara kapan kita akan pulang ke kota ?" tanya pia memulai pembicaraan , " besok kita akan berangkat dan aku juga sudah kasih tahu Arya dan Datuk maringgih juga sudah kasih izin" sahut Tiara sembari bangkit dan duduk di samping pia .


" Kita saat pulangan nanti , kita singgah nya di rumah nenek ku sebab aku sudah kangen banget sama nenek " ucap pia sembari menatap ke arah jendela kamar mereka , " sudah pasti itu pia " sahut Tiara sambil mencubit pipi pia dan berlari keluar kamar.


Tak terasa suara azan Maghrib sudah terdengar dari ruamah Datuk maringgih , mereka berempat segera bergegas menuju musholah untuk melaksanakan sholat Maghrib, setelah selesai mereka memutuskan untuk langsung pulang karena sudah merasakan sangat letih karena perjalanan panjang yang mereka lalui.


Saat di perjalanan pulang sebuat cahaya merah datang dan melesat ke arah Tiara , Tiara yang tak sempat mengelak terkena sedikit di bagian dadanya ,Tampa mereka sadari serangan itu bertubi-tubi datang menghampiri mereka berempat.


bersambung***

__ADS_1


Jagan lupa tinggalkan jejanya jika kalian meyukai ceritaya 😊🙏.


__ADS_2