Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
pusaka


__ADS_3

Malam ini adalah malam pengantin Arya dan Tiara, Tiara yang sudah berada di kamarnya merasa sangat gugup, napasnya terasa sangat berat memikirkan apa yang terjadi malam ini. Suara ketukan pintu,tok ..tok..tok.., mendengar itu Tiara merasa sangat gelisah dan berpikir harus bagaimana menghadapi Arya.


Karena terlalu gugup Tiara memutuskan untuk pura-pura tidur, karena tidak ada yang membukakan pintu kamar, Arya langsung masuk kedalam kamar nya dan Tiara.


Kreeeeek suara pintu yang terbuka, melihat Tiara yang sudah tertidur, Arya hanya bisa terseyum karena dia juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Tiara, perasaan gugup dan malu. Perlahan Arya mendekati Tiara yang sudah tertidur miring kesebelah kiri, jantung tiara sudah mulai terasa berdetup begitu kencang saat arya duduk di samping nya, " dek kamu sudah tidur" ucap arya pada tiara sembari mengelus wajah Tiara. Mendapat panggilan seperti itu wajah Tiara mulai memerah karena malu, namun dia tetap diam dan melanjutkan pura-pura tidurnya, " aku tau kamu belum tidur. Kamu pasti tidak suka ya karena harus menikah dengan orang yang kamu tidak cintai." Ucap arya dengan lirih pada tiara yang masih memejamkan matanya.


Mendegar perkataan arya, tersontak Tiara Bagun dari tidur nya dan ikut duduk bersama Arya, "tidak seperti itu, aku hanya merasa gugup dan malu, aku senang kok bisa menikah dengan kamu" sahut Tiara dengan wajah tertunduk malu dan senyum terukir di wajahnya.


" Kamu bisa panggil aku dengan sebutan mas atau akang, dek sebenarya aku juga sudah lama suka sama adek. Tapi aku tidak bisa ungkapkan secara langsung, karena agama kita melarang yang namanya berhubungan sebelum menikah.


Kamu mengerti kan maksut akang," jelas Arya pada Tiara yang hanya terdiam mendengarkan ucapan Arya.


"Aku paham kang, tapi aku juga takut kalau pernikahan kita ini akan membuat pia sakit hati, karena dia sangat mencintai kamu kang" sahut Tiara dengan lembut pada suaminya. " Tapi mau bagaimanapun kita sudah menikah dek, dan pernikahan kita ini adalah takdir yang tidak bisa kita lakukan sesuai kemauan kita dek, ini adalah pernikhan ikatan suci dek." Ucapa Arya menatap kearah Tiara.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaksa mu, jika kamu memang belum siap menerima aku menjadi suamimu, aku akan selalu menunggumu Tiara, karena aku sangat mencintaimu," ucap arya dengan terseyum kearah Tiara.


Tiara hanya terdiam membisu, dia tidak menjawab perkataan Arya, dia hanya melihat Arya yang sudah berbaring di samping nya sembari bergumam dalam hatinya," maaf kan aku kang, aku belum bisa buat kamu bahagia tapi setelah pia menerima pernikahan kita, aku janji aku akan memberikan hidupku untukmu" gumam pia dalam hatiya. Tampa dia sadari air matanya menetes mengenai tangan Arya.


Arya yang merasakan terkena tetesan air, dia paham kalau itu adalah air mata Tiara tapi dia tetap pura-pura tidur agar tidak membuat Tiara malu.


Pagi pun telah tiba, Arya dan Tiara yang sudah dari tadi bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat pusaka itu, sedang menuggu kedatangan


Tak berapa lama, akhirya kedua Datuk itu keluar sembari mbawa buntalan di punggungnya. "Kakek apa kita akan berjalan kaki atau pergi dalam wujud harimau" tanya Arya pada kakeknya.


"Kita akan berjalan kaki dan kita juga tidak boleh pergi dalam wujud harimau, karena penuggu pusaka itu tidak suka dengan wujud harimau" jelas Datuk Alang pada Arya.


"Ayok kita berangkat, takut nya nanti kita kemalaman di jalan." ucap Datuk Alang, sembari melangkah memimpin perjalanan mereka.

__ADS_1


Berjam jam mereka berempat berjalan, melewati hutan yang sepenuhya terdapat pohon bambu, kini waktu jukhur sudah tiba mereka berempat singgah hanya untuk melaksanakan sholat juhur dan mengisi perut mereka.


Setelah itu perjalanan pun langsung di lanjutkan, empat jam berlalu kini mereka berempat sudah melewati hutan bambu sepenuhya, dan hanya pepohonan beribun yang terpampang dihadapan mereka.


"Datuk emang pusaka yang kita datangi sekarang ini bentuk nya seperti apasih datuk,?" tanya Arya pada Datuk Alang. " Nak Arya, Datuk tidak bisa jelaskan di sini nak karena ada bayak mata yang sedang memperhatikan kita," jelas Datuk Alang pada Arya.


Mendengar itu Arya hanya terdiam dan tidak bertanya lagi, tak berapa lama mereka berempat pun sampai di bawah pohon beringin yang sangat besar, " ini tempatnya, kalian bertiga tolong mundur sebentar" ucap Datuk Alang sembari duduk bersila dan memainkan tasbih yang dia gengam kemanapun dia pergi.


Tak selang berapa lama, sebuah gerbang muncul di balik pohon beringin itu, Datuk Alang berdiri dari posisi duduk nya sembari menghampiri Arya,Tiara dan Datuk maringgih yang gak jauh di belakangnya .


"Ayok kita masuk nanti didalam aku akan jelaskan semuanya" ucap Datuk Alang pada mereka bertiga.


Jagan lupa tinggalkan jejak nya teman- teman dan komentar nya kalau mau lanjut 😁 biar author nya semangat buat up lagi dan tinggal kan juga vote ya teman-teman yang baik hati 😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2