Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
hari keberangkatan


__ADS_3

Serangan itu terus saja datang menghampiri mereka ber empat, " Datuk tunggu di sini biar aku dan tiara yang melawan orang itu," teriak arya sembari berlari menuju tempat datang nya serangan tersebut.


" Pia kau jaga Datuk aku akan menyusul arya, " ucap tiara pada pia yang sedang menghadang serangan yang datang . " Tapi tiara kau sedang terluka ,sebaiknya kau saja yang di sini " usul pia karena hawatir melihat luka teman nya itu, tampa mendengarkan nasehat pia tiara malah berubah menjadi harimau putih dan melompat pergi meyusul arya.


Disaat mereka berdua sampai di tempat datang nya serangan itu, tiara dan arya tidak bisa menemukan siapapun di Situ , " arya tidak ada orang disini , terus dari mana datang nya bola-bola api yang menyerang kita tadi?". Ucap tiara sembari melihat-lihat sekeliling tempat tersebut.


" Aku juga tidak tau tiara, sebaiknya sebelum kita berangkat besok ke kota ,lebih baik kita buat perlindungan dulu di desa ini ", usul arya sembari menghampiri tempat tiara berdiri.


" Baiklah, lebih baik kita tinggal kan tempat ini ." Setelah mengatakan itu mereka berdua berubah lagi menjadi harimau dan berlari meniggalkan tempat tersebut, di saat mereka sudah menjauh dari tempat itu, seekor Ular besar dan tiga orang berjubah hitam keluar dari persembuyian mereka sembari menatap kepergian arya dan tiara.


Sesampai nya di tempat Datuk dan pia menunggu mereka berdua " , bagaimana arya ! apa kamu tau siapa yang meyerang kita ?" tanya Datuk maringih sembari menatap ke arah arya dan tiara yang sudah berdiri didepan nya.


" Tidak kakek aku dan tiara tidak melihat siapapun di sana " , sahut arya " ya sudah ayok kita pulang agar kalian bertiga bisa berkemas untuk keberangkatan kalian besok" , ucap Datuk maringih sembari berjalan menuju rumah nya.

__ADS_1


Sesampai di rumah Datuk , mereka berempat duduk di ruang tengah sekedar bercanda dan bercerita tentang pengalaman mereka saat melakukan latihan di tempat Datuk alang.


" Kakek, aku dan tiara berniat untuk memasang pelindung di desa kita ini , agar saat aku pergi tidak ada yang menganggu penduduk di desa ini " ,usul arya pada Datuk maringih yang tengah menghisap rokok di sela jarinya ." Teserah kamu saja arya , nanti kakek bantu kalian untuk membuat pagar di sekeliling desa kita" ,sahut Datuk maringih sembari menyalakan rokok yang apinya sudah padam .


" Baik kek , kalo begitu arya permisi duluan , mau kekamar sebentar sebelum kita pergi ke musholah untuk sholat isya" ucap arya sembari Pamit meniggal kan tiara , pia dan Datuk maringih yang masih duduk di ruang tengah.


" Datuk aku dan pia juga mau kekamar dulu Datuk "


ucap tiara yang di beri anggukan dari Datuk maringih, setelah beberapa lama sholat isya pun selesai di laksanakan dan mereka sudah berada di kamar masing- masing.


Tok tok tok ..... suara ketukan pintu kamar tiara dan pia " tiara , pia bangun nak ,apa kalian tidak sholat subuh?, teriak Datuk dari luar kamar mereka .Tiara yang terbagun gara-gara suara Datuk, bergegas menuju pintu untuk membuka kan nya.


" Datuk duluan saja , aku dan pia akan sholat di rumah saja Datuk " , sahut tiara pada Datuk maringih yang sudah berdiri didepan kamar mereka.

__ADS_1


" Baiklah Datuk pergi dulu Assalamualaikum" ucap Datuk sembari melangkah meniggal kan tiara yang masih berdiri di depan kamar nya, " waalaikum salam" sahut tiara sesaat Datuk telah pergi .


Jam 7:30 ketiga orang itu sudah bersiap - siap untuk berangkat ke kota , " Datuk kami Pamit dulu dan aku berjanji pada Datuk ,aku akan segera kembali ke sini untuk membantu Datuk melawan raja kegelapan" . Mendegar ucapan tiara ,Datuk merasa lega dan tampa ragu melepas kepergian mereka .


"Kakek, arya juga Pamit untuk pergi , kakek jaga diri kakek di sini , arya akan secepatnya kembali kesini lagi kek ". Ucap arya sembari memeluk kakek nya dengan airmata meluncur terus dari matanya , " kakek akan menunggu kedatangan kalian di sini. Pergilah karena jalan dari desa ini menuju desa sebelah cukup jauh, takut nya kalian nanti kemalaman di jalan" jelas datuk maringih pada arya ,tiara dan pia yang berdiri dengan wajah sedih dihadapan Datuk.


" Sebelum kami pergi aku dan tiara akan membuat pagar di sekeliling desa ini agar kakek dan warga di sini aman " , ucap arya sembari berjalan keluar menuju tepi desa harimau dan di susul tiara dari belakang. Selesai membuat pagar energi , mereka bertiga pun Pamit meninggalkan desa harimau dan di hantar Datuk maringih sampai gerbang desa tersebut.


Arya memeluk kakek nya , tiara dan pia mencium punggung tangan Datuk maringih dan berjalan pergi nenjauh dari desa tersebut. " Arya apa kita akan jalan kaki menuju desa nenek nya pia " Ujar tiara sembari menghentikan langkah arya. Aku dan kamu akan berubah jadi harimau ,dan pia kamu duduk di punggung ku , biar kita cepat sampai di desa bukit tinggi ," sahut arya sembari membungkuk dan dalam sekejab dia berubah jadi harimau putih dan di ikuti oleh tiara .


Setelah pia duduk di punggung arya , mereka berdua pun melompat dan berlari begitu cepat sehingga dalam waktu tiga jam mereka bertiga sudah sampai di depan gerbang desa bukit tinggi .


" Akhirnya kita sampai juga " , ucap pia sembari turun dari punggung arya , arya dan tiara langsung kembali kewujud manusia dan melangkah masuk kedalam desa tersebut.

__ADS_1


" Ayok kita kerumah nenek ku " , ucap pia dan disambut anggukan dari arya dan tiara, tak butuh waktu lama akhirnya mereka bertiga sampai di depan rumah nenek lastri. " Assalamualaikum" ucap pia sembari mengetuk pintu , " waalaikum salam " sahut nenek lastri dari dalam rumah , dan membuka kan pintu untuk mereka bertiga .


Melihat nenek nya ,pia langsung memeluk nenekya itu tanpa aba- aba , " nak kamu ikut mereka " ucap nenek tiara pada arya di hadapanya .


__ADS_2