Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
asal usul tiara


__ADS_3

Setelah lama melepas rindu , ibu Tiara mengajak mereka semua masuk kerumah nya, kini mereka semua sudah duduk diruang tamu rumah Tiara .


" Tiara ini siapa ?.." tanya ibu Tiara sembari menoleh ke arah Arya yang duduk di samping pia ,


"dia Arya ma , dia adalah saudara nya pia " sahut Tiara sembari menatap ke arah Arya.


" Tante aku dan Arya permisi dulu , aku mau kenalkan Arya pada ibuku dan ayahku "ucap pia


" Tunggu pia , aku mau bertanya sesuatu dulu sama mama dan aku ingin kalian ada di sini untuk menjawab pertanyaan ibuku nanti" jelas Tiara sembari menatap kearah ibunya , " ada apa Tiara ? apa yang mau kamu tanyakan sama mama sampai kamu melarang teman kamu untuk pergi ..!" tanya ibunya Tiara yang merasa aneh dengan sikap putrinya .


" Mama ,aku mau mama melihat ini" Tiara mundur ke belakang dan berubah menjadi harimau putih, ibunya Tiara sangat terkejut melihat anak nya menjadi harimau putih, sampai dia jatuh di atas sopa yang ada di belakang nya .


Melihat ibunya yang sok , karena wujud nya Tiara segera berubah kembali menjadi manusia,dan menghampiri ibunya yang tengah menatap kosong ke arah putrinya.

__ADS_1


" Bagaimana bisa kamu mewarisi keturunan kakek kamu , ibu sudah menjauhkan kamu dari mereka semua " ucap ibuk Tiara dengan air mata turun dari pipinya. " Arya ,pia kalian pulang dulu, nanti kita akan membahas ini lagi " , ucap Tiara yang sangat cemas melihat keadaan ibunya.


" Ya sudah aku dan Arya pamit dulu " ucap pia sembari berjalan keluar dari rumah, "assalamualaikum" ucap Arya yang perlahan berjalan mundur , Arya tidak tega meninggalkan Tiara sendiri tapi dia juga ingin bertemu degan saudara ibunya .


Gak berapa lama pia dan Arya sampai dirumah pia ,


tok tok tok....


" assalamualaikum " ucap pia dan Arya serentak terdengar suara perempuan dari dalan yang menjawab salam mereka .


" Nenek sehat buk , ini Arya buk, anak nya ibuk Arini " ucap Tiara sembari menunjuk Arya yang berdiri di belakang nya. " Apa..? kamu anak nya Arini , kamu sudah besar sekali nak ", ibuk nya pia pun langsung memeluk Arya sembari mengelus rambut Arya , saat itu rasa rindu yang bertahun-tahun akhirya bisa terbayar dengan kehadiran anak dari kakak nya .


" Ayok kita masuk dulu , kalian pasti capek " sergah ibu pia sembari mengandeng Arya dan pia masuk kedalam rumahnya, disisi lain Tiara yang masih belum dapat jawaban dari ibunya hanya bisa berdiam diri , sampai ayah ya kembali dari kantor .

__ADS_1


Suara mobil terdegar dari kamar Tiara , Tiara yang sudah tidak sabar ingin mendapat jawaban dari ayahya bergegas berlari keluar dari kamarnya dan menyambut ayahya degan memeluk ayahya .


" Ayah aku kangen banget sama ayah , " ucap Tiara sembari melepas pelukannya , " ayah juga kangen banget sama anak ayah yang manja ini , di mana mama kamu Tiara ..? " tanya ayahnya, karena tidak biasanya ibunya tiara tidak menyambut suaminya saat mendegar suara mobil suaminya .


" Mama ada di kamar , ayah .. Tiara mau bicara sama ayah dan mama , tapi ayah temuin mama dulu di kamar " ucap Tiara .


" Yasudah ayah mau mandi dan melihat mama dulu nanti kita bica oke " sahut ayah ya Tiara degan nengelus pelan rambut Tiara ," iya aku kekamar dulu " ucap Tiara .


Ayah nya Tiara langsung masuk ke kamarnya dan dia melihat istrinya yang sedang duduk dengan wajah cemas , " ma.... , mama kenapa..? apa ada masalah ! " ucap ayah Tiara sembari mendekat ke arah istrinya , mendengar suara suamiya sarla langsung memeluk suaminya dengan Isak tangis.


" Mas tiara mas tiara. ..." ucap sarla yang masih dalam pelukan suaminya " kenapa dengan tiara mah , dia tadi kelihatan senang saat menyambut papa pulang ". Sahut gibran dengan menatap mata istrinya yang sedang menangis.


" Tiara telah menjadi manusia harimau , sama seperti kamu " ucap sarla dengan membelakangi suaminya , " apa.....?" ucap Gibran dengan wajah yang beransur pucat mendengar pertanyaan istrinya .

__ADS_1


Jagan lupa tinggalkan jejak nya taman2 dan komentar ya juga 😁😁😊 biar aku tau yang mana harus diperbaiki


__ADS_2