Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
hari keberangkatan


__ADS_3

Setelah selesai membicarakan tentang keberangkatan mereka , Datuk maringgih dan tiga Cucuya itu pun masuk kedalam rumah untuk mempersiapkan perjalan mereka bertiga, " kakek apa tidak akan bahaya jika tiara pergi kesana "? tanya arya yang takut akan di incar harimau hitam lagi.


" Tidak, arya karena Datuk sudah memberikan kalung Datuk kepada Tiara. Selama kalung itu berada di leher Tiara harimau hitam tak akan berani mendekati Tiara", jawab Datuk sembari meninggalkan Arya yang masih berdiri di ruang tengah, di dalam kamar Tiara dan pia saling berbicara mengenai perjalanan mereka, pia takut kalau mereka akan kenapa-kenapa di jalan apalagi Tiara memiliki kekuatan yang diincar oleh raja kegelapan.


"Kau tidak perlu takut pia, Arya ada bersama kita dan lagi pulang aku sudah memakai kalung pemberian Datuk maringgih , jadi harimau hitam tak akan berani mendekatiku " sembari mengemas pakaiannya ke dalam tas, di sisi lain ada sosok yang memperhatikan mereka.


"Baiklah Tiara aku hanya takut kalau kamu kenapa-kenapa mendengar perkataanmu aku sedikit lega dan tidak khawatir tentang dirimu".


Setelah setelah selesai berkemas ,Tiara dan pia pun keluar dari kamar dan menemui Datuk maringgih yang duduk di ruang tengah bersama Arya, "Datuk apakah perjalanan ini akan membuahkan hasil? dan apakah aku aku bisa mengalahkan raja kegelapan...?",


tanya Tiara sembari menatap wajah Datuk, "jika kamu bersungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil nak Tiara" jawab Datuk sembari membakar rokok yang ada di tangan.


Tak terasa waktu salat ashar sudah tiba suara kumandang adzan sudah terdengar ,Tiara ,pia Datuk dan Arya yang bergegas menuju musholah untuk melaksanakan salat asar, setelah selesai salat ashar mereka pun berjalan pulang menuju rumah Datuk dan tiba-tiba di tengah perjalanan mereka diserang oleh harimau hitam lagi.

__ADS_1


"Tiara, pia kalian mundur dulu biar datuk dan Arya yang menghadapi harimau ini, " mendengar hal itu pia dan Tiara pun segera mundur dan menjauh dari tempat perkelahian itu. " Arya ayo kita selesaikan hari ini "ucap Datuk sembari merubah diri menjadi harimau putih.


"Baik Datuk kali ini aku tak akan membiarkan harimau biad** ini lepas dari cengkraman ku, aku akan balas kan dendam ibu Ku. "Ucap Arya sembari merubah diri menjadi harimau putih juga,.


Perkelahian pun terjadi harimau hitam yang merasa kewalahan melawan datuk dan Arya segera melarikan diri , namun karena tenaga harimau hitam yang sudah terkuras habis membuat dia terpaksa menyerahkan diri pada datuk dan arya.


" Dimana ibuku kalian Sandra harimau hitam, kalau kau tak mengatakan tentang keberadaan ibuku aku akan membunuhmu hari ini juga "ucap arya sembari memegang leher harimau hitam yang sudah tergeletak tak berdaya di hadapannya. Melihat hal itu Datuk segera menenangkan cucunya itu agar tidak berbuat gegabah.


" Arya kamu yang tenang kamu tidak boleh berbuat gegabah seperti ini , kita bukan seperti mereka yang langsung menghabisi lawannya yang sudah tidak berdaya ". Ucap Datuk sembari mengelus punggung Arya yang sedang marah, "tidak Datuk mereka telah memenjarakan ibuku dan harimau lainnya mereka tidak pantas dikasihani "ucap Arya dengan air mata yang menetes membasahi pipinya.


" Tiara, pia cepat kemari keadaan sudah aman, kalian bawa Arya pulang ke rumah aku yang akan mengurus harimau hitam ini ," ucap Datuk sembari membawa harimau hitam itu pergi menjauh dari mereka.


Melihat Arya yang sedang menangis Tiara langsung memegang pundak Arya. "kau tenang saja Arya aku pasti akan membantumu membalaskan dendam ibumu, dan membebaskan ibumu dari kurungan raja kegelapan itu janjiku padamu Arya, "ucap Tiara sembari membantu Arya untuk berdiri dari posisi tersungkur.

__ADS_1


Arya ,Tiara Dan pia pun perjalanan pulang menuju ke rumah Datuk, sesampainya di rumah datuk Arya langsung berlari menuju kamarnya dan meninggalkan Tiara dan pia yang masih berdiri di ruang tengah.


" Aku tidak tega melihat keadaan Arya seperti ini "ucap pia kepada Tiara ,"aku juga pia , aku berjanji aku akan membantu Arya sebisaku walau itu harus taruhannya nyawaku sendiri ",setelah mengatakan semua itu dua sahabat itu pun langsung memasuki kamarnya dan mempersiapkan barang untuk keperluan mereka ,dalam perjalanan besok menuju hutan batu telaga.


Hari yang di tunggu pun tiba , terlihat Tiara ,pia dan Arya pun sudah berada diruang tengah bersama Datuk maringgih, "Datuk aku sudah siap, jadi kami akan berangkat hari ini tolong restui kami agar kami berhasil sampai ke tujuan dengan selamat. "Ucap Tiara sembari meyalami punggung tangan Datuk , "aku selalu mendoakan kalian cucu-cucuku , Tiara, Pia kalian tidak bermasalahkan jika aku menganggap kalian seperti cucuKu sendiri " . Mendengar hal itu Tiara dan pia tersenyum lepas", tidak Datuk bahkan aku sangat senang datuk , karena Datuk menganggapku seperti cucu sendiri "ucap pia sembari menyalami punggung tangan datuk.


" Kami berangkat dulu, kakek doakan kami agar berhasil sampai tujuan "ucap Arya dengan memeluk kakeknya.Setelah selesai berpamitan Datuk maringgih pun mengantar tiga orang itu sampai ke teras rumahnya ,dan melepas kepergian cucunya itu walau air mata membasahi pipinya, ia berusaha tegar agar tidak terlihat lemah dihadapan cucunya.


"Arya Tiara Dan pia pun berjalan mengikuti arah matahari , setelah satu jam perjalanan mereka sampai di tepi hutan raja kegelapan , Karena untuk menuju hutan batu telaga , mereka bertiga harus bisa melewati hutan raja kegelapan tersebut , entah bahaya apa yang sedang menunggu mereka di depan sana ,tapi mereka tetap melanjutkan perjalanan tanpa sedikitpun ragu.


" Tiara pia aku harap kalian tidak takut melewati hutan ini , karena ini satu-satunya jalan menuju hutan batu telaga "ucap arya sembari menoleh kedua sahabatnya itu,"kau tidak perlu khawatir Arya , kami berdua sudah bertekad jadi kami tidak akan mundur sebelum berperang " , ucap pia walau dalam hatinya sedikit merasa takut melihat hutan tersebut.


Mendengar hal itu Arya pun tersenyum lepas kepada Tiara dan pia, dia sangat bangga bisa memiliki teman sebaik mereka, "terima kasih pia dan Tiara, kalian berdua memang sangat baik makanya Datuk menganggap sekalian seperti cucunya sendiri ,aku benar-benar bangga melihat keberanian kalian berdua ".

__ADS_1


" Ayok kita berangkat nanti keburu malam , sebab kalau malam susah melewati hutan ini " ucap Arya dan bergegas masuk kedalam hutan tersebut, mereka bertiga pun jalan memasuki hutan kegelapan tanpa merasa letih mereka terus berjalan . Dan hanya berhenti ketika memasuki waktu salat dzuhur dan salat ashar setelah itu mereka akan tetap berjalan karena Arya takut jika sudah malam akan sangat sulit melewati hutan kegelapan tersebut.


__ADS_2