
*Pegumuman*
Teman-teman ini adalah episode terakhir kekasih manusia harimau , dan terima kasih bagi teman-teman yang sudah baca novel kekasih manusia harimau. Karena tanpa ada kalian novel ini hanya akan menjadi sebuah tulisan.
Dan Jagan lupa mamfir juga di novel terbaru aku tasbih-tasbih cinta, dan satu lagi pembalasan dendam sang tuan muda,ππππterimakasih sekali lagi.
*******
Disaat energi dari kalung itu masuk ketubuh tiara, tubuh tiara mulai kejang-kejang, arya yang melihat itu sangat hawatir melihat keadaan istrinya.
" Kakek, apa tiara akan baik-baik saja. Lihat kakek tubuh tiara kejang-kejang" ucap arya degan air mata yang masih terus mengalir.
" Kamu tenang saja arya, itu adalah cara kerja dari kalung itu, tiara akan baik-baik saja" jelas Datuk alang.
Sementara itu, Datuk maringih dan ibunya arya hanya bisa berdoa untuk kesembuhan tiara yang saat ini melawan maut nya.
Tak selang berapa lama, kini tubuh tiara mulai normal, dan luka yang ada di dada ya mulai mengering seperti luka yang sudah sembuh.
Perlahan kesadaran tiara berangsur pulih, dia mencoba membuka matanya walau penglihatanya agak kabur karena belum kesadaranya belum pulih sepenuh nya.
__ADS_1
" Kang, aku dimana?" Tanya tiara disaat dia melihat arya yang menunduk di samping nya.
" Dek, kamu sudah sadar. Allhamdulillah" ucap arya langsung mendekap istrinya degan air mata yang berlinang.
Semua orang disitu langsung mengucap Allhamdulillah secara bersamaan.
" Arya, kita harus segera keluar dari istana ini, sebelum gerbang nya tertutup untuk selama ya" teriak Datuk maringih yang sedari tadi melihat gerbang tersebut mulai menutup.
" Baik kakek, dek apa kamu bisa berlari? Jika tidak bisa aku akan menggendong mu" tanya arya yang ragu melihat tiara yang masih lemas.
" Aku bisa kang, aku udah baik-baik saja" sahut tiara sembari berdiri dari posisi duduk nya.
Saat sudah jauh dari istana kegelapan, mereka langsung melanjutkan perjalanan tampa istirahat, tiga jam perjalanan. Kini mereka semua sudah ada di tepi hutan kegelapan untuk istirahat, karena tiara masih lemas jadi dia tidak sanggup untuk berlari lagi.
" Kakek, kenapa pintu gerbang istana kegelapan itu tiba-tiba mau tutup?" Tanya arya yang masih bingung degan kejadian tadi.
" Sebenarya, gerbang itu tutup karena kuncinya sudah tidak ada" sahut Datuk alang.
" Maksud kakek?" Tanya tiara.
__ADS_1
" Maksud alang adalah, aku dan alang baru saja mengubur istri dan anak Malik yang jadi tumbal dari ilmu hitam milik Malik, yaitu raja kegelapan.
" Apa? Aku tidak pernah berpikir, dia sekejam itu. Sampai-sampai tega mengorban kan anak istrinya" ucap arya degan begitu marah, mendegar perubatan Malik.
Tiga hari sudah berlalu, kini kondisi tiara sudah benar-benar pulih. Mereka semua sudah merencanakan resefsi pernikahan arya dan tiara.
Tampak rumah Datuk alang begitu banyak orang , mereka semua sibuk mempersiapkan refsesi pernikahan arya dan tiara. Arya dan tiara yang terlihat begitu bahagia, mereka berdua berdiam diri didalam kamar, karena orang tuan mereka melarang mereka berdua keluar dari rumah.
" Dek ada apa? Kenapa kamu begitu murung, ini kan hari bahagia kita?" Tanya arya setelah melihat tiara tiba-tiba murung.
" Aku rindu sama pia kang, andai dia ada disini dia pasti senang degan pernikahan kita," ucap tiara degan nada sedu, air matanya merambat melewati wajah ya yang sedang menunduk.
" Kamu Jagan sedih, pia melihat kita dari atas sana, dia pasti lagi terseyum melihat kamu menangis memikirkan ya" jelas arya sembari memeluk tiara.
****
Hari yang di tunggu semua penduduk desa harimau telah datang degan musnah nya raja kegelapan, semua penduduk desa begitu bahagia meyaksikan pernikahan ulang arya dan tiara.
Mereka telah mengangap arya dan tiara seperti anak mereka sendiri, semua berkumpul dalam sebuah tenda yang siapakan untuk meyambut para tamu yang hadir, tampak Datuk alang, Datuk maringih,ibunya arya dan ayah ibunya tiara berbaris di atas pelaminan bersama arya dan tiara. Mereka bersiap-siap untuk mengabil sebuah poto keluarga, agar cucu mereka kelak kenal siapa kakek nenek nya.
__ADS_1
Tamat sekian terimakasih***πππ