Kekasih Manusia Harimau

Kekasih Manusia Harimau
melepas rindu


__ADS_3

Datuk maringih yang terkejut dengan kedatangan orang tua tiara, berdiri mematung didepan pintu, sembari menatap kedatangan mereka berlima.


"Assalamualaikum" ucap Arya pada kakek nya yang masih tercengang melihat kedatangan orang tuanya Tiara. "Waalaikum salam, eh Arya ayok masuk kedalam" sergah Datuk maringgih.


Mereka semua masuk kedalam rumah Datuk maringgih, tapi Datuk maringgih masih terdiam dan tidak mengatakan apapun pada orang tua Tiara .


" Datuk , kenapa Datuk hanya diam menatap kami berdua?"tanya ayah Tiara yang sedang berdiri dihadapan Datuk maringgih. "Apa ini benaran kalian nak Gibran?,"tanya Datuk maringgih sembari memegang wajah ayah Tiara degan begitu lembut.


"Iya Datuk,ini aku dan sarla. Kami berdua memutuskan untuk kembali kedesa ini lagi,"sahut ayah Tiara yang langsung memeluk Datuk maringgih degan airmata bercucuran dari wajah mereka berdua.


Tidak berapa lama Gibran melepaskan pelukannya dari Datuk maringgih, dan sarla datang mencium punggung tangan Datuk maringgih. Setelah saling melepas rasa rindu yang sudah puluhan tahun tidak bertemu, Datuk maringgih,gibran dan sarla saling bercerita tentang suka duka kehidupan mereka, Arya, Tiara, dan pia hanya bisa terdiam meyaksikan ketiga orang tua itu tengah berbincang .


Suara Azan Maghrib sudah terdengar, mereka semua bersiap-siap untuk berangkat menuju musholah untuk melaksanakan sholat Maghrib.

__ADS_1


Setelah selesai sholat Maghrib, mereka tidak langsung pulang. Tapi ayah dan ibu tiara dan yang lainnya masih didalam musholah. Ayah dan ibu Tiara berbincang-bincang bersama warga desa harimau, mereka memperlakukan kedua orangtua Tiara seperti anak mereka sendiri.


Sholat issha pun selesai dilaksanakan, kini mereka semua sudah berada di kamar masing-masing, karena kamar dirumah Datuk maringgih cuman ada tiga, jadi Arya tidur bareng kakeknya.


Malam ini begitu bahagia bagi mereka semua kecuali pia, karena dia merasa takut kalau perjodohan tiara dan Arya itu akan terjadi, sepanjang malam dia berpikir bagaimana cara membatalkan perjanjian leluhur mereka itu.


Pagi telah datang,semua orang kini telah sibuk menyiapkan makan pagi. "Arya,Datuk,dan masgibran ayok kita sarapan dulu," teriak mama nya Tiara dari dapur. Mendengar itu mereka bertiga langsung berjalan menuju dapur untuk sarapan.


"Aku dan sarla meyerahkan semuanya sama Datuk, kami mengijinkan Tiara pergi bersama datuk." Sahut ayah Tiara Tampa ragu sedikitpun, mendegar itu pia langsung angkat bicara karena dia tidak di ajak untuk pergi bersama mereka."Datuk kenapa aku tidak di ajak, aku juga ingin membantu kalian disana," ucap pia.


" Bukan seperti itu nak pia, Datuk juga ingin mengajak kamu tapi di sana sangat berbahaya bagi manusia, dan desa ini juga tidak ada yang jaga jika semuanya pergi. Makanya saya ingin kamu dan ayahya Tiara menjaga desa ini,sementara aku, Tiara


dan Arya pergi melawan raja kegelapan." jelas Datuk maringgih pada pia.

__ADS_1


Dengan berat hati pia harus merelakan Arya dan Tiara pergi bersama, walau dalam hatinya dia merasa cemburu dengan Tiara. perjalanan mereka pun dimulai, hutan kegelapan yang dulunya mereka tempuh dalam waktu dua hari dua malam,kini hanya membutuhkan waktu tiga jam melewatinya.


Mereka terus berlari dalam beuntuk harimau putih, dan sesekali melompat karena harus melewati jurang. Sudah sepuluh jam perjalanan mereka tempuh kini mereka bertiga sudah berdiri didepan rumah Datuk alang.


"Assalamualaikum"teriak Datuk maringih dari luar rumah Datuk alang, "waalaikum salam" sahut Datuk alang sembari membuka kan pintu rumah nya. " eh mang, kamu ada disini? arya, tiara kok kalian sudah pulang secepat ini?." Tanya Datuk alang yang terkejut akan kehadiran mereka bertiga.


Arya dan tiara mencium punggung tangan Datuk alang, " kakek " ucap tiara sembari memeluk Datuk alang, Datuk alang yang terkejut monoleh kearah Datuk maringih dan di barengi anggukan Datuk maringih. " Iya lang, dia anak gibran dan sarla " ucap Datuk maringih yang Paham akan tatapan Datuk alang.


Setelah tiara melepas pelukanya, air mata mereka berdua bercucuran karena merasa senang, setelah puluhan tahun berpisah akhirnya bisa bertemu dengan cucunya. "Dimana ibumu dan ayahmu tiara?" tanya Datuk alang degan airmata yang masih jatuh dari pipinya, " mereka berdua ada di desa harimau kakek, ayah dan ibu sangat merindukan kakek mereka ingin kakek pulang kedesa harimau" sahut tiara dengan Isak tangis.


Arya dan Datuk maringih hanya bisa terdiam melihat pembicaraan antara cucu dan kakek yang telah lama berpisah, " tiara kakek janji, saat kita bisa membebaskan penduduk dan ibu arya dari kurungan raja kegelapan, kakek akan ikut pulang bersama kalian. Mendengar itu tiara langsung memeluk kakek nya tanpa aba-aba, hari itu begitu bahagia bagi tiara dan Datuk alang, karena bisa bertemu dengan cucunya yang puluhan tahun sudah berpisah.


Jagan lupa tinggalkan jejaknya teman-teman๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2