
sesamapinay gue dan ian ke perusahan beberapa kariawan membungkuk dan menyambut kedatangan gue dan ian.
" selamat datang CEO " ucap lelaki sedikit paruh baya menyambut gue si depan pintu masuk dan karpet merah.
" siapakah anak mais yang disebelah anda pak"tanya nya.
" dia anak saya " jawab gue menggandeng tangan ian.
saat mendengar itu semua orang yang berada di perusahaan itu langsung gempar.
" CEO kita telah mempunyai anak " bisik seorang wanita.
" gue gak sangka kalo CEO muda kita telah mempunyai anak yang umurnya sekitar 5-6 tahun" bisik nya lagi.
gue sedikit tidak nyaman dengan bisikan mereka tapi kalo bicara mereka masih wajar gue cuekin. karena nyatanya ian salah anak gue dan gue telah berjuang kerah untuk membangun perusahaan ini dan mengurus ian sendirian.
gue bersyukurlah ian tumbuh menjadi anak yang baik dan ramah meski tanpa sosok ayah. ( ya walau sikap keras kepala dan sedikit liciknya mirip gue).
" ian kamu pergi ke ruangan ayah bersama paman ini. ayah masih ada rapat.
" baik ayah > < " jawab riang ian menunjukkan senyum manisnya.
"astaga anak CEO manis sekali " semua batin pekerja di sana.
ian berjalan bersama seorang lelaki dan ian bertanya ke pad lelaki bernama dion itu.
" paman apakah ada masalah denagn perusahan ayah '' tanya ian yang berjalan ke arah sofa dan membuka tas yang berisi laptop itu.
" ah. ada sedikit masalah " jawab dion.
" masalah apa ya paman " tanya ian lagi.
" perusahan satya. perusahan mereka menuduh kita melakukan penjiplakan dengan perusahaan mereka " jawab dion.
" kalau gitu saya kembali ke pekerjaan saya dulu ya tuan muda " ucap dion setelah mengucap salam dan berjalan ke arah pintu.
saat dion keluar ruangan itu ian langsung mencari latar belakang perusahaan satya itu. ian meretas semua informasi dari perusahaan satya.
" berani banget mereka menggangu mama. karena mereka menggangu mama. mereka akan tau akibatnya " batin ian dengan senyum liciknya.
beberapa saat kemudian ian menemukan beberapa bukti dan menelpon mamanya.
" tring~. tring~. tring~" suara handphone gue di ruang rapat hening itu.
" kita tunda rapatnya sebentar " ucap gue.
" halo ian ada apa ayah lagi rapat sekarang " ucap gue berjalan keluar ruang rapat itu.
" ma ian telah menemukan beberapa bukti yang menyatakan bahwa perusahaan satya mencuri data perusahaan kita " ucap ian dari telpon itu.
__ADS_1
" APA!!!. anak ayah memang yang terbaik " ucap gue dengan sedikit senyum.
setelah itu gue kembali me ruang rapat itu dan memanggil beberapa orang yang ada di dalam ruangan hening itu.
" rapat kita tunda sampai informasi lebih lanjut. dan kalian ikut saya ke ruang saya " ucap gue menunjuk ke beberapa orang. ( mereka adalah pengacara perusahaan gue jika perusahaan berada dalam masalah hukum ).
" a masalah apa pak. kenapa kita terburu buru " ucap lelaki sedikit paruh baya yang ada di pintu tadi ( namanya pak yantok yang menjadi manager di cabang perusahan gue ini ).
" anak saya menemukan beberapa bukti bahwa perusahaan mencuri data kita dan mereka yang menjiplak barang kita" ucap gue berjalan ke ruangan gue.
sesampainya gue ke tempat ian gue bertanya.
" ian mana bukti yang kamu bilang " tanya gue.
" ini ma...... ayah " ucap ian.
" hampir aja gue manggil mama itu mama di depan semua orang " batin gue.
ian menunjukkan laptopnya yang menunjukan beberapa tulisan dan video cctv perusahaan yang menangkap seorang yang memasuki ruangan perancang busana perusahan gue dan sepertinya dia memfoto beberap buku sketsa yang tergeletak di atas meja. dan ian juga menunjukkan isi chat wanita itu dengan seseorang.
isi chat mereka.
" pak saya telah menemukan sketsa yang akan di buat menjadi pakaian oleh perusahaan osia (perusahan siska)".
"segera kirim foto sketsanya ke saya agar perusahan kita bisa mengeluarkan pakaian ini sebelum perusahaan osia".
di chat mereka wanita itu mengirim beberapa foto sketsa perusahaan kita. gue yang melihat ini semua menyuruh orang untuk memanggil wanita itu.
" CEPAT BAWA WANITA INI KE HADPAN SAYA" teriak gue memenuhi ruangan. saat gue teriak semuanya terkejut termasuk ian.
beberapa saat kemudian wanita itu datang ke hadapan gue.
" ada apa pak CEO memanggil saya" ucapnya menunduk.
gue memasang wajah dingin sambil memegang beberapa lembar kertas.
" nama kamu lidia. kamu lulusan universitas ESMOD jakarta terbaik di indonesia. kamu telah bekerja lebih dari 3 bulan di perusahaan saya. apakah saya benar" ucap dingin gue.
" benar pak" jawabnya sambil menunduk.
" apakah kamu bisa menjelaskan ini " gue melempar beberap lembar kertas ( copy dari semua informasi ian tadi ). lidia mengambil kertas yang gue lempar.
".... " lidia terdiam beberapa saat setelah membaca kertas itu.
"pa....k...ini....bi....sa..saya...jelas....kan" lidia berbicara terbata bata dengan melutut di depan meja gue.
" mau jelaskan apa. penjaga bawa wanita ini ke kantor polisi" ucap gue menelpon penjaga.
" pak dengar dulu penjelasan saya"ucapnya yang diseret penjaga. gue abaikan ucapan lidia. dan memanggil pengacara gue untuk menuntut lagu perusahan satya.
__ADS_1
" kalian urus masalah ini dan tuntut lagi perusahan satya " ucap dingin gue.
ian dan beberapa orang yang ada dalam ruangan itu merasakan aura dingin di sekitar gue yang memenuhi ruangan.
" mama sangat seram saat marah. dari pada gue kena marah mama lebih baik gue pergi dari kantor mama sekalian jalan jalan" batin ian.
" pa ian mau jalan jalan. karena ini pertama kalinya di jakarta" ucap ian sedikit tunduk.
" boleh nati mama telpon supir untuk membawa kamu keliling jakarta " ucap gue masih menatap laptop.
" baik ma~" jawab ian tersenyum riang.
beberapa saat kemudian supir yang di panggil gue datang dan ian pergi bersama supir itu ( namanya tian ).
" pak tian kita mau pergi ke mana "tanya ian.
" apakah tuan muda mau pergi ke taman hiburan " jawab pak tian.
" boleh pak " jawab ian.
beberapa jam kemudian kami sampai ke taman hiburan
" waaaah~. taman hiburan ini sangat indah" ucap ian di depan pagar taman bermain.
karena suasana taman bermain sangat ramai dan ian sangat lincah. tanpa saat ian meninggalkan pak tian jauh di belakang dan saat sadar ian sangat bingung.
" pak tian ayo kita naik biang....." ucap ian melihat ke belakangnya. tapi gak ada pak tian di sana.
sebelum nya.
" tuan muda tunggu bapak" ucap pak tian mengikuti ian.
" tuan muda " suara pak tian semakin jauh dari ian. dan saat seseorang menghalangi pandangan pak tian ian menghilang. pak tian pun cemas an mencari cari ian.
" matilah gue kalo sampai tuan muda hilang. gue akan di pecat sama bos " batin pak tian yang panik.
kembali ke ian.
" pak. pak tian...." ucap ian tanpa melihat jalan.
" brukk" ian menabrak seseorang dan terjatuh di tanah.
" aaawww. maaf ian tidak senga...." ucap ian tetapi sebelum ian menyelesaikan kalimatnya ian di tarik ke suatu tempat.
"apaan sih..." ucap ian melepas tangannya. tetapi ian kembali terkejut saat melihat seseorang yang menariknya ternyata....
jangan lupa vote dan komen ya 🤗
__ADS_1