
saat ian sampai ke rumah sakit ian langsung buru buru ke kamar gue. ian tidak sadar denagn keberadaan sebastian disana. ian langsung berlari ke tempat tidur gue dengan wajah khawatirnya dan memeluk gue dengan erat.
" uhhkkk.... ian kamu terlalu kencang memeluk mana " ucap gue melepas pelukan ian.
" kenapa mama bisa seperti ini?? siapa yang berani membuat mama seperti ini?? " ucap ian memegang wajah gue.
" hm... tadi paman menemukan mama yang lagi di pukul preman " ucap sebastian.
" eh. paman siapa ya " ucap bingung ian melihat sebastian.
" paman ini temanya mama " ucap gue.
" terima kasih paman telah membantu mama " ucap ian membungkuk ke arah sebastian.
" ian mengapa kamu memakai topeng " ucap gue memegang topeng ian.
" tadi ada pentas drama di kelas ian. dan ian menjadi pangerannya mam " ucap ian dengan gembira sambil membuka topengnya.
saat sebastian melihat wajah ian dia terkejut.
" apakah ini kembaran lian yang salden lihat di ruang tes DNA itu " batin sebastian.
" setelah ini gue harus memastikan kebenaran nya " ucap sebastian.
" ma ian lapar " ucap ian memegang perutnya.
" apakah ian ingin paman pesankan makanan " ucap sebastian.
" ian mau makan chicken " ucap riang ian memperlihatkan gigi kelincinya.
" baik lah akan paman pesankan. siska apakah lo ingin membeli makanan juga?? " tanya sebastian.
" sama in aja sama ian " balas gue.
" baiklah " ucap sebastian.
" halo. kino belikan chicken untuk ian dan siska "ucap sebastian di luar kamar gue.
" baik lah bos " balas kino.
...----------------...
__ADS_1
taklama kemudian kino datang membawa pesan yang uang suruh beli. kino terkejut melihat ian yang sangat mirip lian.
" bos. kenapa anaknya byk siska sangat mirip denagan tuan muda lian?? " bisik kino agar tidak didengar gue dan ian.
" entah lah mungkin dia kembaran lian " ucap sebastian tersenyum melihat ian menikmati maknanya.
" tunggu gue di depan. setelah mereka makan gue akan pamit pergi " bisik sebastian.
" baik bos " balas kino setelah itu dia meninggalkan ruangan gue.
setelah gue selesai makan gue tertidur karena kecapekan dan obat yang di kasih dokter tadi. saat gue tertidur ian berbicara kepada sebastian.
" apakah paman dekat dengan mama? " tanya ian.
" ya. kami lumayan dekat. memangnya kenapa? " balas sebastian.
" tidak ad masalah. hanya saja ian harap paman tidak akan menyakiti mama. karena dalam 6 tahun ini mama telah banyak menderita " ucap ian menggeser rambut gue yang menghalangi mata gue.
" paman tidak akan menyakiti mama ian " balas sebastian.
" paman akan pulang. sampaikan pamit paman saat mama ian bangun nanti " ucap sebastian mengelus rambut ian.
setelah itu sebastian berjalan keluar kamar gue. sebastian mencabut beberapa helai rambut ian.
" gue berhasil mengambil rambut ian. dan gue juga telah mendapatkan rambut lian saat pergi ke sekolah pagi tadi " batin sebastian.
" ternyata ian anak yang sangat pengertian denagn mamanya.dan sifatnya lebih dewasa dari anak seusianya. sebenarnya bagaiman selama ini kehidupan ian san siska saat di korea selatan. " batin sebastian lagi denagan wajah sedikit murung. sebastian terus mengabaikan panggilan asistennya itu. sampai ia berjalan memasuki ruang tes DNA. sebastian meminta dokter untuk melakukan tes DNA sekarang juga. awalnya dokter tersebut nolak karena tidak ada persetujuan dari pihak yang ingin melakukan tes tersebut. tetapi dokter itu langsung setuju setelah perawatnya mengatakan bahwa sebastian adalah salah satu investor terbesar di rumah sakit ini. jadi dokter tersebut tidak berani menolaknya lagi.
" kami akan melakukan tes DNA. apakah pak sebastian membawa arah atau rambut untuk melakukan tes ini " ucap dokter.
" ya saya membawanya " ucap sebastian mengambil dua plastik dari saku celananya.
" yang sebelah kanan punya anak saya dan sebelah kiri punya seseoarang yang saya curigai adalah kembarnya dan yang tengah adalah rambut saya " ucap sebastian menaruh semua rambut yang ia bawa dengan kertas kecil yang menuliskan namanya. sebastian membuat kertas itu saat ia berhenti sebentar di depan ruangan gue untuk menempel kertas itu.
" baiklah. saya akan melakukan tes DNA ini. dan mungkin hasilnya akan keluar dalam beberapa jam " ucap dokter itu.
setelah itu dokter pergi meninggalkan ruangan ini dan berjalan ke lab tempat mereka meneliti DNA gue ian dan lian.
gue yang menunggu diruangan itu sangat gelisah denagn hasil nya nanti.
...----------------...
__ADS_1
beberapa jam kemudian.
dokter telah kembali ke ruangan itu dan setelah dokter duduk di kursinya kembali. dokter segera membaca hasil tes DNA tadi.
" jadi. menurut hasil tes yang saya lakukan. saya menemukan bahwa lian dan ian adalah saudara kandung dan anda adalah ayah kandung mereka " ucap dokter memperlihatkan hasil tesnya tadi.
" astaga. ternyata selama ini lian adalah anak kandung gue. dan lian juga memiliki ian sebagai saudara kandungnya. selama ini gue dekat denagn wanita yang telah memberi gue dua keturunan. tetapi gue gak sar akan hal itu " batuan sebastian. tanpa sadar sebastian menjadi ikan air matanya. saat kino melihat sebastian keluar dari ruangan itu dengan ke adaan menangis. kino sangat bingung karen vis dan sahabat yang ia kenal dingin selama ini. kini menangis.
" astaga kenapa sebastian menangis. apakah dunia akan kiamat " batin bingung sebastian.
setelah sebastian merasa sedikit lebih tenang ia segera kembali ke rumahnya untuk melihat lian. anak yang selama 6 tahun itu ia anggap sebagai anak angkat tenyata adalah anak kandungnya.
...----------------...
saat sebastian sampai di rumah ia langsung berjalan ke arah kamar lian. sebastian menemukan lian sedang membaca beberapa buku. saat sebastian melihat lian ia langsung memeluk lian. lian yang lagi membaca buku itu hanya bingung dengan kelakuan papanya saat ini. lian mencoba memproses apa 6ang dilakukan papa yang biasanya agak dingin kepadanya itu.
" hm. papa ada apa?? kenapa ayah memeluk lian ?? apakah ada masalah pa?? " tanya lian berturut turut.
"tak ada masalah apapun. papa hanya ingin memeluk lian sekarang "balas sebastian melepas pelukanya. setelah itu sebastian keluar dari kamar lian dan kembali ke ruang kerjanya.
" ada apa denagan papa?? tidak biasanya papa sepeti ini?" batin bingung lian.
" gue harus menelpon ian. gue harus memberi tahu ian mengenai perubahan sikap tiba tiba papa " batin lian sambil mengambil hp nya untuk menelpon ian.
" halo ian " ucap lian.
" ya ada apa lian " ucap ian yang berda di luar kamar
" papa gue sangat aneh setelah pulang dari kantornya. jadi tadi saat papa pulang dia tiba tiba memeluk gue, dan saat gue bertanya ada apa. papa hanya bilang tidak ada masalah apa apa " ucap bingung lian.
" hm mungkin papa hanya kangen dengan lo " balas ian.
" tapi papa biasanya agak dingin dengan gue. walau papa kadang kadang perhatian " ucap lian lagi.
" ya gue juga gak tau sih papa kenapa. soalnya gue kan belum pernah bertemu langsung denagn papa " balas ian.
" hm~ bener juga ya " ucap lian.
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. semangat ya puasanya 🤗💞
jangan lupa vote like dan komen ya 🤗💕
__ADS_1