
" waaah. CEO perusahan jaya tampan banget " bisik seorang wanita di sebelah gue.
" CEO perusahan jaya?? " batin gue.
" itukan perusahaan yang gue suruh ian untuk mengambil data " batin panik gue.
" semoga aja ian gak ketauan oleh CEO perusahaan itu " batin gue berjalan menjauh dari ke rumah itu. saat gue hendak menjauh gue mendengar suara pria paruh baya yang gak asing di telinga gue.
" SELAMAT DATANG CEO JAYA PAK SEBASTIAN " ucap pria paruh baya itu ingin berjabat tangan dengan sebastian.
tetapi pria dingin itu tidak menanggapi jabatan pria itu. sebastian berjalan dengan santai seolah tidak ada arang di hadapan nya. sontak pria paruh baya itu terkejut dan dia langsung berbisa untuk menyelamatkan reputasinya.
" ahahaha. pak sebastian perkenalkan ini menantuku. namanya brayen. dan ini anak perempuan satu satunya keluarga satya namanya shia " ucap pria paruh baya itu.
saat gue mendengarkan ayah kandung gue berbicara seperti itu gue sangat sedih gue hampir menagis dan gue hampir menjatuhkan gelas yang gue pegan. untungnya roy datang dan menyadarkan apa yang gue lakukan.
" tenang siska. ingat tujuan lo kesini " ucap roy.
" iya roy gue baik baik aja. dan gue gak akan menghancurkan semua rencana gue" ucap pelan gue.
" gue ke toilet dulu ya roy. tolong urus orang orang ini " ucap gue ke roy.
gue lupa kalo gue sedang berpenampilan seperti cowok. saat gue keluar dari toilet gue berpapasan dengan sebastian. dia melihat bingung gue. gue panik tetapi gue tetap berusaha tetap tenang.
" lo... lo... kenapa lo masuk..." ucap sebastian terbata bata. tapi gue langsung membungkam mulus sebastian saat seseorang datang. dan membawanya ke suatu kamar.
" lo kenapa lo bawa gue ke sini " ucap sebastian melepas tahan gue dari mulutnya.
" lo... jangan pernah kasitau apa yang lo lihat tadi dengan orang lain " ancam gue.
" kalo gue gak mau gimana " ucap nya memegang rambut gue karena sebastian lebih tinggi dari gue.
" apasih lepas " terus tangan gue dan tak sengaja mengenai wig gue. dan wig gue lepas.
" tukk "
" astaga kenapa gue sial banget sih hari ini. udah batalion janji sama ian. kehilangan kendali saat acara tadi dan identitas asli gue ketahuan " terik batin gue. tetapi wajah gue tetap tenang.
__ADS_1
" lo....lo ternyata perempuan " teriak sebastian.
" sttt. jangan keras keras " ucap gue menutup mulut sebastian lagi.
" sekali lagi gue ingatkan jangan bilang ke siapa siapa tentang yang lo lihat sekarang " ancam gue sambil menunjuk ke arahnya. setelah itu gue memasang kembali wig gue dan berjalan ke luar. sedangkan sebastian masih mematung di lamar itu.
...----------------...
setelah itu gue pergi ke tempat roy dan menyuruhnya memulai kejutan itu. karena gue udah gak mood berlama lama di tempat ini.
" roy mulai kejutanya " ucap gue.
" baik buk " balas roy.
gak lama kemudian datang pengacara gue dan beberapa polisi ke tempat ini. mereka berdebat sebentar dan akhirnya brayen di tahan sebagai perwakilan perusahaan satya dari usul andre (ayah gue).
" ada apa ini pak. kenapa saya di tangkap " ucap andre.
" karena anda CEO perusahaan satya. an harus bertanggung jawab atas penjiplakan busana perusahaan versan. " ucap pengacara gue.
" tapi saya yang melaporkan perusahaan itu. kenapa saya yang di tangkap?? " ucap andre.
" sepertinya anda salah. tuan saya tidak menjiplak pakaian dari perusahaan manapun. dan pak polisi silakan lanjutkan tugas anda" ucap roy.
" lo.... " ucap geram brayen.
" tunggu. tunggu sebentar saya akan menelpon pengacara saya. silakan berbicara denga pengacara saya saja " ucap andre berusaha tenang.
" kami telah mendapatkan surat izin penangkapan. silakan baca dan ikuti kamu " ucap salah satu polisi dan menunjukan suratnya.
" apakah benar perusahaan satya mencuri ide perusahan versan??" bisik beberapa orang.
" mungkin saja. soalnya gue tau banget betapa bagus dan mahalnya pakaian yang di keluarkan dari perusahaan versan. bahkan perusahan versan adalah perusahan terbaik dan terkaya ke 6 di dunia fashion " bisik beberapa orang lainnya.
mereka berdebat. ada yang berpihak dengan gue dan ad juga yang berpihak dengan andre.
" pak saya sudah tua bagaimana jika kalian menahan sementara menari saya sampai saya memanggil pengacara saya " ucap andre membuata semua orang terdiam.
__ADS_1
" sangat jahat. kenapa pak andre yang selalu memuji menantunya itu sekarang menyuruh menantunya untuk ke penjara " bisik orang yang awalnya berpihak kepad andre.
" iya benar " bisik beberapa orang lainnya.
" apakah itu CEO perusahaan versan dia sangat muda " ucap beberpa wanita yang melihat gue dan gue hanya tersenyum kepada mereka.
" aaahhhh. astaga dia sangat imut tetapi tetap berkarisma " ucap beberpa wanita yang gue senyumin tadi.
gue merasakan aura yang sangat tajam dari punggung gue. saat gue berbalik ternyata sebastian lagi melihat tajam gue.
" semoga dia gak menghancurkan rencana gue" batin gue yang sangat cemas. sontak setelah gue melihat dia gue berjalan ke dekat roy dan memegang tangannya.
" roy cepat selesaikan masalah ini gue sudah sangat muak berlama lama di sini " ucap gue menarik tangan roy. saya itu sebastian malah semakin menatap tajam gue tasnya seperti punggung gue akan berkubang jika di tapap terus.
"ah. kenapa dia natal gue terus " batin gue.
setelah roy berbibicara kepada pengacara gue untuk mengelap brayen. semua nya bubar dan para tamu di suruh pulang. setelah itu gue di kerumunan beberapa cewek.
" salam kenal pak nino. saya dian pewaris dari perusahaan gion " salah satu wanita mendekati gue dan memberikan kartu nama.
" ah. iya " ucap canggung gue tetapi tetap mengambil kartu nama itu.
" salam kenal dian " ucap gue dengan senyum manis yang menampakkan gigi kelinci gue.
" astaga manis sekali " teriak batin para wanita itu. setelah itu gue langsung pergi ke mobil yang di ikuti roy dari belakang. roy juga di kerumuni para wanita. mereka meminta kartu nama roy. tetapi laki laki tampan berbadan tinggi itu hanya tersenyum dn meningkatkan mereka.
" astaga asisten pak nino tak kalah tampan dan juga tinggi" teriak batin wanita wanita itu.
" sebastian hanya mengenal tangannya melihat gue yang di keliling wanita itu.
setelah beberapa menit gue terjebak dengan wanita wanita itu akhirnya gue sampai ke mobil juga.
" roy ayo kita jemput ian dari apartemen lina " ucap gue bersandar melepas wig di dalam mobil. ( gue bisa tenang melepas wig di mobil karena kaca mobil gue tidak tembus jika di lihat dari luar.
" baiklah siska " ucap roy yang telah menyalakan mobil.
sebastian juga telah sampai pada mobilnya. dia bersama asistennya itu juga hendak pergi tetapi sebastian tiba tiba berbicara.....
__ADS_1
jangan lupa vote komen dan like ya🤗