Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 7


__ADS_3

karena gue udah boleh pulang. gue memutuskan untuk pulang.


keesokan harinya


lina mengantar gue pulang ke apartemen nya saat jam makan siang. setelah mengantar gue dia langsung pergi ke kantor lagi menggunakan taksi.


" nak akhir nya kita bisa pulang. sebenarnya mama gak enak dengan tante lina karena harus mengantar kita" ucap gue menaruh anak gue di tempat tidur. saat anak gue tidur gue membuka laptop dan mulai mencari saham untuk perusahaan gue. gue gak ingat waktu hingga anak gue menangis.


" ooowwkkk" suara tangis ian.


" astaga. ian lapar ya. tunggu ya nak " ucap gue lari ke arah tempat tidur ri meja kerja.


" maafin mama ya nak. mama lupa ngasih susu kamu" ucap gue sambil menggendong ian.


setelah selesai minum susu ian kembali tertidur di gendongan gue. " hehehe. anak mama tidur lagi ya setelah kenyang" kekeh gue. gue membaringkan ian kembali ke tempat tidur dan gue kembali ke laptop gue di meja kerja.


keesokan harinya gue pagi ke kantor untuk menyerahkan surat undur duri dari pekerjaan gue sekarang. gue menitipkan ian kepada tetangga gue dia juga seorang ibu tunggal dan anak laki laki yang sekarang kuliah di kampus korea advanced institute of science and technology.



ibu bernama lidia dan anaknya bernama roy. ibu lidia itu hari ini lagi libur bekerja dan gue menitipkan ian sebentar di sana. gue pamitan dengan ian sebelum pergi. " mama pergi sebentar ya. jadi anak baik dan jangan menyusahkan nenek lidia" ucap gue. ( gue bilang nenek lidia karena umur ibu lidia yang hampir sama dengan ayah gue yaitu 49 tahun ).


" ibu lidia tolong jaga ian ya. dan maaf saya ngerepotin ibu karena nitipin ian " ucap gue kepada ibu lidia.


" gak ngerepotin kok nak. pagi pula ibu sedang libur " balas ibu lidia


" terima kasih ya bu. kalo gitu saya pergi dulu " ucap gue.

__ADS_1


" hati - hati di jalan ya nak " ucap ibu lidia. gue hanya membalas dengan senyum. setelah itu gue langsung pergi.


setelah memakan waktu perjalanan hampir 1 jam 30 menit menggunakan kereta bawah tanah gue sampai di kantor gue. awalnya gue berpikir bahwa semua akan berjalan lancar. tapi, atasan gue menolak surat undian diri gue. dia beralasan karena kinerja gue bagus dan sebelum gue curi melahirkan gue berhasil menandatangani kontra dengan perusahaan besar. tapi, gue berhasil membujuk atasan gue agar menyetujui pengunduran diri gue. setelah beberapa jam gue pulang menggunakan taksi karena akan lama jika menggunakan kereta bawah tanah lagi.


saat gue sampai ke apartemen ibu lidia yang bersebelahan dengan aparetermen lina gue menjemput ian pulang.


" ting tong " bel pintu.


" clek " roy membuka pintu.


" ah. kakak siska datang untuk menjemput ian ya" ucap roy.


" iya " jawab gue.


" roy nya lagi main di dalam. kakak silahkan masuk dulu. ibu sedang membuat susu ian: ucap roy.


" terima kasih roy " gue melangkah masuk diikuti roy di belakang.


" siapa yang data..... oh nak siska mau menjemput ian ya" kata ibu lidia.


" iya bu " ucap gue berjalan ke arah bu lidia.


"gak mau main sebentar di sini nak sisak" kata bu lidia dengan mata sedikit berbinar. gue gak enak menolak dan menurut gue ini juga masih sore dan akhir nya gue menerima ajakan ibu lidia. gue duduk di sofa di samping gue ada roy yang duduk di lantai bersama ian dan bu lidia kembali ke dapur untuk membuat susu ian. awalnya gue bilang gue aja yang but tapi bu lidia maksa dan menyuruh gue tetap di sini. " gimana kuliah lo roy" ucap gue.


" berjalan lancar kak" jawab nya.


" lo udah semester berapa roy" tanya gue.

__ADS_1


" aku semester tiga kak dan saat musisi dingin nanti aku akan masuk semester empat kak " jawab roy


" kalo boleh tau lo kuliah jurusan apa ya roy " tanya gue.


" administrasi perkantoran kak " jawab roy. tak lama kemudian ibu lidia kembali membawa susu ian dan kami bercerita beberapa hal soal ian.


hari sudah mulai malam gue pamit kepada ibu lidia dan roy dan kembali ke apartemen lina.


lina pulang agak larut hari ini, tadi dia mengirim chat.


setelah itu hari gue berjalan lancar seperti sebelum ian lahir tapi ada saat ian menangis jika lapar setelah itu ia sangat tenang dan gue bisa memulai pekerjaan gue lagi dalam rencana membuat suatu perusahaan.


hingga akhirnya gue bisa membuat perusahaan sendiri walaupun masih kecil. setelah itu gue pindah ke apartemen lain tapi masih satu tempat. bedanya sekarang gue di lantai 5 dan lina di lantai 4. dalam beberapa hari gue telah bisa tinggal di apartemen baru gue.


awalnya gue kira semua berjalan lancar samapi 6 bulan setelah gue pindah dan pekerjaan gue lagi menumpuk karena gue baru menerima sebuah projek besar. ian tiba tiba menangis di tengah malam ian menangis terus tanpa berhenti. badannya juga panas banget.


" ooowwwkkk... ooowwwwkkk " tanggis ian. gue khawatir dengan ian dan tanpa melihat jam gue menelpon roy


" halo... " ucap ngantuk roy.


" roy ini gue siska... hiks... lo bisa gak pergi beliin....hiks... obat penurun demam untuk ian. soalnya dia dari tadi gak berhenti nangis dan baannya panas" isak cemas gue . karena gue ngomong gitu roy langsung pergi membeli obat penurun panas untuk ian dan langsung berlari ke apartemen gue.


" ting tong.....ting tong...." suara bel. mendengar suara itu gue bergegas ke arah pintu sambil menggendong ian yang masih menangis.


" kak gimana ke adan ian" setelah gue membuka pintu roy langsung masuk dan mencemaskan ian.


" ian masih menangis. gue bingung...hiks... banget harus ngapain....hiks " isak gue.

__ADS_1


roy langsung memberikan penurun panas di jidat ian dan memberi obat yang di belinya. setelah beberapa menit ian di beri obat ian akhirnya tenang. gue yang masih cemas akhirnya ikut tenang juga. tetapi roy takut gue masih lemas dan tidak sengaja menjatuhkan ian, jadi dia yang menggendong ian hingga terlelap lagi dan gue cuman duduk di sofa sambil menyekat air mata gue. bebeeapa jam setelah roy datang ian akhirnya tidur di gendongan roy, dia tertidur nyenyak. setelah memestiak ian tertidur nyenyak roy membawanya kembali ke kamar dan dia pergi ke dapur membuatkan kopi untuk kita.


jangan lupa vote dan komen ya karena vote dan komen kalian sangat berharga buat saya🤗


__ADS_2