
setelah 2 hari berlalu saat ian mendaftar sekolah. ian akhirnya mulai masuk sekolah hari ini. karena ini hari pertama ian ke sekoalh gue memutuskan untuk libur sehari dan menemani ian pergi ke sekolah tapi kenyataannya sekarang gue berada di ruang rapat bersama beberapa investor perusahaan gue. kami sedang membahas naiknya penjualan produk yang baru loucing beberapa hari yang lalu. dan di hari pertama ian sekolah ian di atar oleh tantenya dan bukan mamanya. gue sedih banget saat harus pergi duluan ke kantor.
" jadi bagaiman kalo kita memperbanyak produk ini pak " ucap seorang karyawan bagian pemasaran.
"pak... " ucapnya lagi mengembalikan kesadaran gue.
" ya ??. tadi anda bilang apa "tanya gue. gue tersadar dari lamunan gue tadi.
" bagaiman kalo kita memperbanyak produk ini pak "ulangnya lagi.
" baiklah. kita akan memperbanyak produk ini. apakah masih ada yang0000 j ingin dibahas.
"...." semua orang orang ada diruangan itu diam.
"oke jika tidak ada lagi kita tutup rapatnya " ucap gue menutup rapatnya dan berdiri.
" baik pak " ucap mereka semua bersamaan. setelah itu gue pergi meninggalkan mereka semua.
sisi ian.
" bya tante " ucap ian melambaikan tangan ke arah lina.
" nya ian. nanti mama yang jemput kamu ya " ucap lina membalas lambaian ian.
ian berjalan masuk ke kelasnya. saat ian ingin membuka pintu kelas ian berpapasan dengan lian.
" srtttt "
" ah lian. selamat pagi " ucap ian dengan senyum manisnya.
" pagi " balas lian agak dingin.
" lo di kelas ini juga?? " tanya gue.
" iya. lo duduk di sebelah gue ya " balas lian. gue berjalan ke kursi sebelah lian dan menaruh tas gue. gue melihat anak anak lain menatap bingung ke arah gue dan lian.
" mereka kenapa lian?? " bisik gue.
" entahlah dari tadi mereka melihat gue seperti itu juga " balas lian dengan wajah datarnya. tiba tiba datang seorang anak perempuan yang menurut gue imut.
__ADS_1
" halo gue sila adian. nama lo siapa " tanya dia sambil mengulurkan tangannya ke gue dan lian yang sedang duduk.
" gue ian. dan dia lian " gue membalauluran tangan sila.
" salam kenal ya " ucap gue sambil tersenyum manis menunjukan gigi kelinci gue.
" ya sama kenal juga " balas sila dengan senyum imutnya juga. setelah itu sila kembali ke tempat duduknya yang berada du belakang gue dan lian.
" lian. sila itu imut ya " bisik gue ke lian yang asik membaca bukunya dari tadi.
" hm " balas singkat lian.
gak lama kemudian guru masuk dan kami memulai pelajaran pertama.
" bagaimana jika kita besok pergi ke rumah sakti untuk tes DNA " bisik gue.
" oke. besok setelah pulang sekolah kita langsung pergi ke rumah sakit. gue akan bilang sama supir gue kalo gue bakal pulang telat " langsung di balas lian. sepertinya lian tidak sabar untuk melakukan tes DNA itu.
" tenanglah lian. sepertinya lo ngomong terlalu keras kita dilihatin guru " bisik gue memegang bahu lian. walaupun wajah lian datar gue bisa melihat mukanya sedikit memerah
...----------------...
gue dan lian keluar dari kelas dan kami berpisah di depan kelas karena gue di jemput di gerbang 1 dan lian di gerbang 2. kami sengaja di jemput di tempat yang berbeda agar mama gue dan papa lian tidak bertemu dulu untuk sekarang.
" bye lian. jangan lupa besok ya " ucap gue melambaikan tangan ke arah lian.
" hm " lian cuman menjawab satu kata dan membalas lambaian tangan gue.
" mamaaaa~ " ucap ian.
beberapa saat yang lalu sebelum ian pulang.
" untunglah gue bisa menjemput ian di hari pertamanya sekolah " batin gue yang mengendarai mobil. gue berpakaian wanita. karen gue tidak ingin membuat keributan di sekolah ian denagn datang menjadi nino. karena gue tau sekolah ian ini sekolah anak yang orang tuanya bekerja di bisnis dan mereka akan mengenal gue dan menganggu gue dan ian.
...----------------...
beberapa menit kemudian gue sampai di sekolahnya ian. saat gue berjalan menjauh dari mobil. gue gak sengaja menabrak orang.
" ah... maaf saya jalan tidak melihat depan " ucap minta maaf gue. saat gue ingin pergi setelah minta maaf tangan gue ditahan sama orang yang gue tabrak tadi.
__ADS_1
" sayakan udah minta maaf " ucap gue dean kesal menatap wajah orang itu.
" astaga. sial banget sih gue ketemu orang itu lagi " batin gue.
" selamat siang pak nino. oh atau saya panggil buk siska " ucap orang yang tidak lain adalah sebastian.
" yaampun. kenapa dia bisa tau nama asli gue " batin cemas gue. tapi gue berusaha untuk tenaga.
" siang pak sebastian " ucap sopan gue.
" kalo gitu saya permisi dulu ya " ucap gue masih sopan. setelah gue melepaskan tangan gue dari genggaman sebastian. saat gue ingin pergi. gue ditarik sebastian ke arah dinding parkiran mobil.
" ada apa ya pak. saya ingin menjemput anak saya " ucap gue menekankan kata anak. gue berusaha keluar dari cengramanya tapi saat gue menarik tangan gue. die malah semakin kencang menggenggam tangan gue.
"AWWW. SEBASTIAN TEPASIN TANAGN GUE SAKIT " bentak gue.
bukanya lepas in gue sebastian tiba tiba meluk gue.
" harum " gumam sebastian sambil mencium leher gue.
" apaansih " ucap gue yang kaget mendengar gumaman sebastian. spontan gue langsung mendorong sebastian dan menendang anunya hingga dia merintis kesakitan.
" awaaww " ucap sebastian memegang anunya.
" rasakan itu bre*gsek " umpat gue sambil berlari. saat gue merasa gue udah lari cukup jauh. kaki gue tiba tiba lemas san gue berjongkok di situ. gue menutupi muka gue yang sangat merak seperti kepiting rebus denagn kedua telapak tangan gue.
" aaaaahhh. kenapa jantung gue rasanya mau meledak ya " teriak batin gue. setelah merasa mendingan gue bangun dari siti dan berjalan ke arah tempat orang tua menjemput anaknya.
" oke tenang siska. lo harus tenang " batin gue sambil menarik napas dalam dalam.
disisi sebastian.
" akhirnya gue bertemu denagn lo lagi. dan mulai sekarang gue gak akan membiarkan lo hilang lagi " batin sebastian. setelah merasa baikan sebastian berjalan menuju gerbang 2 tempat orang tua menjemput anaknya. dan gak lama setelah sebastian datang ia melihat lian berjalan dengan anak yang sangat mirip dengan lian bedanya mata anak itu lebih sipit dan matanya sangat mirip denagn sebastian.
" itu. lian sama siapa. kenapa daia sangat mirip dengan lian " batin sebastian.
" apa jangan jangan lian sudah bertemu kembali denagn keluarga kandungnya. karena papa pernah bilang kalo lian memiliki kembaran " batin cemas sebastian. saat sebastian sedang beradu denagn batinya. ia kehilangan anak yang mirip denagn lian tadi dan hanya tersisa lian seorang.
apakah sebastian bakalan tau kalo lian adalah anak kandungnya dan dia memiliki anak kembar......
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen ya 🤗