Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 8


__ADS_3

" kakak kamu mau minum kopi" ucap roy memberikan cangkir ke arah gue.


" makasih roy " ucap gue mengambil cangkir itu.


" kak kenapa ian bisa nangis " tanya roy.


"kakak juga gak tau roy. tadi ian tiba tiba nangis. kakak panik dan langsung nelpon kamu" jawab gue menutupi muka gue yang nangis.


" kakak besok kita bawa ian ke rumah sakit " ucap roy mengusap kepala gue


" iya roy " jawab gue. setelah gue tenang dan ian tertidur pulas roy kembali ke rumahnya saat subuh sekitar jam 4.00


...----------------...


sekitaran jam 6.00. roy datang lagi ke apartemen gue untuk menjemput gue dan ian pergi ke rumah sakit. saat mau pergi ian bagus lagi.


sesampainya di rumah sakit ian langsung kami bawa ke ruang kesehatan anak dan langsung di tangani dokter. saat dokter keluar dengan roy gue langsung lari memeluk ian karena gue takut ian sakit parah.


" nak kau jangan sakit...hiks...cuman kamu satu satunya...hiks...keluarga mama...hiks..." isak gue memeluk ian.


s


disisi lain.


" dok gimana kondisi ian " tanya roy.


" ian baik baik saja. mungkin dia menangis karena sekarang masa pertumbuhan gigi susunya" ucap dokter.


" syukurlah " ucap lega roy.


setelah roy bicara dengan dokter. dia langsung ketempat gue dan menenangkan gue yang nangis sambil. roy berkata.


" kak jangan nangis lagi. ian baik baik saja. ian nangis karena ian lagi masa tumbuh gigi" ucap roy mengelus kepala ian. setelah membeli obat yang diresepkan dokter untuk menghilangkan rasa sakit dalam pertumbuhan gigi ian. kami pulang ke apartemen. roy kembali ke apartemen nya karena dia akan kembali tidur karena tadi malam kurang tidur karena membantu mengurus ian. gue juga kembali apartemen untuk menidurkan ian yang lelah karena semalaman terus menangis.


setelah ian tertidur gue kembali pada pekerjaan gue. setelah darirumasakit ian tetap menangis di malam hari tapi tidak selama saat pertama kali giginya tumbuh.


ian menangis hingga 8 hari kedepan dan segala itu ian sudah jarang manggis lagi. dan gue bisa fokus dalam pekerjaan gue. gue menyamar menjadi cowok saat membuat perusahaan karena kalo gue membuka identitas asli gue, ibu tiri dan adik tiri gue gak akan membiarkan gue membuat perusahan gue berkembang.

__ADS_1


...****************...


6 tahun kemudian.


jam 6 pagi.


" ma bangun ian udah membuat sarapan " ucap anak berumur 5 tahun itu.


" hmmmm~ mama akan bangun 5 menit lagi " ucap gue.


" mama bilang ada rapat pagi ini " ucapnya menarik selimut gue dan terjadilah tarik menarik selimut sampai gue bangun seutuhnya.


" oke. oke ian mama akan bangun " ucap pasrah gue kepada anak berumur 5 tahuan yang tak lain adalah anak gue sendiri yaitu ian.


setelah gue bangun gue ke kamar mandi untu mandi dan ian kembali ke dapur untuk membuat sarapan setelah gue keluar kamar bel pintu berbunyi.


" ting tong. ting tong. "


" siapa ya yang datang pagi pagi" ucap gue dalam hati sambil berjalan ke arah pintu.


" ya.... " gue kaget saat membuka pintu. ternya yang datang adalah laki laki yang lebih muda 3 tahun dari gue.


" kenapa lo datang pagi banget sih roy "ucap gue mempersilahkan lelaki itu masuk ke rumah. ya lelaki itu adalah roy. dia sekarang adalah asisten gue. semenjak ian sering nangis saat giginya tumbuh 6 tahun lalu setiap libur roy terus datang ke apartemen gue an membantu mengurus ian. sekarang mereka sangat dekat.


" ma siapa yang datang " tanya ian dari dapur.


" paman roy datang untuk menjemput mama " ucap roy pergi kearah dapur. ya gue telah terbiasa denagn kedekatan ro dan ian. saat mereka bersama gue merasa menjadi orang asing.


" hore pan roy datang. paman mau ikut sarapan bersama kami" ucap ian memeluk roy dan menatap roy dengan maya berbinar.


" ya mari kita makan bersama roy lagian rapat kita masih 1 jam lagi " ucap gue berjalan mendekati mereka berdua.


" ayolah paman > < " binar ian.


" baiklah. baiklah. ayo kita makan bersama " ucap roy menurunkan ian dari gendongannya. setelah roy menurunkan ian. ian langsung menaruh tiga piring yang berisi Gyeran bbang


setelah selesai sarapan kami pergi ke kantor gue. ian gue tinggal di rumahan gue bersama laptop nya, gue dan roy pergi ke ruang rapat.

__ADS_1


di tempat ian.


" mari kita lihat hadiah yang aku kirim untuk perusahan yang mama suruh selidiki" ucap ian membuka laptop nya.


" wah. wah. wah. ternya ada balasan ya " sebum ian.


di sisi lain di perusahaan yang ian curi datanya.


" pak yang mencuri data perusahan kita. dan mengirim virus pada komputer perusahaan kita " kata seseorang yang bekerja alam keamanan perusahan ini.( ya ini perusahaan ayah kandung ian. ini perusahan perhiasan keluarga jaya. perusahaan terkaya ke 3 di dunia dan ian berhasil meretas dan mencuri dara dari perusahaan ini.)


" bagaimana bisa ada seseorang yang bisa meretas keamanan perusahan kita" ucap atasannya.


" ada apa ini!!! " ucap marah CEO perusahan ini. ia mendengar bahwa keamanan perusahaannya di retas dan data perusahaannya di curi.


" kenapa perusahan besar seperti ini bisa di retas oleh seorang hacker kecil seperti orang itu " bentak pak CEO itu. (pak CEO itu bernama sebastian jaya).


di sisi ian.


" mereka berhenti menyerang. hmm~ ini saatnya aku menyerang lagi" ucap ian.


sisi sebastian.


" pak dia mulai menyerang lagi " ucap bawahan itu.


" minggir gue urus dari sini. kalian cari identitas asli hacker ini" ucap sebastian yang mengotak atik komputer. ya beginilah mereka melempar virus secara bergantian.


kembali ke sisi ian.


" ian kita akan pulang sekarang" ucap gue melihat ian asik memainkan laptop nya.


" baik mam" ucap ian mengakhiri lempar virus itu.


saat gue ingin keluar kantor roy menelpon dan memberitahu bahwa perusahan gue yang ada di indonesia pemasarannya dan adanya masalah jiplakan busana dan gue harus pulang ke indonesia untuk mengurus semua masalah karena telah menyangkut hukum dan perusahaan yang bermasalah dengan gue adalah perusahan ayah gue. dia meniru gaya busana pakaian perusahaan gue. saat itu juga gue pulang kerumah membereskan pakaian gue dan ian untuk pulang ke indonesia. (ya saat itu gue juga berpikir bahwa ini saatnya gie balas dendam). gue pulang keindonedia menggunakan pesawat bisnis dan siapa sangka saat gue tiba gue bertemu oranga yang paling gak ingin gue temui.


" ian kamu jangan jauh jauh dari mama ya nanti saat kita sampai panggil mama dengan papa agar penyamaran mama tidak ketahuan. oke" bisik gue kepada ian.


" oke ma... maksud ian papa > < " jawab riang ian

__ADS_1


halo pembaca setia. mohon maaf baru update hari ini karena kemarin author ada ulangan dan harus belajar😣.


jangan lupa vote dan komen ya 🤗


__ADS_2