Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 12


__ADS_3

" sebenarnya ian memiliki saudara kembar. dulu saat melahirkan kamu dan kembaran kamu. kata dokter kembaran kamu meninggal karena lahir nya cesar" ucap gue mengalihkan air mata.


" saat...hiks....mama....tau kembaran kamu.....meninggal....mama sangat sedih....hiks. mama memberinya nama yang mirip dengan ian.... nama kembaran ian adalah lian..." isak gue.


ian terkejut mendengar nama yang gak asing itu. tetapi ian tidak menunjukan banyak perubahan di wajahnya ian memegang wajah mamanya dan berkata dengan sedikit ragu. " ma jangan nangis... bagaiman kalo ternyata kembaran ian masih hidup ma" ucap ian mengusap air mata gue.


" mama akan sangat...bahagia.. ian. kita bisa hidup bahagia walau hanya bertiga" ucap gue.


setelah itu gue pergi ke kamar gue meninggalkan ian yang telah berbaraing.


sementara itu di sisi lian.


" ayah lian ingin menanyakan sesuatu" ucap lian di ruang kerja ayahnya. ( sebastian orangnya dingin. sejak insiden 6 tahun yang lalu dia tidak pernah dekat dengan sekarang wanita lagi. tetapi dia sedikit hangat saat berdua dengan anaknya ).


" ingin menanyakan apa lian" jawab sebastian tanpa melihat ke arah lian.


lian sedikit ragu " apakah...lian memiliki kembaran ayah" ucap ian melihat wajah ayahnya.


"tidak. lian tidak memiliki kembaran" ucap sebastian dengan wajah datarnya yang sedang memandangi komputer.


" kalo tidak a yang ringan di bicarakan lagi. lian segera kembali ke kamar papa masih ada banyak kerjaan" ucap sebastian mengecup kening lian.


"baik pa. selamat malam " ucap lian berjalan ke arah pintu.


" ya selamat malam " balas sebastian.


kembali ke ian.


" gue harus menelpon lian untuk memberi tahu nya apa yang mama ucapkan tadi" ian mengambil handphonenya.


" halo lian "


" halo ian. tadi gue udah nanya ke papa gue. dan katanya gue gak punya kembaran " balas lian denga suara lemas.


" gue juga udah tanya ke mama gue. tapi dia bilang gue punya kembaran. dan namanya lian. apa mungkin mama gue dan ayah lo punya masalah dan akhirnya berpisah " ucap ian.


" ooh. mungkin aja begitu. bagaimana kalo kita melakukan tes DNA untuk membuktikan kebenarannya " ucap lian dengan suara yang lebih riang


" ah. lo benar kita bisa tes DNA " balas ian


" ah. bukankah melakukan tes DNA memerlukan wali atau orang tua" ucap lian lemas.


" kalo masalah itu biar gue yang urus " ucap ian.


saat ian berbicara begitu lian merasa merinding mendengarnya. lian memeliki perasaan bahwa ian sedang merencanakan sesuatu yang licik.


" ah..... baiklah kali begitu " balas lian sedikit ragu.

__ADS_1


" oke. tapi mungkin kita tidak bisa bertemu untuk beberapa hari ini " ucap ian tiba tiba.


" kenapa " tanya bingung lian.


" paman gue dari korea baru datang tadi jadi nanti gue ingin jalan jalan bersamanya "


" paman lo???? " tanya lian.


" iya paman itu bernama roy. dia teman dekat dan seketaris mama. paman roy baik banget. bahkan saat mama ada masalah paman selalu membantu mama " ucap ian dengan riang.


" lo sepertinya dekat banget sama paman roy ini " tanya lian sedikit marah.


" iya gue dari bayi sering di titipin dengan paman roy dan ibunya jika mama sibuk kerja " ucap riang ian lagi.


" tapi kalo lo beneran kembaran gue. lo harus bantu gue nyatuin mama sama papa gue lagi " ucap lian marah.


" gue ingin juga punya ayah tapi menurut gue kebahagiaan mama yang paling penting " ucap lembut ian.


" lian " ucap kakek lian.


" sudah dulu ya ian kakek manggil sepertinya dia akan masuk kamar gue.


" oke. selamat malam lian " ucap ian.


" selamat malam juga ian" balas lian menutup telpon.


" lian. liab udah tidur ya " tanya kakek berjalan je arah tempat tidur. gue yang pura pura tidur membuka mata pelan pelan.


" kakek ingin menanyakan lian. apakah lian ingin punya mama tiri" ucap kakek mengelus kepala cucunya yang baru bangun itu.


" kenapa kakek bertanya begitu " jawab ian yang duduk di samping kakeknya itu.


" kakek ingin menjodohkan papa lian " balas kakek.


" lian tidak akan setuju punya mama tiri kecuali lian yang nyariin " balas lian sambil cemberut.


kakeknya yang melihat lian cemberut akhirnya mengalah dan kembali menyuruh lian tidur.


" baiklah. lian kakek akan berhenti menjodohkan ayah kamu. ayo kembali tidur " ucap kakek dengan lembut. ( kakek lian. alias ayahnya sebastian. bernama xiao jaya direktur perusahaan jaya. umurnya sekitar 58 tahun. dia memang ingin pensiun tetapi masih membantu sebastian mengurus perusahaan walau tak seaktif dulu karena mengutus istrinya yang sedang sakit ).


...----------------...


keesokan paginya jam 7.00


" ting tong " suara bel


" iya " balas gue.

__ADS_1


" ah. lo datang pagi banget roy " tanya gue membuka pintu dan menyuruh roy masuk.


" gue datang karena di telpon ian. katanya ingin sarapan bersama " balas roy masuk kerumah seperti masuk kerumah sendiri.


" oh. ian yang suruh. lo duduk aja dulu biar gue yang bangunin ian " ucap gue.


" gak perlu gue aja yang bangunin. dimana kamar ian?? " ucap roy.


" ikut in gue" ucap gue berjam kek kamar ian di lantai 2.


" ooooh sepertinya ian tidur sangat nyenyak " ucap gue dan roy bersamaan.


" ian. ian ayo bangun " ucap roy mengelus kepala ian dengan lembut.


" hmmm~. 5 menit lagi ma " ucap ian masih memejam.


" ian gak mau sarapan bareng paman roy " ucap roy yang pura pura kecewa.


" paman..... " ian terkejut dan langsung bangun.


" paman roy. kapan paman datang " ian terkejut.


" pagi ian " roy tersenyum melihat wajah ian yang masih berantakan karena baru bangun.


" pagi paman. pagi ma" ucap ian melihat gue.


" pagi sayang " balas gue tersenyum.


" ayo cuci muka dan turun ian. mama yang akan memasak " ucap gue.


" waaah. mama/ siska akan memasak. mama/ siska sangat jarang memasak " ucap ian dan roy bersamaan dengan riang. saat gue melihat mereka berdua gue merasa seperti memiliki dua anak yang satu masih kecil dan 6ang satu walau badan besar tapi masih seperti anak anak.


" hahahaha " tawa gue pecah.


" kenapa ma/ siska " ucap ian roy dengan bingung.


" gak ada. cuman saat gue melihat kalian berdua. gue merasa seperti memiliki dua anak kecil " ucap gue sedikit sedih.


" ayolah siska. jangan memikirkan masalah itu lagi" ucap roy menggendong ian ke arah kamar mandi.


" ya. kalo gitu gue turun duluan dan masak dulu ya. roy tolong bantu ian mandi dan pakai pakaian nya ya.


" ayo kita mandi ian " ucap riang roy.


" ayo " balas riang ian.


" oke mari kita masak..... ummm masak apa ya " ucap gue membuka lemari es.

__ADS_1


" astaga. stok makanan kita udah habis. nanti setelah pulang dari kantor. gue akan mengajak ian pergi ke super market " batin gue.


jangan lupa vote like dan komen ya 🤗


__ADS_2