Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 11


__ADS_3

ian terkejut saat melihat seseorang yang menariknya ternyata seorang anak yang seumuran dengannya dan wajahnya sama persis dengan ian. ( yang beda hanya matanya. mata ian bulat besar sedangkan lian sipit ).


"lo kok mirip banget sama gue" tanya lian.


" gue juga gak tau, apa mungki. kita kembar?" tanya ian


"tapi ayah gue gak pernah bilang kali gue punya kembaran " ucap lian.


" nama lo siapa?? nama gue ian" ucap ian mengulurkan tangan.


"nama gue lian " jawab lian membalas juluran tangan ian.


"lo punya mama gak" tanya ian.


" ayah gue gak pernah bahas masalah mama kandung gue " jawab lian.


" sama mama gue juga gak pernah bahas soal ayah kandung gue" balas ian.


" tuan muda " ucap bodyguard lian.


" ah. sial mereka datang lagi" ucap lian melihat bodyguardnya.


" lo punya handphone kan. sini handphone lo " ucap ian menarik handphone lian.


" ini nomor gue kalo lo usah nanya sama ayah lo " ucap ian mengembalikan handphone lian.


" tuan muda " ucap pak tian dari kejauhan.


" ah itu pak tian" gumang ian.


" nanti lo telpon gue. supir gue lagi nyariin gue" ucap ian berjalan menuju pak tian.


" oke " jawab lian berjalan berlawanan.


" gue harus cepat pulang untuk menanyakan tentang kembaran gue" batin mereka berdua.


...----------------...


setelah ian puas bermain. hari sudah semakin sore dan ian langsung pulang ke rumah karena gue telah di rumah.


" ma ian pulang " ucap ian memasuki rumah.


" ma.... mama" ucap ian mencari cari mamanya yang gak ada di kamarnya.


" mama ke mana ya tadi nyuruh cepat pulang" batin ian sambil berjalan ke ruang tamu.


" surprise " ucap lelaki yang duduk di ruang tamu bersama mamanya.


" paman roy " ucap ian berlari memeluk roy.


" ian kangen gak sama paman " tanya roy menyambut pelukan ian.


" kangen banget paman " ucap ian sambil memeluk roy.

__ADS_1


" hm. hm. ada paman ian mama di cuekin ya " dehem gue.


" kapan paman sampai jakarta"


ucap ian melepas pelukannaya.


" baru sampai " jawab roy.


"paman belum makankan" tanya ian.


" belum" jawab roy.


"oke. ian mau masak dulu. paman tunggu disini sama mama" ucap ian berlari ke arah dapur.


" ian sangat dekat dengan lo ya roy " tanya gue.


" oh. iya dong. gak kayak mamanya yang sibuk terus" sindir roy.


"jllebb..." gue memegang dada gue yang teras seperti tertusuk duri tajam.


"lo kalo ngomong pedes banget ya roy " ucap gue memukul sedikit keras pundak roy.


" aaawww. sakit siska" ucap roy memegang pundaknya.


(semenjak roy jadi seketaris gue dia sudah gak pernah lagi manggil gue kakak).


"paman. mama malam sudah siap" ucap ian dari dapur.


" makanan udah selesai. ayo kita ke ruang makan roy" ucap gue bangun dari tempat duduk. saat gue ingin berjalan ke ruang makan roy menarik tangan gue.


" ada apa roy " tanya gue.


" gue sebe....." ucap roy terputus saat ian mendatangi kami. gue reflek langsung ngelepaisin tangan roy.


" paman. mama kenapa kalian lama sekali" tanya ian dengan wajah yang cemberut.


" paman dan mama baru mau me sama. ian duluan aja" jawab gue. saat ian pergi ke ruang makan lagi gue bertanya ke roy.


"tadi lo mau ngomong apa roy" tamat gue.


" gue... ah. gak ada apa apa. gue cuman mau nanya masalah kantor apakah sudah tau siapa pelaku yang mengkhianati perusahaan kita" ucap roy bangun dari sofa.


" oh. itu...." saat gue mau berbicara ian memanggil lagu dengan nada kesal.


" PAMAN. MAMA KENAPA KALIAN LAMA" ucap ian di ruang makan.


" iya kami kesana" balas gue.


" nanti kita bahas. sepertinya ian akan marah jika kita berlama lama di sini " ucap gue berjalan ke arah ruang makan.


"ah.. iya" balas roy mengikuti gue dari belakang.


" sepertinya roy ingin membicarakan sesuatu. tapi dia ragu. ada masalah apa ya" batin gue.

__ADS_1


saat gue sampai di meja makan gue mencium aroma yang sangat lezat. ternyata ian memasak ian memasak soto ayam



gue terkejut ternyata ian bisa membuat makanan khas indonesia.


" sejak kapan ian busa membuat soto " tanya gue langsung duduk di ruang makan.


" ini apa siska. wanginya sangat lezat" tanya roy yang bingung dan langsung duduk di samping gue.


" ini...." ucapan gue di potong ian.


" ian aja yang jawab ma. paman ini namanya soto ayam ini makan khas indonesia. ini makanan yg berisi mie dan ayam dan beberap bumbu khas indonesia" ucap ian ikut duduk disamping gue. ( ian duduk di sebelah kanan dan roy do sebelah kiri gue ).


" ian tau dari mana resep membuat soto" tanya gue.


" ian melihat ini dari internet ma "jawab ian.


" ayo paman mama kalian coba. apakah enak" tanya ian dengan mata berbinarnya.


"sruuup"


" ini... sangat enak ian" ucap gue.


" ya ini sangat enak ian" balas roy.


" hmmm~" ian membalas dengan senyuman lebar dan mulai ikut makan. kami makan dengan tenang dan roy meminta ian mengambilkan ian soto lagi.


"aaahh. gue sangat kenyang" ucap gue di ruang kerja.


" sam siska gue juga kenyang" balas ian duduk di sofa ruang kerja gue.


" oh iya. masalah pengkhianat perusahaan itu. telah di ketaui siapa dalang dibaliknya. ian menemukan beberapa bukti yang menyatakan keterlibatan perusahaan satya dalam penjiplakan pakaian baru perusahaan kita" ucap serius gue.


" bagus ini bisa lo pakai untuk balas dendam dengan mereka sisaka " ucap roy dena serius. ( semenjak 3 tahuan lalu roy udah tau tentang dendam yang gue punya dengan perusahaan satya dan apa hubungan mereka dengan gue).


" kita bisa memulai rencana pembalasan dendam lo yang selama ini lo siapkan denah. matang " ucapnya lagi.


kami membahas beberapa pekerjaan hingga sekitar jam 8 malam. setelah selesai roy pulang ke hotelnya. roy berencana membeli apartemen di jakarta untuknya. karena kita akan tinggal beberapa tahun di jakarta. awalnya gue menawarkan dia untung membeli apartemen dengan uang perusahaan untuk dinasnya. tapi roy menolak dan beralasan ingin punya apartemen sendiri di jakarta. setelah gue dan ian mengantar roy ke depan pintu. gue membawa ian untuk tidur di kamarnya. karena ini sudah malam.


" ma ada yang ingin ian tanya kan" tanya ian yang berbaring di tempat tidur.


" mau tanya apa sayang " tanya gue mengelus lembut kepala ian.


" apakah ian punya kembaran ma " tanya ian. saat gue mendengar itu gue teringat gimana putus adanya gue saat anak gue dan kembaran ian dinyatakan meninggal dengan dokter. padahal sebelumnya ian dan kembaeannya terlihat sehat.


" kamu tau dari mana ian" ucap gue dengan mata yang sedikit sedih menatap ian.


" gue harus jawab apa...ah gue tau harus ngomong apa" batin ian.


" ian pernah mendengar mama dan tante lina berbicara tentang kembaran ian" jawab ian sedikit pelan.


" semoga aja gue benar" batin ian.

__ADS_1


" sebenarnya ian.....


jangan lupa vote; komen; dan like ya😊. support author terus ya 🤗


__ADS_2