
beberapa menit setelah itu roy datang keruangan gue bersama karyawan yang bernama defa itu. ia salah satu karyawan terbaik di perusahan gue ini. gue sengaja menyuruh defa karena dia karyawan ke percayaan gue dan roy.
karena defa berusaha sendiri untuk tetap bekerja di perusahan gue walau tau itu akan sulit apalagi jika tidak ada orang dalamnya. defa dari keluarga yang sederhana dia tinggal bersama ibu dan adik laki lakinya yang masih kuliah. adiknya kuliah di universitas indonesian adiknya kuliah denagn beasiswa karena adiknya sangat pintar.
jadi defa tidak begitu pusing dengan uang kuliah adiknya. dan defa bekerja di bidang teknologi di perusahaan gue. dan ian belajar menggunakan komputer juga dari defa. defa dulu bekerja di korea dan defa di pindahkan ke indonesia 2 tahun yang lalu karena adiknya mendapat beasiswa di universitas indonesian.
awalnya defa ingin berhenti tapi gue tahan karena menurut gue sayang melepas orang yang sangat berprestasi seperti defa. jadi gue memutuskan untuk memindahkan defa ke cabang gue di jakarta.
" jadi apakah lo berhasil mengambil video shia tadi defa " tanya gue.
" berhasil buk. kita hanya perlu memotong beberapa adegan saat nona shia berlutu tadi buk" balas defa. ( defa tau kalo gue cewek dan defa juga tau dendam gue dengan keluarga satya ).
" bagus setelah ini lo edit beberapa bagian. setelah itu lo kirim ke media sosial dengan akun lain " ucap gue denagn senyum licik.
" baik buk. kalo begitu saya kembali ke ruangan saya buk " ucap defa sedikit membungkuk di depan gue dan roy.
" hm " jawab singkat gue.
" gimana kabar brayen di penjara " ucap gue melihat ke arah roy.
" kata orang suruhan gue di penjara. brayen terus memberontak ingin keluar "balas roy.
" suruh beberapa penjahat yang kita bayar untuk menyiksa brayen. tapi jangan terlalu berlebihan " suruh gue.
" baik pak nino " balas roy berjalan ke arah pintu.
" mari kita lihat berapa lama kalian akan bertahan keluarga satya " batin gue dengan senyum licik.
...----------------...
kembali ke ian di sekolah.
" lian apakah kita jadi ke rumah sakit " ucap ian yang sedang makan siang bersama lian di taman sekolah.
" hm. tentu saja. lo udah tau mau ke rumah sakit mana " tanya lian.
" tentu saja rumah sakinya tidak jauh dari sekolah " ucap gue.
" lo gak lupa bawa rambut papa lo kan " tanya ian.
__ADS_1
" gue gak lupa lah. kalo lo gak lupa bawa rambut mama kan " tanya lian lagi.
" bahwa lah " ucap ian.
tak lama kemudian bel selesai istirahat berbunyi.
" ning nong "
" bel telah berbunyi ayo kembali ke kelas " ajak lian.
" ayo " balas gue. kami pun berjalan bersama ke kelas.
...----------------...
"sampai jumpa besok " ucap guru dari dalam kelas lian dan ian.
" sampai jumpa buk guru " balas para siswa yang berjalan ke luar.
" ayo kita pergi " ucap ian menarik tangan lian dari luar pagar.
mereka pergi menggunakan taksi.
" saya mohon dok. saya ingin sekali mengatahui apakah dia kembaran saya " ucap pandangan mata berkaca kaca.
" kenapa tidak memanggil orang tua kalian untuk tes DNA bersama " ucap dokter tersebut.
" mama saya dan papa mungkin ada masalah dok dan mama saya tidak mengetahui kembaran saya masih hidup bersama ayahnya. saya mohon dok. saya ingin mengejutkan mama saya dengan membawa baran saya" ucap ian dengan mata yang telah menumpahkan air mata.
" baiklah. baiklah. saya akan melakukan tes DNA. tapi dengan syarat kalian harus mendapatkan tanda tangan kudua orang tua kalian " ucap dokter yang tidak tahan denagan wajah sedih ian dan lian. ( lian dari tadi hanya menunjukkan wajah sedihnya tanpa berkata apa apa ).
" gak gue sangka ternyata rencana konyol ian berhasil " batin lian.
" terima kasih dokter. besok kami akan kembali bersama surat yang telah ditandu tangani orang tua kami " ucap ian membungkuk berterima kasih. setelah it mereka keluar denagn wajah tersenyum.
" rencana gue berhasil kan " bisik ian ke lian dengan senyum kemenangannya.
" ya ya. kali ini loh berhasil denagn rencana konyol lo itu " balas lian. yang berjalan bergandengan tangan denagn ian ke arah pintu luar rumah sakit. ian dan lian tidak sadar saat orang yang sangat dekat denagan ayah lian melihat lian dan ian keluar dari ruangan tes DNA itu.
"halo kak tadi gue lihat 2 lian berjalan bersama keluar dari ruangan untuk tes DNA.
__ADS_1
" apa maksud lo salden " tanya sebastian.
" saat gue ingin menjenguk pacar gue. gue gak sengaja melihat 2 lian yang berjalan keluar dari ruangan tes DNA itu. kalo lo gak percaya lo bisa ke sini untuk melihat langsung " ucap salden.
" lo salah lihat kali " ucap sebastian.
" ya. terserah lo sih mau percaya atau gak " ucap salden kesal.
" oh iya. hari ini gue akan pulang le rumah. bilang sama mama dan papa ya " ucap salden setelah itu menutup telpon.
" bilang aja..... hei....halo.... ah sial ternyata dia telah menutup telponnya" ucap sebastian mengambil kembali hp nya untuk mengirim pesan kepada ayahnya.
" sebastian.
ayah nanti salden akan pulang kerumah dan mungkin ia akan menginap. " kirim sebastian lepas ayahnya.
...----------------...
ian telah sampai ke rumahnya dan sekarang gue lagi masak untuk makan malam.
ian berjalan ke arah ruang kerja gue dan menaruh surat dari dokter tadi di antara tumpukan dokumen gue. dia menaruh di tengah tumpukan dokumen kerja gue karena ian tau kalo kebiasaan buruk gue gue gak akan mengecek kembali dokumen dari pertengahan sampai agak bawah saat bekerja malam.
tak lama setelah ian keluar dari ruang kerja gue. gue memanggil ian untuk makan malam.
" ian saatnya makan malam " teriak gue dari ruang makan. ian segera turun dan menuju ruang makan. setelah makan ian membantu gue mencuci piring yang tadi kami pakai makan. setelah itu ian kembali ke kamarnya dan gue kembali ke ruang kerja gue. setelah ian menyelesaikan tugas rumahnya ian menelpon lian.
" halo lian " ucap ian.
" halo ian. lo udah mendapatkan tanda tangan mama lo " tanya lian.
" gue udah menaruh surat itu diantara tumpukan dokumen mama " balas ian.
" kalo lo udah mendapatkan tandat anagn papa lo?? " tanya ian.
" ya. gue juga menaruh surat itu diantara tumpukan dokumen papa. semoga aja papa tidak membaca surat itu denagan seksama " doa lian.
" ya semoga aja " balas ian.
apakah sebastian membaca surat itu 🤔
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen ya 🤗