Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 28


__ADS_3

" siska, nak kemarilah, ayo pergi bersama mama " ucap lembut suara itu yang mengajak siska untuk pergi bersamanya.


Saat siska berjalan ke arah seseorang yang ternyata adalah ibunya yg telah tiada, tiba tiba siska mendengar dengan jelas suara anak anaknya yang memanggilnya sambil menangis dari arah taman itu.


" ma....hiks...mama mau kemana?...hiks " ucap ian sambil menangis sesegukan


" mama...hiks....mau ninggalin kami?....hisk" ucap lian yang juga menaggis


"mama....gak....boleh....pergi...hiks....mama....hiks....harus....menemani kami terus...hiks" ucap lian dan ian bersama sambil terus menangis


" mama harus kembali " teriak lian dan ian bersamaan.


Setelah mendengar suara anak anaknya itu siska menatap mamanya perlahan, mamanya tiba tiba dengan lembut berkata


" jika siska belum siap untuk pergi bersama mama, maka kembalilah bersama anak anakmu lagi, mama pasti akan menunngu siska di suatu tempat yang sangat indah "ucapa lembut mama siska.


Sebelum sepenuhnya hilang mamanya siska berkata " nak, saak bangun nanti, siska harus janji sama mama, siska akan hidup bahagia, bersama orang orang yang sangat siska cintai " ucapa mama siska yang perlahan lahan menghilang.


" siska janji ma, siska akan hidup bahagia, setelah siska berhasil balas dendam atas kemtian mama " ucap lirih siska.


Setelah mamanya siska menghilang sepenuhnya siska berada di tempat yang gelap, siska berharap ada seseorang yang akan menyelamatkanya setelah ledakan mobilnya tadi.


...kembali kesebastian setelah siska pergi...


Kediaman sebastian


" kenapa siska pergi dari rumah dalam keadaan nangis? " tanya jasmine dengan ekspresi yang binggung

__ADS_1


"...." ruangan itupun hening seketika


" biar papa yang jelaskan semua pada mamamu, sebaiknya kamu bawa anak anak untuk tidur" ucap tion membawa istrinya ke kamar.


Dikamar tion


" ayah mama kenapa pergi? " tanya ian yg dianggukan oleh lian


" ada beberapa kesalah pahaman antara mama dan ayah "


" ayah pasti akan menyelesaikan kesalah pahaman ini dengan mama " ucap sebastian mengendok anak anaknya ke atas tempat tidur


" mama akan kembalikan, ayah? " tanya lian sebelum tertidur pulas


" ayah akan membawa mama kalian kerumah ini " batin sebastian sambil mencium kening anak anaknya.


" apapun yang terjadi carri Siska sampai ketemu, kerhkan semuanya untuke cari Siska " ucap sebastian .


" baik pak ' balas asistennya.


4 tahun telah berlalu dan sebastian tidak kunjung menemukan Siska


" Siska dimana kamu berada? anak anak kita sangat merindukan kamu " batin sebastian menatap sendu foto Siska.


"tok...tok...tok"


" silahkan masuk "

__ADS_1


" pak nanti malam kita diundang ke acara makan malam dari perusahan Wira. apakah bapak ingin menghadirinya? "


" siapkan semua saya akan pergi ke acara itu "


" baiklah pak, saya permisi dulu "


" tok...tok...tok"


"masuklah'


" pak saya ingin melapor bahwa tim kami telah menemukan mobil yang terakhir kali dikendarai buk Siska "


" kalian menemukan Siska? " tanya ssebastian dengan harapan.


" kami menemukan mobil itu di sebuah jurang dan seperti mobil itu sudah terbakar dari 4 tahun yang lalu pak " ucapa asisten sebastian dengan nada rendah.


" bagaimana kalian bisa baru menemukan mobil itu sekarang? ini sudah 4 tahun berlalu dan kalian baru menemukan mobil itu sekarang? " ucap sebastian dengan penuh amarah.


"...."


" Bawa saya ketempat kalian menemukan mobil itu "


" baik pak "


Sesempainya mereka di lokasi kecelakaan mobil Siska. Sebastian menatap sendu mobil yang dikendarai oleh istri itu telah hangus terbakar. Saat Sebastian berjalan kearah mobil itu sebastian tidak sengaja menginjak sebuah cincin.


Saat sebastian mengambil cincin itu, ia tersadar bawah itu adalah cincin pernikahannya dan Siska. Sebastian menatap sendu cincin itu dan berjalan kembali ke mobilnya. Di dalam mobil sebastian terus menatap sendu cincin itu dan tak lama setelahnya sebastian pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2