Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 19


__ADS_3

di ruang kerja sebastian.


" surat dari rumah sakit apa ini " batin bingung sebastian. sebastian membaca surat itu dengan seksama.


"apa ini. surat izin untuk melakukan tes DNA untuk 4 orang. dan nama gu sama siska ada di sini "


" apakah selama ini lian sebenarnya anak kandung gue. dan siska adalah ibu kandung lian. dan yang di katakan salden bahwa lian tadi pergi ke rumah sakit. besok gue harus pergi ke rumah sakit yang di katakan salden tadi " batin sebastian.


...----------------...


keesokan paginya.


" pa ayo kita berangkat sekarang. nati lian terlambat " ucap lian berjalan ke arah mobil.


" iya lian " ucap sebastian mengikuti lian ke arah mobil.


disisi ian.


" ma ayo kita berangkat sekarang " ucap ian.


" iya sayang " balas ian.


gue mengantar ian ke sekolah ian ke sekolah. tapi saat gue ingin kembali ke parkiran mobil gue gue di tarik oleh seseorang. itu adalah shia. dia menarik gue dengan dua orang yang berbadan kekar dan lebih tinggi dari gue. shia menarik gue ke gang sepi di dekat sekolah ian.


" hei. lepas " ucap gue menghempas tangan mereka. sekuat apapun gue menarik tangan gue tenaga mereka tetap lebih kuat dari gue. sampai di gang sepi itu tiba tiba shia berbicara.


" lo lepasin suami gue dari penjara, dan cabut semua gugatan lo pada perusahaan ayah gue. atau lo akan menyesal " ancam shia.


" kalo gue gak mau gimana " ucap gue sambil tersenyum menampakkan gigi kelinci gue.


" urus dia. tapi jangan sampai mati " ucap shia berjalan sedikit menjauh dari gue dan dua orang berbadan kekar itu.


" siap bos " ucap salah satu orang berbadan kekar itu.


" kalian mau apa lepas " ucap gue.


" brukk " mereka memukul badan dan wajah gue hingga memer. saat gue terjatuh lemas seseorang datang memukul orang yang berbadan kekar itu. seseorang yang tak lain adalah sebastian. sebastian memukul kedua orang itu dengan membabi buta sehingga mereka berdua tidak bisa berdiri lagi. shia yang melihat itu langsung berlari pergi menjauh agar tidak dilihat sebastian.


" sial. kenapa CEO perusahaan jaya bisa berada di sini " batin shia yang menaiki taksi.


" siska lo bisa bertahan. gue akan membawa lo kerumah sakit " ucap sebastian menggendong gue dengan gaya menggendong putri. gue yang hampir hilang kesadaran hanya bisa pasrah di gendong sebastian. setelah sebastian membawa gue ke lian mobilnya sebastian menelpon seseorang dengan wajah marah.

__ADS_1


" kalian cepat selidiki siapa orang yang telah menyuruh orang untuk memukul siska gue " ucap sebastian denagan amarah yang melonjak lonjak.


setelah itu sebastian kembali ke mobil dan membawa mobil itu ke rumah sakit terdekat. ( rumah sakit yang ian dan lian datangin kemarin ). sebastian membawa gue ke ruang IGD setelah itu gue langsung di rawat oleh dokter. saat sampai di rumah sakit gue telah pingsan. saat gue saat gue telah berada di ruang rawat inap.


" uhhh... gue di mana " ucap gue memegang kepala gue yang sedikit pusing.


" lo udah bangun siska " ucap sebastian dengan wajah khawatir.


" gue dimana? bukanya tadi gue.... " ucap gue yang berusaha mengingat apa yang terjadi.


"shia.... dimana wanita jal*ng itu " ucap gue yang tanpa memegang tangan sebastian.


" shia... apakah nona dari keluarga satya itu?? " ucap sebastian yang membalas pegangan tangan gue.


" iya... tadi shia yang membawa gue ke gang sepi itu " ucap gue dengan badan sedikit gemetar. sebastian yang sadar dengan ketakutan gue tiba tiba menentang pundak gue dan berkata.


" lo tenang aja gue pasti akan membalas apa yang telah wanita jal*ng itu lakukan kepada lo " ucap sebastian meyakinkan gue.


" sekarang li haris istirahat " ucap sebastian lagi. gue berusaha tenang dan kembali membaringkan tubuh gue untuk tertidur kembali.


entah kenapa gue merasa tenang saat ada sebastian di dekat gue.


...----------------...


" lo mau kemana " tanya sebastian.


" gue harus menjemput anak gue. kasian jika dia menunggu terlalu lama " ucap gue.


" gue akan menenyuruh asisten gue untuk menjemput anak lo. lo hanya perlu memberi tau gue nama dan di kelas mana anak lo. dan membawa dia ke sini. " ucap sebastian yang siap menelpon asistennya itu.


" tapi.... " ucapan gue dipotong sebastian.


" gak aa tapi tapi an. lo hanya perlu memberi tau gue nama dan di kelas mana anak lo itu " ucap sebastian.


" namanya ian dan ia di kelas 1-A " ucap gue yang kembali berbaring di tempat tidur itu.


" hm baiklah. halo kino lo jemput anak buk siska ia bernama ian dan beras di kelas yang sama denagn lian. nanti lo antar lian pulang dengan supir gue. dan lo bawa ian ke rumah sakit sejahtera dekat sekolah lian " ucap sebastian di luar kamar gue.


" baik lah bos " ucap kino.


...----------------...

__ADS_1


" permisi apakah ada yang namanya ian" ucap kino. setelah menunggu kelas selesai.


" ian sepertinya ada yang mencari lo " ucap lian yang sedang membereskan bukunya.


" ya sepertinya begitu " ucap ian yang berjalan ke arah kino.


" ada apa paman mencari saya " tanya ian yang bera di luar kelas.


" paman di suruh bos paman untuk membawa kamu ke rumah sakit sejahtera. karena mama kamu sedang dirawat disana.


" paman berbohong. tdi pagi mama baik baik saja " ucap ian tak percaya. ( ian memakai topeng karena tadi ada pentas drama dikelasnya. dan ian belum melepas topeng itu ).


" tunggu paman telpon bos paman dulu " ucap kino dengan sabar. karena dipikirkannya bagus jika seorang nak tak langsung mempercayai orang asing.


" halo bos saya telah bertemu dengan ian tetapi ia tidak percaya kepada saya " ucap kino.


" oke sekarang kita ganti telpon ini ke mode video agar siska bisa langsung berbicara kepad ian" balas sebastian.


" tet " ( anggap aja suara panggilan video call ).


" halo ian ini mama. kamu ikut in aja paman ini. nanti dia akan membawa kamu ke tempat mama " ucap gue dengan muka yang sebagian di perban.


" kenapa wajah mama di perban " ucap cemas ian.


" ah itu. tadi mama mengalami sedikit kecelakaan. tetapi mama tidak terluka parah kok. ian tenang aja ya " ucap gue meyakinkan ian.


" oke. ma tunggu ian ya " ucap ian segera mematikan video call itu dan bergegasengambil tasnya.


" lian sepertinya kita tidak bisa pergi kerumah sakit sekarang. soalnya mama mengalami kecelakaan. dan gue cemas denagn kondisi mama " ucap ian yang sangat cemas.


" baik lah lo harus memberi tahu gue kabar mama nanti ya " balas lian yang cemas juga.


" oke sampai besok lian " ucap ian melambaikan tangan ke lian.


" sampai besok " balas lian.


...----------------...


sesampainya ian ke rumah sakit ian langsung buru buru datang ke kamar inap gue. saat itu ian tidak sadar dengan ke beradaan sebastian.


jangan lupa vote like dan komen ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2