
setelah gue dan sebastian setuju melakuan pernikahan kontrak. gue kembali ke sekolah ian untuk menjemputnya.
gue belum memberi tau ian mengenai pernikahan kontrak ini. gue masih enggan memberi tau ian karena ian pasti tidak akan setuju dengan keputusan gue.
"mama " ucap ian memegang tahan gue. gue yang tadi sedang melamun di ruang tamu kini tersadar karena panggilan ian.
" mama baik baik saja?? " tanya ian yang kini ikut duduk di sebelah gue.
" mama hanya sedikit lelah dengan urusan kantor " ucap gue dengan senyum kaku.
" jika mama lelah mama istirahat aja di kamar. soal makan malam mama tenang aja nanti ian yang masak "ucap ian memegang tangan gue dan tersenyum melihat gue.
" terima kasih ya sayang " ucap gue sambil tersenyum mengelus rambut ian. setelah itu gue kembali ke kamar gue.
" gue bersyukur memiliki anak seperti ian " batin gue.
setelah ian selesai memasak kami pun makan malam bersama. saat di meja makan ian terus menceritakan kegiatanya di sekolah tadi. gue hanya mengangguk kecil sebagai tanda bahwa gue mendengarkan ceritanya. setelah makan gue kembali ke kamar gue n ian pun kembali ke kamarnya.
" gue harus menelpon sebastian " batin gue.
" halo sebastian " ucap gue.
" ya ada apa siska '' balas sebastian.
" uummm. begini gue memerlukan waktu paling lama seminggu untuk memberitahukan ian pelan pelan tentang pernikahan kita. dan lo juga harus memberi tahu pelan pelan anak lo tentang ini " ucap gue.
" hm tak masalah. gue juga akan membantu lo membujuk ian agar setuju dengan pernikahan kita "balas sebastian.
" baiklah. gue juga bisa membantu lo membujuk anak lo agar setuju juga " ucap gue.
" kalo masalah anak gue lo gak perlu khawatir. gue pasti bisa membujuk mereka " balas sebastian.
" ya. jadi lo percaya diri bahwa lo pasti bisa membujuk mereka berdua " ucap gue dengan nada mengejek.
" ya. gue yakin gue bisa " balas sebastian dengan percaya diri. begitulah obrolan kami terus berlanjut sampai tengah malam. gue merasa sedikit lebih nyaman berbicara kepada sebastian.
...----------------...
keesokan paginya.
__ADS_1
gue mengantar ian ke sekolah seperti biasanya. tapi yang be sekarang adalah jauh di dalam hati gue. gue ingin sekali bertemu dengna sebastian. tapi sayangnya gue gak bertemu dengan sebastian saat mengantar ian tadi. setelah itu gue pergi komentator dengan wajah kecewa.
di sisi ian san lian.
saat ian telah berada di kelas ian melihat lian lagi duduk sambil membaca buku seperti biasanya.
" lian lo gak bosan apa. baca buku terus " tanya ian yang sekarang duduk di samping lian.
" gue gak bosan. soalnya dengan membaca buku gue merasa gue mendapat banyak pengetahuan yang gak pernah gue tau " balas lian sambil membalik bukunya.
" menurut gue membaca buku itu sangat membosankan. gue lebih suka memainkan komputer " ucap ian menyenderkan bahunya di kursi.
" ya. walaupun wajah kita mirip. kesukaan dan sifat kita berbeda " balas lian menutup bukunya. tak lama kemudian guru mereka masuk ke kelas.
...----------------...
saat makan siang.
di taman sekolah.
" lian bagaimana jika kita bertukar posisi sehari " ucap ian disela sela makanya.
" sepertinya tak akan jadi masalah jika hanya satu hari " ucap ian.
" yaudah nanti kita tukaran tas saat pulang sekolah " balas lian menghelaikan napasnya.
setelah pulang sekolah ian dan lian pertukaran posisi. lian menunggu gue di tempat biasa ian menunggu. sedangkan ian langsung do jemput supirnya. sekitar 1 jam kemudian gue atang untuk menjemput ian.
" ian apakah mama menjemput terlalu lama " ucap gue yang melihat wajah sedikit kesal lian.
" gak masalah ma " balas lian. gue yang mendengar ucapan lian itu hanya menghelaikan napas lega.
" nanti kita mampir untuk membeli es krim terlebih dahulu " ucap siska mengelus rambut lian. lian yang mendengar kata es krim langsung merubah wajahnya menjadi sangat gembira.
" kita akan membeli es krim ma?? " tanya lian memastikan. lian yang sangat ketat di awasi kakek dan ayahnya sangat jarang memakan es krim. apa lagi lian sebenarnya mempunyai penyakit usus jadi lian tidak boleh makan sembarangan.
" iya sayang " balas siska tersenyum kepada lian. lian baru pertama kali merasakan kehangatan seorang ibu.
sesampainya lian di toko es krim lian langsung memilih es krim rasa stroberi. awalnya siska bingung karena anaknya yang biasanya sangat menyukai es krim rasa vanila. tetapi setelah melihat wajah bahagianya lian siska hanya tersenyum senang melihatnya.
__ADS_1
" apakah ian sangat menyukai es krimnya " tanya gue yang lagi mengendarai mobil.
" iya. terima kasih ma " balas lian dengan menunjukan lesung pipit di pipinya. gue yang sibuk menyetir tidak menyadari perbedaan itu.
( lian memiliki lesung pipit yang dalam, giginya rata seperti sebastian, dan mata lian lebih besar dan bulat seperti siska. sedangkan ian memiliki lesung pipit yang dangkal, memiliki gigi kelinci seperti siska, dan mata ian juga lebih sipit mirip mata sebastian ).
setelah sampai dirumah ian langsung merintih ke sakitan sambil megang perutnya. awalnya gue hanya melihat perubahan wajah lian yang awalnya gembira setelah sampai di rumah berubah menjadi kesakitan.
" ian apakah perutmu sangat sakit? " tanya gue dengan wajah cemas sambil mencari obat sakit perut.
" sakit....ma perut...lian... sangat sakit...hiks " isak lian yang berbaring di sofa. gue tidak begitu jelas mendengar perkataan lian yang gue dengar adalah kesakitan dari lian.
" kita... kerumah sakit aja ya sayang " ucap gue menggendong lian.
beberapa menit kemudian gue sangat mengebut saat membawa lian ke rumah sakit. setelah sampai di rumah sakit lian langsung di tangani dokter. gue menunggu dokter keluar dari ruangan itu. dokter hanya bilang bahwa lian skit peru karena makan es krim dan tidak makan makan berat sebelum nya. gue yang mendengar itu merasa sangat lega karena lian tidak kenal napa. setelah dokter memperbolehkan gue masuk.
" ian kamu baik baik saja sayang " ucap gue memeluk lian.
" ian baik baik aja ma. mari kita pulang " ucap lian membalas pelukan gue.
" tapi kamu masih sakit sayang. kamu di rawat di rumah sakit dulu ya " ucap gue menatap lian.
" ian baik baik aja ma. mari kita pulang " ucap lian tetap bersikeras untuk pulang. gue mengalah karen gue gak ingin membuat keributan di rumah sakit.
" baiklah kita pulang. tetapi setelah pulang kamu harus menuruti semua ucapan mama " ucap gue memegang tangan lian.
" baiklah ma " balas lian. dengan senyuman gue hanya membalas senyuman manisnya itu.
disisi ian.
ian kembali kerumah lian. awalnya ian terkejut melihat kakek neneknya. tetapi ian berusaha mengikuti sifat lian yang dingin itu.
" kamu telah pulang sayang " ucap nenek memberi isyarat untuk di peluk.
" iya nek " balas ian berjalan ke arah neneknya.
apakah penyamaran lian dan ian akan terbongkar 🤔
jangan lupa vote like dan komen ya 🤗
__ADS_1