Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 15


__ADS_3

tiba - tiba sebastian memerintahkan asistennya untuk mencari informasi tentang siska.


"kino cari tau semua informasi yang berkaitan dengan CEO perusahaan versan" ucap sebastian memerintah.


" baik pak" balas kino.


" sekarang kita akan kemana lagi pak " tanya kino.


" pulang. gue sudah sangat lelah " balas sebastian.


...----------------...


sesampainya gue di apartemen lina jam telah menunjukan angka 9 malam.


" ting tong "


" ya sebentar " ucap lina.


" ah. siska " ucap lina lagi.


" gue kesini ingin menjemput ian " ucap gue.


" ian sudah tertidur sepertinya ian kecapekan" ucap lina menyuruh gue dan roy masuk.


"siska bagaimana kalo lo nginap di sini aja malam ini " tanya lina.


" baik lah gue akan nginap malam ini. lagi pula sekarang udah sangat malam " jawab gue.


" roy lo pulang aja gue akan menginap disini " ucap gue.


" baiklah " balas roy.


" kalo gitu gue pulang dulu ya lina siska " ucap roy berjalan je arah pintu.


" ayo lo harus bersih bersih dulu " ucap lina.


" oke " balas gue berjalan ke arah kamar mandi.


" lina gue pinjam baju lo ya " ucap gue dari arah kamar mandi.


" ya pakai aja " balas lina dari ruang tamu.


( 2 tahun lalu lina pulang ke indonesia karena di pindah tugaskan oleh perusahaannya bersama lion. dan sejak lina pulang ke indonesia gue pun sibuk dengan perusahaan gue. jadi kami jarang telponan. tetapi kalo ada waktu kami biasanya telponan atau videocall ).


gak ke terasa udah 1 minggu gue berda di jakarta. gue sibuk dengan urusan kantor dan untuk masalah penjiplakan itu brayen di tahan karena perusahaan satya dinyatakan bersalah dan juga perusahaan satya harus membayar denda dua ratus juta rupiah. saat gue melihat wajah putus asa andre shia dan juga lisa di pengadilan itu gue merasa sangat puas. tapi pembalasan dendam gue belum selesai karena 3 orng itu masih bisa bebas terutama shia dan ibunya itu.

__ADS_1


flashback


sebelum gue meninggalkan rumah. gue kembali lagi ke rumah gue karena foto almarhumah mama gue masih tinggal di kamar gue. gue manjat karena semenjak lisa dan shia datang kebebasan gue hilang. dan saat mereka dikamar mereka masing masing gue sering keluar untuk jalan jalan. gue keluar melalui jendela kamar gue yang sengaja gue pasang tangga kecil. saat gue ingin keluar gue tiba tiba mendengar suara shia dan mamanya dari luar kamar gue. karena gue penasaran akhirnya gue dengar apa yang mereka omongin.


" akhirnya pengganggu itu peri juga " ucap shia.


" benar akhirnya pengganggu itu peri juga dan posisi kamu sudah aman. kamu sekarang menjadi anak satu satunya keluarga satya " ucap lisa tertawa licik.


"mama benar. untung aja mama dulu berhasil membuat mamanya siska buah diri dan menjadi nyonya besar keluarga satya " balas shia sambil tertawa.


gue terkejut mendengar itu. rasanya ingin sekali gue tampar shia dan lisa tapi gue tahan gue akhirnya pergi setelah mendengarkan omongan mereka. gak jauh dari rumah gue. kaki gue tasnya lemas banget dn gue terjatuh sambil berlutut. air mata yang awasi tadi gue tahan akhirnya pun pecah. gue menangis sejadi jadinya sambil memeluk foto almarhumah mama gue.


" ma... ternyata selama ini.... hiks.... mama bunah diri...hiks " isak pelan gue.


setelah beberapa lama gue menangis gue bangkit.


" mama..... tenang aja siska akan membalaskan dendam mama dan shia akan menyelidik....hika....ulang kasus mama...hiks " batin gue sambil mengelap air mata gue dan berjalan kembali ke sebuah hotel.


flashback selesai.


" selamat pagi ian " ucap gue yang lagi masak di dapur


" pagi ma " ucap ian duduk di meja makan.


" mama masak apa " tanya ian.


" ian sekarang kan kamu udah umur 5 tahun. bagaimana kalo kamu masuk taman kanak kanak" ucap gue.


" hm~. boleh ma tapi ian yang pilih mau masuk mana " balas ian melanjutkan maknya.


" baiklah " jawab gue membersihkan nasi yang ada di pipi ian. walaupun ian terlihat lebih dewasa dari anak seumurnya. tapi saat ian makan berserakan, ian terlihat seperti anak seusianya.


setelah sarapan gue dan ian kembali ke kamar kami. karena hari ini akhir pekan. dan gue memutuskan akan membawa ian melihat beberapa taman kanak kanak.


sisi ian.


gue harus menelpon lian soal gue yang akan di masukan sekolah oleh mama. setidaknya kami bisa sering bertemu nanti di sekolah.


" halo lian " ucap ian.


" ada apa ian " balas lian.


" gue akan masuk sekolah. kita bisa masuk ke sekolah yang sama " ucap gue langsung pa intinya.


" lo kalo ingin masuk taman kanak kanak masuk ke new zealand school. soalnya papa gue udah daftar in gue di sana " balas lian.

__ADS_1


" oke nanti gue akan membawa mama ke san " ucap ian.


" oh iya. apakah kita jadi melakukan tes DNA itu " tanya lian.


" ya tentu saja jadi. minggu depan kita ketemuan oke "ucap ian.


" baiklah " balas lian.


entah karena mereka kembar atau karena mereka saudara kandung. mereka sekarang sangat akrab walau tak pernah bertemulagi setelah kejadian di taman hiburan itu.


" ian ayo kita pargi " teriak mama.


" tunggu ma " balas ian berlari kecil kearah gue.


" apakah ian telah menentukan akan bersekolah di mana "tanya gue menyalakan mesin mobil.


" udah ma kita akan pergi ke new zealand school untuk melihat apakah mama setuju atau tidak" jawab ian.


" hm~ baik lah " balas gue.


sayalah sampai kami langsung masuk untuk melihat lihat dan setelah gue berbicara kepada kapal sekolah nya gue memutuskan untuk menyekolahkan ian di sini mulai lusa nanti.


" oke ayo kita jalan jalan untuk merayakan ian bersekolah " ucap gue berjalan ke arah mobil.


" kita akan kemana ma "tanya ian yang telah berada du mobil.


" hm~ enaknya kita kemana ya~ " ucap gue sambil berpikir.


" kemana ya ~" ucap ian dengan wajah serius berpikir. saat gue melihat wajah serius ian entah mengapa gue ingin sekali tertawa tapi gue tahan.


" bagaimana jika kita pergi ke taman bermain " ucap tiba tiba ian. ya karena gue belum pernah ke taman bermain bersama ian sejak di jakarta gue gak menolak ajakan ian.


" baiklah ayo kita pergi " ucap gue menghidupkan kembali mobil itu dan keluar parkiran sekolah.


sisi lian.


" ayahhhh " teriak lian menuju ruang kerja ayahnya.


" ada apa lian " tanya ayahnya dengan wajah dinginnya.


" lian akan bersekolah di tempat yang ayah suruh yaitu sekolah new zealand school " ucap lian berjalan ke sofa ruang kerja ayahnya itu.


" bukanlah kamu menolak nya kemarin " tanya ayahnya dengan wajah bingung.


" tapi lian sekarang ingin bersekolah disana " jawab gue dengan serius.

__ADS_1


" baiklah kamu akan bersekolah disana lusa nanti ayah akan mengurus semuanya " jawab sebastian dengan wajah dinginnya menghadap komputernya.


jangan lupa vote like an komen ya 🤗


__ADS_2