Keluarga Pak CEO

Keluarga Pak CEO
episode 9


__ADS_3

sesampainya gue di bandara gue dan ian menunggu jemputan dari lina. ( ya semenjak 1 tahun yang lalu lisa di pindah tugaskan ke indonesia. tepatnya di jakarta).


saat gue mencari keberadaan lina. ian pergi sendiri ke toilet tanpa memberitahu gue. awalnya gue pikir ian hilang atau kesasar karena bandara ramai.


" ian ayo kita cari tante....., ian..." gue melihat di sebelah gue ian udah gak ada lagi.


" IAN " teriak gue.


di sisi ian.


" mama mana ya. tadi kan mama ada di sini" ucap ian melihat sekitar. karena ian berjalan tanpa melihat ke depan, ian pun menabrak orang di depannya.


" aaaww " ian memegang dahinya.


" hey kenapa jalan tidak liat liat" teriak wanita yang ian tabrak.


" maaf saya tidak melihat anda " bungkuk ian sambil minta maaf.


" lain kali kalo jalan lihat lihat. untung baju gue gak kotor " ucap wanita itu mencubit kuping ian.


" aaaaww " teriak ian kesakitan.


" sudah lah shia dia masih anak anak " ucap lelaki di sebelahnya.


" tapi kan sayang...." ucapan shia di potong lelaki itu.


" kok kamu sendirian. mana ibu atau ayahmu" ucap lelaki yang tak lain adalah brayen.


" aku terpisah dari ay..." ucap ian. saat ian mau melanjutkan kalimatnya gue memanggil ian.


" IAN" teriak gue.


" AYAH " jawab ian.


gue yang saat itu panik. langsuang berlari ke arah ian dan memeluknya.


" ian ayahkan udah biang jangan jauh jauh dari ayah" ucap gue memegang bahu ian.


gue berlangsung berterima kasih pada shia dan brayen tanpa melihat dulu siapa mereka. tetapi setelah gue melihat mereka gue langsung mengatur ekspresi gue agar tidak ketauan bahwa gue adalah siska.


" terima kasih telah menemani anak saya..."


" ah. kenapa saat gue baru kembali ke jakarta gue harus bertemu dua pasangan baji*gan dan jal*ng itu" umpat gue dalam hati.


" iya sama sama " ucap lelaki itu.


" lain kali anak nya dijaga pak. lihat baju saya jadi kotor karena ditabrak anak anda " ucap shia sinis.


" sekali lagi saya minta maaf atas tindakan anak saya " ucap gue minta maaf.


"kalo gitu saya permisi " ucap gue lagi.


" dasar shia sia*an " umpat gue di dalam hati.

__ADS_1


setelah itu gue pergi meninggalkan mereka sambil menggendong ian. gue pergi ke cafe di batara sambil mengunggu lina.


" ian tadi kenapa bisa sama mereka" ucap gue.


" ian tadi gak sengaja menabrak tante tadi dan ia langsung marah marah. padahal ian gak sengaja ma" ucap ian cemberut.


" ternyata sifat shia gak berubah" ucap pelan gue.


" ya ma??" tanya ian.


" ah. bukan apa apa " senyum gue menghadap ian.


" yaampun. ini anak pendengarannya tajam banget" batin gue.


gak lama kemudian lina datang.


" lina. sebelah sini " teriak gue.


" ah itu mereka"


"maaf ya gue telat menjemput kalian. soalnya macet. lo tau lah jakarta itu kalo jam segini pasti macet " ucap lina.


" santai aja li " balas gue.


" halo keponakan tante yang ganteng " ucap lina mengabaikan gue dan mencubit pipi tembem ian.


" aaww. atwwwit tawwwte" balas ian.


" iiiiihhh... gemesbanget sih " lina bukannya melepas ian malah tambah kencang mencubit pipinya karena gemas.


"oh roy dia masih di korea untuk ngehendel beberapa pekerjaan gue. tapi setelah selesai dia akan menyusul ke sini" jawab gue.


ya setelah itu gue pergi ke villa gue yang ada di jakarta selatan.


( setelah gue berkerja keras untuk membangun perusahan gue dari nol. gue membeli beberapa vila di jepang; china; dan indonesia. kalo di jepang dan china gue sengaja beli karena saat gue jalan jalan denagn ian kami akan tinggal di sana. sedangkan di indonesia gue sengaja beli karena susah termasuk rencana gue untuk tinggal be berapa waktu di indonesia untuk balas dendam).


karena dari bandara soekarno hatta ke villa hanya memakan waktu 31 menit. gue dan ian berencana keliling jakarta sebentar karena ini pertama kalinya gue ke jakarta setelah 6 tahun dan ini juga yang pertama kalian ya ian ke indonesian ( jakarta). ( ian bisa menguasai bahasa indonesia sepenuhnya dan lancar hanya dalam beberapa hari. ya ian anak yang pintar dan dewasa dari anak seusianya).


kami jalan jalan ke monas


karena gue udah lama gak makan makanan indonesia ( jakarta). gue ian dan lina kami makan di pinggir jalan.


( semenjak ini tiri gue datang dia sela memotong uang jajan gue dan sejak saat itu gue sering jajan di pinggir jalan bersama lina).


kami membeli soto betawi.



ian yang melihat itu bertanya.


" ma ini apa?? " tanya ian dengan muka polosnya.


" ini pertama kalinya kamu ke indonesia kan ian " ucap lina mengelus kepala ian.

__ADS_1


" ini soto betawi. ini pertama kalian ian makan ini kan. apakah makanan ini enak " ucap gue menyuapkan ian.


" hmm~ " angguk ian sambil mengunyah.


setelah kami selesai makan kami berjalan jalan sebentar di sekitar monas. setelah itu kami pulang ke villa.


...----------------...


keesokan paginya sekitar jam 7.25


" ma bangun. ini udah siang mama gak pergi ke kantor " ucap ian mengguncang tubuh gue di bawah selimut.


" mama ayo bangun ian telah memasak makanan yang enak~ " ucap ian mengambil makanan dari dapur dan membawanya ke samping kasur gue. gue yang mencium aroma lezat di samping gue. gue bangun dari tempat tidur dengan sedikit air liur yang menetes karena aroma lezat itu.


" ian kamu memasak apa. aromanya sangat enak~" ucap mama turun dari tempat tidur.


" ian memasak kimchi Bokkeumbap. untuk sarapan kita hari ini mam" ucap ian menaruh kembali piring itu di meja makan.



setelah itu gue berjalan ke kamar mandi dan gue berkata.


" tunggu mama di ruang makan ya ian ".


" baik ma" jawab riang ian.


ian berjalan mengambil laptopnya dari kamar dan membawanya ke ruang tamu.


" apakah mereka telah menunjukan perkembangan" ucap ian menghidupkan laptopnya.


" wah. ternyata mereka memberi banyak mengirim hadiah (virus)" ucap licik ian.


" mari kita balas hadiah dari mereka " ucap ian lagi.


di sisi lain.


" tring. tring " suara notif komputer sebastian.


" ada apa ini. oh ternyata hacker itu masih belum menyerah" ucap sebastian menahan sedikit amarah.


" mari kita balas dia " ucap sebastian lagi.


mereka saling mengirim hadiah hingga gue dan mamanya sebastian memanggil untuk sarapan.


" ian. sebastian saatnya makan" ucap gue dan mamanya sebastian bersamaan ari tempat yang berbeda.


" baik ma" balas mereka bersamaan.


setelah gue dan ian selesai sarapan gue membawa ian pergi ke kantor cabang gue yang sedang bermasalah di jakarta.


" ayo kita pergi sekarang ian" ucap gue berjalan ke arah mobil


" baiklah ma " balas ian mengikuti gue dari belakang dengan tas laptopnya.

__ADS_1


mohon maaf sering terlambat up karena akhir akhir ini author banyak ulangan dan minggu depan mulai ujian 😣. author akan up dua hari sekali dan kalo sempat akan up setiap hari. terimakasih telah membaca dan menvote novel author😊.


jangan lupa vote dan komen ya 🤗


__ADS_2