
ian akhirnya sampai di rumahnya tetapi ian merasa bahwa mamanya jadi aneh hari ini setelah menjemputnya. padahal mamanya masih ceria saat tadi pagi dan sekarang mamanya hanya diam bahkan mamanya tidak menanyakan bagaimana hari pertamanya di sekolah. mamanya hanya diam salam perjalan pulang hingga sampai di rumah. mereka tadi mampir sebentar kerestoran untuk makan siang dan setelah itu mereka pulang. sesampainya di rumah mamanya hanya diam dan masuk ke kamarnya.
" halo lian '' telpon ian.
'' halo ian ada apa " ucap lian dari telpon.
" mama aneh setelah datang ke sekolah tadi " ucap ian.
" aneh. aneh kenapa " tanya lian .
" tadi selama perjalanan pulang mama hanya diam dan sekarang mama langsung masuk kamar tanpa menanyakan hari gue di sekolah " ucap gue.
" mungkin mama kecapekan " ucap lian.
" ya mungkin aja. semoga mama cepat balik seperti semula " harapan gue.
kembali ke kamar gue.
" sebenarnya apa maksud sebastian tadi " batin gue.
" dan tadi kenapa sebastian mencium leher gue.....aaaarrrrggg " teriak pelan gue sambil guling guling di atas tempat tidur.
" kenapa ya gue merasa familiar saat sebastian nyentuh gue??. padahal ini pertama kalinya kami bertemu " batin bingung gue. tak lama setelah gue mikirin semua itu gue tertidur.
...----------------...
keesokan paginya.
kami melakukan rutinitas seperti biasa. karena ian bangun lebih pagi jadi ian yang memasak sarapan an menyiapkan bakalnya sendiri. tapi tadi setelah sarapan gue melihat ian memasukan dua tempat bekal ke dalam tas nya.
" hm. ian kenal kamu membawa dua tempat bekal " ucap gue. saat gue melihat wajah cemas ian yang sangat imut gue memiliki ide untuk menjahilinya.
" yang satu lagi buat siapa. hm~ buat pacar kami ya " ucap gue dengan senyum menggoda ian.
" bu....bukan ma ini untuk teman ian " jawab ian terbata bata.
__ADS_1
" teman apa teman " ucap gue lagi.
" teman ma " ucap ian dengan wajah memerah. entah itu karena malu atau marah.
"baiklah ayo kita berangkat " ucap gue berjalan kearah mobil.
...----------------...
sesampainya gue di sekolah ian. ian langsung berlari ke kelasnya setelah berpamitan dengan gue di pintu pagar. awalnya semua berjalan lancar. tapi saat gue ingin kembali ke mobil gue bertemu dengan cowok kurang ajar yang kemarin mencium leher gue.
" selamat pagi pak nino " ucap sebastian setelah melihat gue berpakaian cowok.
" pagi pak sebastian " balas gue dengan senyum terpaksa.
" kalo gitu saya permisi dulu ya " ucap gue berjalan mendahului sebastian.
" tunggu " ucap sebastian menarik tangan gue.
" lepas. banyak orang disini lo mau apa " bisik gue sebastian. setelah sebastian melihat sekitar dia tiba tiba menarik tangan gue ke tempat yang sepi. setelah itu dia memojokkan tubuh gue di dinding.
" lepas gue mau pergi ke kantor " bentak gue.
" le.....hmpppp...hmppp " ucapan gue terpotong saat sebastian tiba tiba mencium bibir gue. dia ******* bubur gue dan berusaha masuk ke mulut gue.
" hmpppp.....aaahahhh " desah gue karena ke habisan napas.
saat sebastian merasa gue telah kehabisan bakat dia melepas ciuman gue dan melonggarkan genggaman tangannya. gue yang melihat ada celah langsung menebang kakinya sedang kuat dan gue langsung berlari menjauh dari dia sambil berkata.
" RASAIN ITU BRE*GSEK " ucap gue.
gue berlari sampai ke dalam mobil setelah itu gue memegang wajah gue yang terasa panas.
" kenapa jantung gue berdebar debar. harusnya gue kesal karena di cium paksa sama sebastian. tapi kok gue malah senang......aaaarrrrgggg " batin gue.
" oke. tenang untuk sekarang gue harus fokus balas dendam " ucap gue sambil narik napas dalam dalam.
__ADS_1
setelah itu gue pergi ke kantor dan bekerja seperti biasa. mengurus beberapa dokumen dan lain lain begitu juga denagn roy dia sibuk mengurus dokumen yang harus gue tandatangani dan menemui beberap klien. sampai tiba tiba keributan terjadi di kantor gue. roy masuk ke ruangan gue dan memberitahukan bahwa shia datang dan marah marah ingin bertemu denagn gue. ya sebenarnya ini yang gue tunggu tunggu.
" siska. shia datang dan membuat keributan di bawah. ini kesempatan lo untuk mempermalukan shia di depan umum " bisik roy.
"oh. dia sudah datang. oke roy mari kita lihat acara yang smart menarik " balas gue sedang senyum licik gue.
gue turun ke lantai 1 di perusahaan gue. saat di lift gue mengatur napas agar tenang saat bertemu shia nanti.
" gue harus tenang. agar gue tidak merusak semua rencana yang telah gue susun selama ini. gue harus bisa membalas semua ras sakit dn malu gue saat gue di hina dan difitnah oleh shia dan mamanya " batin gue.
gue sampai di lantai 1.
" ada apa ini ribut ribut " gue memasang wajah atar dan bahawa mengintimidasi di sekitar gue.
" begini pak. nona ini ingin bertemu denagn bapak tanpa membuat janji " ucap seorang administrasi.
" oke biarkan saja dia. kamu kembali ke pekerjaan kamu. DAN KALIAN SEMUA KEMBALI BEKARJA " ucap gue denagn wajah datar.
" ada apa ya nona satya datang đ membuat keributan di perusahan saya " tanya gue yang berusaha tenang.
" pak saya mohon lepaskan suami saya. saya yakin a kesalah pahaman di sini " ucap shia sedang wajah sedihnya.
"itu memang layak untuk peria baji*gan seperti dia " batin gue sambil mengepalkan tangan gue.
" perusahan ayah anda telah dinyatakan bersalah jadi anda harus menerima hal itu " ucap gue denagn wajah datar.
" TIDAK. JELAS JELAS PERUSAHAN KALIAN LAH YANG MELAKUKAN PENJIPLAKAN PAKAIAN PERUSAHAN KAMI. SAYA AKAN MELAKUKAN BANDING..... " teriak shia. shia terus mengoceh dan berkata kasar. dia berhenti saat melihat salah satu karyawan gue menvideokan dia yang sedang marah marah gak jelas di perusahaan gue.( itu sebenarnya gue yang mengurus salah satu karyawan di perusahan gue untuk merekam semua yang shia bicarakan ) dia mendatangi karyawan itu dan tiba tiba menamparnya karyawan itu terkejut tetapi ia masih menghidupkan kameranya.
" apa. lo rekam rekam gue. matiin gak bre*gsek..... " shia memaki maki karyawan yang merekamnya itu. sampai gue memanggil security dan mengusir shia keluar.
" security usir nona ini dan jangan biarkan dia membuat keributan di sini. itu sangat menganggu kinerja karyawan saya " ucap gue kepada security. saat shia telah pergi dai perusahan gue. gue kembali bersama roy ke ruangan gue. gue menyuruh roy memanggil karyawan yang di maki shia tadi.
" roy bawa karyawan tdi ke ruangan gue " ucap gue meninggalkan roy.
" baik pak " balas roy.
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen ya 🤗