
keesokan paginya
"apa yang terjadi" kata cowok itu.
"ah. aku ingat aku mabuk kemarin dan aku berakhir dengan nih cewek"ucap cowok itu ngelirik gue.
" ini bayaran untuk lo cewek jal*ng " kata nya dengan dingin menaruh amplop di meja.
...----------------...
"uuhh.apa yang terjadi, kenapa kepala gue sakit" gue bangun dari tempat tidur.
" aaaaah. apa ini kok gue ada disini??" gue teriak gue.
setelah gue ingat ingat gue akhirnya tau apa yang terjadi. oke kembali waktu sekarang.
saat gue mau keluar dari situ. tiba tiba orang tua gue, brayen, dan sia masuk kedalam. gue langsung di tampar sama ayah gue.
" ayah gak sangka kamu akan menjadi seperti mama kamu itu" ucap ibu tiri gue.
gue gak terima mama kandung gue di hina sama ibu tiri gue.
" jangan sekalipun lo hina mama gue " teriak gue. setelah gue teriak ayah gue nampar gue lagi sampai gue jatuh.
"plakk".
" ayah...hiks " ucap gue melihat ayah.
" jangan bentak ibu kamu" teriak ayah.
"tapi...yah....dia ngehina...." ucap gue tapi dipotong sama ayah.
"siska gue gak nyangka lo seperti ini. mulai sekarang lo bukan tunangan gue lagi " ucap brayen. setelah itu brayen pergi dari situ.
" cukup. anak dan ibu sama sama jal*ng " teriak ayah. setelah itu ayah keluar. sebelum keluar ayah menyuruh sia untuk membawa gue pulang kerumah.
...----------------...
setelah sampai rumah gue marah sama shia karena gue ingat kalo dia yang bawa gue ke tempat itu.
"shia lo kan yang bawa gue ke hotel itu" teriak gue.
"gak kak gue kemarin pergi sama teman teman gue" kata shia dengan muka sedih.
" jangan bohong lo. lo sendiri yang ngajak gue pergi untuk ngerayain pertunangan gue"
"gak ada gue ngomong gitu kak. gue pergi dengan teman teman gue sampai jam 10.00 malam terus gue pulang. kalo lo gak percaya lo bisa lihat di media sosial gue. gue ngunggah video dan foto bareng teman teman gue".
__ADS_1
gue ngeluarin smartphone gue dan buka media sosial. dan setelah itu gue terkejut ternyata yang di ucapkan shia benar. dan saat gue mau ngomong lagi ayah gue nampar gue.
" brkaa"
" ayah...hh" isak tangis gue.
"cukup siska kamu yang salah jangan ngelibatin adik kamu"bentak ayah gue.
gue nagis disitu dan saat gue ngangkat muka gue lagi gue ngelihat senyum samar di wajah shia yang tepat berdiri di belakang ayah gue. gue marah dan bentak shia.
" puas lo shia jal*ng" bentak gue.
" kenapa... kak, shia kan... hiks... gak ada ngapa ngapain kak..." tangis shia.
dan saat dia nangis gue kesal bangat dan gue nampak shia.ayah gue marah banget dan mendorong gue sampai jatuh dan dia manggil kepala urusan rumah tanggal (pak sio) untuk ngunciin gue dikamar dan gak boleh keluar.
(pak sio dibawa ibu kandung gue saat dia hamil. dan mempekerjakan pak sio di rumah gue. sebelum ibu gue pergi ninggalin gue dia nitip gue ke pak sio untuk ngejagain gue. pak sio ini dia orang yang baik dan dia satu satunya orang yang baik ke gue setelah ibu tiri dan adik tiri gue datang dan ngehancuran hubungan gue dan ayah gue. pak sio sekarang berumur sekitar liman puluh tahun).
pak sio bawa gue ke kamar dan dia ngobatin bekas luka akibat tamparan ayah gue tadi. dia juga tau kalo ibu tiri dan adik tiri gue itu jahat ke gue. tapi apa yang bisa dia lakuin dia cuman kepala urusan rumah tangga. dia hanya diam dan ngebantu gue diam diam. gue juga gak mau ngerepotin dia dan gue juga ngerti posisi dia.
dia punya anak yang sekarang kerja magang di korea. dia masih harus biayai hidup anaknya di sana. anaknya itu sahabat gue dan teman masa kecil. gue dia sering datang kerumah dengan pak sio untuk main sama gue.
...----------------...
balik ke waktu sekarang.
" ya gue baik baik aja pak'' kata gue senyum tipis ke pak sio.
setelah pak sio ngobatin luka gue. dia ninggalin kamar gue dan gue pun istirahat.
" ya tuhan kenapa gue mengalami semua ini. apa kesalah yang gue lakuin selama ini. ayah gue semakin benci sama gue dan tunangan gue putusin gue. sekarang gue udah gak punya siapa siapa lagi. gue masih bisa hidup didunia ini lagi " batin gue saat gue mau tidur.
...****************...
beberapa minggu kemudian
" gue kok beberapa hari ini mual terus ya. uuuueeeek..." gue lari ke kamar mandi di kamar gue.
"uuuueeeekkk"
"haaaah. kenapa ya gue tiba tiba pusing" ucap gue setelah keluar kamar mandi dan berjalan ke kamar.
"bruuk" gue pingsan di dekat tempat tidur. gak lama kemudian pak sio datang ke kamar gue untuk bawain makan siang karena gue masih di hukum ayah gue.
" tok. tok. tok. non waktunya makan siang" pak sio masuk kamar gue dan dia terkejut liat gue pingsan di dekat tempat tidur.
"astaga nona" teriak pak sio.
__ADS_1
dia langsung manggil dokter pribadi keluarga gue (nama dokternya kian dia dokter yang juga membantu ibu kandung gue saat ngelahirin gue).
setelah dokter datang dan gue di impus gue perlahan bangun.
" dok ada apa dengan nona siska".
" nona hanya kecapekan dan haris banyak makan yang bernutrisi tinggi" kata dokter.
" uuhh" gue perlahan bangun dan ngelihat pak sio lagi bicara dengan dokter kian.
" pak sio" panggil gue.
"aah. nona telah bangun" ucap pak sio dan dokter bersamaan.
" ada apa dengan saya dok. beberapa hari ini saya mual terus dan pusing??"tanya gue.
" nona hanya kecapekan dan saya punya berita bagus untuk nona" kata dokter kian.
"berita apa dok" tanya gue.
" selamat nona. kamu hamil. dan ini minggu ke 2 kamu hamil. nona jangan banyak bikitan duku agak tidak stres, dan ngebahayain kandungan nona" kata dokter kian.
"APA GUE HAMIL" gue teriak terkejut dan saat gue teriak ayah gue masuk ke kamar gue. gue terkejut saat dia masuk ke kamar gue.
" apa siksa hamil dok" tanya ayah gue.
" iya pak dan sekarang sudah masuk minggu ke 2 "ucap dokter kian.
ayah gue diam dan dia ngantar dokter kian keluar rumah dan setelah ngantar dokter kian ayah gue ibu tiri dan adik tiri gue masuk kamar gue. gue ngelihat wajah ayah gue yang sangat marah dan setelah ayah gue masuk dia nampar gue. gue terkejut dan nangis.
"SISKA KAMU TELAH MEMPERMALUKAN AYAH DENGAN KEJADIAN HARI ITU. DAN SEKARANG KAMU HAMIL ANAK BAJI*GAN ITU" teriak ayah gue sambil nangis.
"sekarang kamu gugurin anak itu dan anggap ini gak pernah terjadi atau kamu mau mempertahankan anak itu dan kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah kamuu ngaku kalo kamu anak ayah" kata ayah gue yang telah lemas setelah teriak teriak tadi.
" tapi ayah anak ini gak salah apa apa" ucap gue yang duduk di depan ayah gue sambil nangis dan ngelus perut gue.
"....."
tiba tiba ibu tiri gue berbisik ke ayah dan ayah langsing marah dan nampar gue.
"plakk".
"kenapa ayah nampar siska hiks...." gue nanggis sambil meganggin pipi gue.
apa yang terjadi dengan siska selanjutnya???.
jangan lupa vote dan komen ya 😙
__ADS_1