
Sebuah sepatu bermerk terkenal memasuki area gedung pencakar langit disana banyak para pegawai yang sudah siap membungkuk pada atasannya rahang tegas mata hitam yang tajam membuat kaum hawa ingin berhamburan memeluk tubuh tegapnya semua terpesona dengan salah satu CEO mereka yup dialah seorang anak dari keluarga OSRIC Dia memasuki lift dan mulai duduk disinggasananya.
"Tuan Muda,Gadis yang anda cari telah kami temukan identitasnya" ucap salah satu bodyguardnya
senyum miring tercetak jelas diraut wajahnya yang begitu tampan tak bisa dikatakan lagi wajahnya seperti seorang pangeran.
"Aku Memilihnya sehingga takkan ada yang bisa memilikinya selain aku" wajah bak iblis terlihat jelas diraut wajahnya yang tampan,jika diluaran sana semua wanita terpesona dengan wajah dinginnya namun tidak jika wajahnya telah berubah seperti iblis.
Flashback.
Setelah acara pesta keluarga Alexandra tak hentinya Penrod memikirkan gadis yang ia temui di acara kemarin.
"Siapa dia aku sungguh tidak bisa berpaling dari bayangan wajahnya" ucap Penrod
"Lareina Rika Goldie baru pertama aku mengenal nama itu,apa mungkin dia tidak menonjolkan diri?" batinnya.
"Aku harus segera mengetahui semua identitasnya!" batinnya
Penrod segera mengambil hp nya dan mengetik nomor seseorang.
*hallo yuan aku perintahkan kau cari identitas Lareina Rika Goldie!
__ADS_1
baik tuan
tutttt*
Flashback off
Tok
Tok
"Ya masuk!" ucap Penrod dengan kedua lengan dilipat membuat sekertarisnya menjadi salah tingkah berbeda dengan pandangan Penrod yang biasa saja.
"Katakan ada apa kau kesini?" tanya Penrod dengan dingin.
"Maaf tuan sedari tadi tuan Fann merengek ingin menemui anda" ucap sekertaris itu.
"Om pecatlah dia!!kau tau Fann sangat tidak menyukainya dia sok cantik dihadapan Om dan pura-pura lugu sedangkan tadi bersama Fann dia melotot seperti nenek hantu" Grutunya membuat Penrod menggeleng dan tersenyum.
"Kau dengar?mulai hari ini kau dipecat dan jangan pernah kembali lagi!" seketik sekertaris itu menjadi kalang kabut.
"M-maaf tuan tapi saya..."
"Diam dan cepat keluar dari sini!" seketik sekertaris itu keluar dengan
__ADS_1
sedikit ketakutan nyatanya lelaki yang ia sukai jika sudah marah sangatlah mengerikan
"Kau harus tanggung jawab karna Om sudah mengeluarkan sekertaris pribadi Om!" Ucapan Penrod dihadiahi gelengan.
"Tidak Om katakan dulu apakah kau sudah menemukan Tante cantik?" tanya Fann
"Sudah,dan Om tau semuanya lagian semalam barang Om ada padanya jadi sekalian jika kau ingin menemuainya!" Ucapan Penrod membuat Fann berbinar.
"Okok beri Fann waktu 3 hari mencari sekertaris dengan IQ tinggi,Fann janji" Penrod mengangguk tanda setuju.
.
.
.
Hari ini Lareina hanya sibuk dengan dokumen milik sang kakek karna mulai hari ini perusahaan dialihkan padanya.
"Lareina usiamu masih 22 tahun apa kau yakin bisa mengatasi semua masalah perusahaan,ibu takut kau akan terbebani" ucap Mireya
"Mau tidak mau Lareina harus menyelesaikan semuanya demi kakek dan nenek dan juga Rein tak ingin ibu terbebani jadi ibu bisa menjaga kakek nenek sesuai permintaan mereka" Mireya cukup bangga dengan semangat sang anak.jika biasanya anak tertekan jika ada masalah kedua orang tuanya berbeda dengan Lareina yang tetap semangat karna sekarang ia hanya cukup melihat kakek nenek dan dirinya.
"Berangkatlah,ibu akan slalu mendoakanmu" seketika Lareina merasa ada suara serak membuatnya menoleh dan ia tau sang ibu sedang menangis,ia pun memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Lareina menyayangi ibu"ucapnya dengan senyuman
Bersambung...