
"Fann?" ucap Lareina dengan senang,Fann memeluk dan mengecup Fann dengan senang.
"Reinnya Fann kenapa disini?" tanya Fann
"Ouh,Rein sedang bekerja" ucap Lareina
Seseorang dari jauh menatap interaksi mereka dengan tersenyum dan ia mendekat.
"Selamat pagi Nona Goldie" Sapa pria itu.
"Ah,siapa ya?" Tanya Lareina karna baru bertemu.
"Saya Papahnya Fann,nama Saya Stev Osric" ucapnya.
Deg.
Osric?_Batinnya
"Reinnya Fann kenapa diam?" Tanya Fann
"Ah,iya maaf kenalkan saya Lareina Rika Goldie"ucap Lareina berjabat tangan.
" Apakah anda keluarga tuan goldie?"tanya Stev.
"Ummm,saya cucunya" ucap Lareina,ia seharusnya tidak menyebutkan dengan lengkap dan ini menjadi masalah baru.
"Tenang saya tidak akan membuat anda rugi,lagian anak saya yang ingin menjumpai anda" ucap Stev membuat Lareina merasa lega.
__ADS_1
"Baiklah mari keruang saya tidak baik disini" ucap Lareina.
.
.
.
"Fann,tumben kau datang kesini ada apa?" tanya Lareina.
"Fann kangen Reinnya Fann,jadi kesini sekaligus Fann mau minta sesuatu sama Rein" ucap Fann.
"Apa yang kamu mau?asal Rein mampu apapun diusahakan" ucap Lareina.
"Ehh,kenapa gak minta sama papah aja kok jadi ngerepotin orang lain" ucap Stev tak terima.
"Ya terserah kau saja" ucap Stev mengalah
"Rein,Fann minta salah satu sekertaris disini kerja di perusahaan Om Penrod soalnya kemarin Fann udah janji tapi harus kadar IQ yang tinggi" ucap Fann.
"Hmm coba Rain cek dulu" ucap Lareina dan bergegas melihat semua data sekertarisnya namun saya dengan persyaratannya tidak ada yang masuk.
Apa mungkin ini kesempatanku_batin Lareina.
"Umm,Fann bagaimana jika Rein yang jadi sekertaris disana?" Tanya Lareina dengan senang..
"Hah?" ucap papah dan anak terkejut.
"Ya,karna kiteriamu tidak ada pada sekertarisku jadi akulah yang jadi sekertaris Om mu bagaimana?" tanya Lareina.
__ADS_1
"Boleh kok" angguk Fann senang jadi setiap ke kantor Om nya akan ada Lareina.
"Tapi Rein punya satu permintaan" ucap Lareina diangguki Fann.
"Jangan pernah kasih tau kalo Rein adalah orang yang pernah kalian temui Fann mengerti jadi agar Om kamu gak curiga" ucap Lareina.
"Kenapa?memang Rein gak mau sampe Om tau?" tanya Fann diangguki Lareina
"Baiklah" Angguk Fann.
Stev meminta untuk berbincang dengan Lareina dan Lareina setuju akan hal itu.
"Maaf sebelumnya tapi saya hanya ingin mengingatkan bahwa adik saya tidak seperti apa yang anda fikirkan" ucap Stev dan dibalas senyum.
"Saya tau itu,jadi saya akan berhati-hati sebenarnya saya juga akan melakukan sesuatu yang bisa menjadi bahan bukti disana" ucap Lareina menunduk.
"Maksud anda?" tanya Stev bingung.
"sebenarnya saya tau jika perusahaan Osric melakukan penggelapan uang diperusahaan ini tapi saya belum punya cukup bukti jadi saya yang akan langsung mencari bukti disana" ucap Lareina diangguki Stev.
"Ya saya juga sudah tau perkerjaan yang banyak disorot publik mereka tidak tau muka belakang Osric sedangkan Osric sendiri hanya menampilkan wajah depannya saja" ucap Stev.
"Ya,maka dari itu saya ingin semuanya menjadi benar dan begitu saya bergabung disana saya tidak akan kesulitan dalam mencari sesuatu" ucap Lareina.
"Hmm,semoga berhasil" ucap Stev diangguki Lareina.
Aku akan berusaha demi perusahaan kakek_lareina.
Bersambung...
__ADS_1