
"Maafkan Ayah yang tidak bisa membuatmu bahagia...maafkan ayah Rein" ucap Deon setelah menjauh.
Lareina keluar bersama keluarganya dan mereka pun dikejutkan dengan sebuah mobil mewah yang elegant membuat siapa saja menjadi terkejut,sang satpam mengangguk ketika lareina menanyakan mobil yang dititipkan ayahnya.
"Apakah benar ini mobil yang dititipkan tuan Deon?" tanya Lareina
"Ouh kau putrinya,ya beliau menitipkannya silakan kau gunakan ini hadiahmu" ucap satpam itu.
"Lareina kakek tak mengizinkanmu untuk menerimanya!" ucap Gibran
"Ayah tidak salah bukan jika Deon memberikan hadiah untuk putrinya?" tanya Mireya membuat Gibran menghela nafas.
"Aku takut jika suatu saat dia mengambil cucu kesayanganku" ucap Gibran
"Tapi Ayah kau tau Deon juga ayahnya dia tau mana yang baik dan tidak Rein pantas mendapat kebahagiaan" ucap Mireya
"Apa kau masih mencintainya setelah dia menghanjurkan kehidupanmu?" tanya Sonja.
"Tidak bu,Aku memang tidak menyukai hal yang sudah berlalu tapi aku tau Deon punya alasan yang tidak aku ketahui" ucap Mireya.
"Bu,kek,nek Rein ingin mencoba mobilnya" ucap Lareina.
"Kau belum mempunyai SIM biar nanti seseorang membawa mobilnya kerumah!" ucap Gibran.
"Ah begitu jika itu lebih baik Rein akan menuruti kakek" ucap Lareina dengan senyum.
.
__ADS_1
.
.
"Om kau tau Tante cantik itu sangat manis andai kata semut yang memakan gula tidak akan bisa membandingkannya dengan madu" ucap Fann membuat Penrod menggeleng.
"Keponakan Om dapat kata ini dari siapa aihh sangat manis" ucap Penrod.
"Dari buku yang diberikan paman supir" ucap Fann menunjuk supir yang sedang mengemudi.
"Jek apa kau yang memberikannya?" ucap Penrod dengan nada begitu dingin membuat Jek nampak gemetar.
"Y-Ya tuan" ucap Jek
"Besok kau kemasi barangmu,kesalahanmu sangat besar karna telah mengajarkan hal yang tidak seharusnya kau berikan!" perintah Penrod.
"Jika besok aku masih melihatmu maka aku akan melubagi perutmu hingga kau sulit untuk makan lagi!" Penrod kembali pada keponakan kesayangannya.
"Kejam sekali,tapi uang gajiku akan hilang bersama ditelannya pekerjaanku" ucap Jek dengan nada pelan
"Apa kau sedang mengataiku hah?" ucap Penrod dengan nada tinggi
"Tidak tuan"
"Om apa bisa Fann bertemu Tante cantik lagi?" tanya Fann
"Hmm..Om tidak tau Fann karna jika benar Om tau siapa dia bisa saja Om memberi tahunya" ucap Penrod.
Fann merangkak dan mengecup pipi kanan kiri Penrod dan tersenyum dengan wajah penuh harapan.
__ADS_1
"Om kau sangat tampan dan baik,Fann akan mengabulkan apapun yang om mau asal om mau bantu Fann bertemu tante cantik lagi" Ucap Fann membuat Penrod hanya bisa menghela nafas.
"Baiklah Om akan membantumu tapi jika benar Om menemukannya kau harus berjanji akan memenuhi keinginan Om" ucap Penrod.
"Aku anak dari Ayah Stev Osric jadi om tidak perlu khawatir dengan itu" ucap Fann membuat Penrod tersenyum.
.
.
.
"Nah kita sudah sampai kau pulanglah ayahmu pasti mencarimu jika lain waktu bisa bertemu katakan aku ingin bicara dengannya!" ucap Penrod diangguki Fann
"Siapp Om" ucapnya dan berlari menuju rumah.
"Tante cantik...hm...rupanya baru kali ini Fann membicarakan orang yang belum dikenalnya" ucap Penrod dalam hati
.
.
.
"Malam ini kita akan menghadiri acara ayahmu apa kau siap?" tanya Mireya.
"Ya bu,Rein sudah siap jadi tidak usah ditanyakan kembali" Lareina pun mengenakan pakaian yang cocok dengan Fashionnya.
Bersambung....
__ADS_1