Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
(KM)20


__ADS_3


"Tidak usah kaget aku asistenmu namaku Four" ucapnya berjabat tangan dan dibalas Lareina.


"Ah begitu baiklah aku akan mengingatmu" ucap Lareina senang.


"Terimakasih,jika perlu sesuatu kau bisa memanggilku aku akan membantumu" ucap Four.


"Hmm,baiklah" ucap Lareina.


Tanpa mereka sadari seseorang datang yaitu CEO disana siapa lagi kalau bukan Penrod.


"Jika mau pacaran disini bukan tempatnya" ucap Penrod datar sungguh Lareina sangat bingung dengan sikapnya yang banyak sekali.


"Maaf tuan saya hanya mengenalkan diri padanya" ucap Four.


"Saya tidak minta penjelasanmu" ucap Penrod membuat Four bungkam entah kenapa Penrod tidak suka jika sekertaris berunya ini banyak didekati lelaki walau ia merasa ilfeel dengan penampilannya tapi hatinya tidak begitu.


"Selesaikan dengan cepat pekerjaanmu,kita harus berjumpa dengan klien!" ucap Penrod diangguki lareina.


.


.


.


beberapa menit kemudian...


mereka sedang didalam mobil dan nampak keheningan membuat Penrod memainkan musik tak lama ia merasa bosan dan mematikannya,ia tidak suka sunyi jika begini,karna biasanya sekertarisnya caper padanya membuat dia tidak canggung tapi beda dengan yang satu ini.


"Apa kau tidak ingin..." sebelum berkata Lareina memintanya berhenti.


"Hentikan mobilnya!!" ucap Lareina.


"Hei..."


"Kubilang berhenti!!" dengan segera Penrod menghentikannya dipinggir jalan dan menatap Lareina yang keluar dengan tergesa gesa.

__ADS_1


Ia terus menatap kepergiannya dan ia melihat Lareina membantu seorang nenek menyebrang tak disangka ia tersenyum tipis.


"Gadis bodoh,dia membentakku hanya demi nenek tua itu" ucap Penrod.


.


.


.


Lareina pun memasuki kembali mobilnya dan meminta maaf karna membuat Penrod menunggu.


Akhirnya mobil kembali berjalan.


"Apa kau ingin membuatku marah menunggu lama aku tak ingin semua ini terjadi lagi!!" ucap Penrod diangguki lareina.


.


.


saat memasuki Cafe terlihat orang yang ia kenal yaitu ayahnya sendiri yaitu Deon.


"Selamat siang tuan Alexandra" ucap Penrod dan dibalas jabatan tangan Deon.


"Selamat siang,silahkan duduk!" ucap Deon.


"Jadi kenapa anda meminta pertemuan hari ini?" tanya Deon.


"Tidak ingin berbasa-basi,bagaimana dengan rencana kerja sama antara perusahaan Osric dengan Goldie?" tanya Penrod.


"Akan selalu terjalin" ucap Deon


"Benarkah tapi ternyata anak buahku berkata bahwa perusahaan Golden berusaha mencari tau perusahaanku itu sama saja dengan penghinaan bahwa perusahaan Golden tidak mempercayaiku" ucap Penrod.


"jelas saja memang kau itu licik" batin Lareina.


"Ah,saya tidak pernah memantaunya kalau begitu maafkan saya,mungkin ada kesalahan" ucap Deon.

__ADS_1


"Ayah memang bodoh atau bagaiman tidak jelaskah bahwa dia merencanakan sesuatu" batin Lareina.


"Baiklah kalau begitu saya ingin anda menandatangani kerja sama ini!" ucap Penrod.


"Baiklah" Deon mengambil berkas itu dan akan menandatangani seringai terpampang jelas di bibir Penrod.


"Tunggu bukannya perusahaan Golden telah memiliki CEO pengganti jadi Tuan Deon tidak memiliki hak apapun" ucap Lareina.


"Kau ini siapa ikut campur urusanku" Ucap Deon marah.


"Kau tau sesuatu?" Tanya Penrod.


"Saya dengar perusahaan Golden punya CEO baru dan itu langsung diangkat oleh tuan Goldie sendiri" ucap Lareina membuat Alexandra semakin emosi.


"Oh kau mencoba menipuku tuan Alexandra?" tanya Penrod.


"Tidak saya...."


"Kerja sama kita cukup sampai disini karna saya sendiri yang akan menemui CEO baru perusahaan Golden" ucap Penrod.


"Tunggu..."


"Permisi" ucap Penrod


"Siapa dia,Sial kerja samaku dengan perusahaan besar berhenti" menggebrak meja.


"Ayah kau buta oleh kekuasaan" batin Lareina.


**Bersambung...


Jangan lupa Vote,like,rate,coment😘**


Terimakasih sudah mampir semoga kalian suka dengan ceritanya Author berharap readers bisa menghargai cerita ini


Author berharap kalian minat menunggu kelanjutannya,terimakasih


see you😘

__ADS_1


__ADS_2