
Lareina segera membuka helm dan segera bertanya pada rsepsionis keberadaan Penrod.
"Maaf,rapat perusahaan Osric tadi apa masih belum dilaksanakan?" tanya Lareina dengan nafas tak beraturan.
"Maaf rapat baru saja selesai,mungkin 5 menit yang lalu." ucapan itu membuat Lareina terkejut.
"Apa,mana mungkin bukannya ada waktu 10 menit lagi?" tanya Lareina dengan bingung.
"Maaf semuanya sudah membubarkan diri jadi rapat telah selesai,jika tidak percaya anda bisa cek kesana!" Dengan cepat Lareina berlari dan benar saja semuanya telah kosong.
Kini amarah Lareina pada Bos bodohnya itu kian memuncak ia merasa dibodohi.
"Penrod bodoh!!!" Teriak Lareina
Dilain tempat saat Penrod meminum tehnya ia pun terbatuk.
"Uhuk..."
"Kau tidak papa pak?" ucap Four karna kaget padahal bosnya itu tidak biasanya ia terbatuk padahal keadaanya tidak sedang mendengar hal buruk.
"Sepertinya ada yang mengumpatku." ucap Penrod membuat Four bingung.
"Siapa?" ucap Four yang masih memegang berkasnya.
Brakkk
Penrod dan Four yang mendengar pintu terbuka dengan keras membuat mereka beralih melihat kearah tempat.
"Siapa disini yang bernama Penrod???" ucap Lareina yang masih menundukkan kepala.
Penrod sendiri terkejut karna Lareina tiba-tiba datang dengan wajah penuh emosi,tanpa sadar Penrod mengangkat lengannya dengan wajah kaget.
Lareina membenarkan kacamata bulatnya dan berjalan kearah Penrod dengan tatapan tajam,semuanya hening...
"APA KAU GILA MEMINTAKU DATANG DAN KAU SUDAH PERGI DARI SANA DASAR BOS GILA!!!" teriak Lareina,tanpa bisa ia tahan.
Seketika Penrod terdiam saja begitu selesai dengan keheningan,Penrod akhirnya paham.
"Untuk itu..."
Tlak
Lareina menjitak kepala Penrod.
"Hey beraninya kau..." Penrod menunjuk Lareina.
"Apa aku cantik,memang ia.Sekarang kenapa kau berbohong Bos ku yang aneh setelah ini aku undur diri kau sangat tidak bisa tepat janji!!" ucap Lareina segera pergi dari sana.
Ouh tidak jika dia pergi mungkin aku tidak bisa berkonsentrasi bekerja
"Maaf,aku tadi lupa mengabari jika semua bisa teratasi tanpa berkas itu karna aku sudah mengingatnya." ucap Penrod dengan masih memegang lengan Lareina.
Seketika Lareina menatap lengannya dan Penrod melepasnya dan mengalihkan atensinya.
"Baik jika itu alasannya aku memaafkanmu bos jika terjadi lagi aku akan undur diri." ucap Lareina.
Sebenarnya yang bos Lareina apa apa Penrod_batin Four.
Dalam hati Penrod merasa lega sekertarisnya yang ber IQ tinggi tidak jadi keluar dari perusahaannya,memang ia sangat kagum dengan ke jeniusannya dalam menerapkan semua bidang.
Sedari tadi Four tak hentinya ingin tertawa dengan sikap bosnya yang seperti suami takut istri.
__ADS_1
"Kau ingin menertawakanku hah!!" seketika sikap pembunuhnya terlihat lagi jika tidak didepan Lareina.
"Hebat sekali Lareina bisa mengalahkan kekejaman pak Penrod." batin Four.
"Kau membicarakanku lagi akan kupotong lehermu dengan gragaji mesin!" ucap Penrod dengan tajam.
Glek
"Kenapa harus aku yang berada disini." ucap Four membatin.
"Jika kau tidak mau disini pergilah aku bisa mencari pengganti yang lain." ucap Penrod dengan wajah santai.
"Ah,saya bercanda kok." Dengan wajah ketakutan.
.
.
.
"Wajahmu memerah karna malu atau kesal?" tanya Amona.
"Kesal,marah,emosi dan ingin membunuh seseorang." seketika Amona menjauh.
"Aku masih menunggu hari pernikahanku jadi jangan jadikan aku sanderamu!" ucap Amona.
"Aku bercanda kok." dengan senyum dibibirnya.
"Jadi,kau kenapa?" tanya Amona.
"Aku kesal tadi bos menyuruhku mengantar berkas untuk rapat saat tiba disana ternyata dia sudah selesai rapatnya kau bayangkan aku ngebut dijalan dan berlarian saat tiba hanya ada anak itik berjalan dihadapanku, kesalkan!" ucap Lareina dengan nafas beratnya.
"Pak Penrod memang begitu Reina,dia itu tipikal orang yang keras kepala terus juga ingin menang sendiri." ucap Amona.
"Ya sudah hampir 10 seketaris yang ia pecat dan tersisa aku dan Four saja yang bertahan,namun saat kau datang walau kau berpenampilan biasa dan sikapmu kelewat batas tapi entah kenapa malah pak Penrod tidak mau kau jauh." ucap Amona.
"Tidak ada yang bisa menolak pesonaku bukan?" dengan percaya diri.
"Kau jelek mana mungkin pak Penrod suka." ucap Amona.
Aku tau kau jujur tapi sayang tidak di flaster dulu
"Eh tapi tunggu,sepertinya kau cantik jika mengubah penampilan,dan mirip seperti CEO...." Saat Amona ingin membuka kacamata Lareina seseorang datang.
"Heh,kalian lagi ngapain??" ucap Four dengan tiba-tiba membuat Amona terkejut.
"Kau ini sangat suka membuat orang jantungan!" ucap Amona.
"Ouh ya,kalian lagi ngapain?"tanya Four.
" Tidak,ini masalah cewek kau tidak perlu tau."ucap Amona.
"Kau berani menyembunyikan sesuatu dariku??" seketika Amona salah tingkah dengan nada menggoda Four.
"Umm tidak aku hanya bilang jika Reina cantik jika tidak menggunakan penampilan ini,seperti nyonya Lareina pemimpin perusahaan Goldie." ucap Amona membuat Lareina dan Four kaget.
"Eh tunggu namamu..." sebelum melanjutkannya Four menggandeng lengan Amona.
"Apa kau mau makan siang bersama,aku lapar." seketika Amona mengangguk dan melupakan perkataannya tadi.
"Aku pergi dulu ya." ucap Amona semangat dan diangguki Lareina.
__ADS_1
"Huft,untung." sambil mengelus dada.
"Untung apa?" Ucap pria yang tak lain bosnya.
Dia tuh kaya hantu aja,selalu muncul
"Ouh tadi staf keuangan baru saja menyerahkan data keuntungan perusahaan dan ya saya tadinya ingin memberikan langsung pada bos." ucapan Lareina hanya dibalas anggukan.
"Apa kau sudah makan?" tanya Four.
Lareina hanya menggeleng.
"Kalau begitu sekalian temani saya makan!" Penrod segera pergi tanpa menunggu Lareina.
saat Lareina hendak menyusul ia menyenggol seseorang.
Brukkk
"Maaf." ucap Pemuda itu.
"Tidak apa," Balas Lareina sesopan mungkin.
"Ouh ya kenalkan namaku Fauji Rendian panggil Fauji saja." ucapnya dengan ramah.
"Aku La...um maksudku Reina kau panggil Rein juga boleh." ucap Lareina.
"Ngomong-ngomong kau bagian mana?" tanya Fauji.
"Sekertaris pribadi." ucap Lareina.
"Sangat beruntung pasti IQ mu tinggi ya?" dengan ramah.
"Ya,kau sendiri?" dengan senyum menawan.
"Aku bagian keuangan kalau begitu sampai ketemu lagi aku harap kita bisa menjadi teman." ucap Fauji diangguki Lareina.
Dia pria yang baik
Saat itu Penrod sudah ada disana.
"Kalian mau pacaran,dan kau Reina bukannya pacarmu Four kau ini tidak setia sekali." ucap Penrod membuat Lareina membulatkan mata.
"Maafkan saya Pak." ucap Fauji menunduk.
"Kau akan berurusan denganku nanti!" ucap Penrod dengan sorot mata tajam
"Baik pak." Fauji segera melenggang pergi.
"Kau ikut aku sekarang!!" Penrod pun menarik lengan Lareina, membuat Lareina menjadi bahan sorotan semua orang di kantor.
Nasibku begitu buruk dengan lelaki gila ini
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.
terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊