
"Untuk apa kau disini?" dengan datar.
"Bos bilangkan dokumennya harus diantar kesini dan baru saja saya datang kesini tapi bos sudah kembali" ucap Lareina memalingkan wajah.
pernod mendekat pada Lareina dengan perlahan membuat Lareina membulatkan mata kaget.
"B-bos mau apa?"ucap Lareina terbata-bata badannya sontak gemetar karna Penrod semakin mendekat ia pun memejamkan matanya terasa hembusan nafas menerpa kulit wajahnya.
" Kau kenapa heh?berharap aku menciummu yang bau comberan.Maaf nona saya hanya ingin mengambil laptop dibelakang nona"ucap Penrod dengan meledek.
"Dasar Om tua,kau fikir aku mandi pake comberan apa?kau tau parfumku dari Prancis!!" ucap Lareina marah tak terima.
"Kau hanya bawahanku karna bersyukur IQ mu tinggi sehingga lolos mana aku percaya kau beli parfum sejauh itu paling di perapatan ciamis jangan sombong deh" Penrod menyilangkan kedua lengannya didepan dada sedangkan lareina membuka mulutnya dengan jawaban Penrod yang tumbennya panjang.
"Kau ini...arrgghh sudahlah untung kau bos disini jika tidak aku akan meyeretmu atas tindakan mencoreng nama parfum!!" ucap Lareina kesal.
"Eh yang ada saya yang akan membawamu ke pengadilan atas tindakanmu yang keterlaluan!" ucap Penrod.
"Apa..."
Cklek.
"Ada apa baru pagi begini sudah bertengkar layaknya pasangan" ucap seseorang.
Penrod dan Lareina pun menatap kearah sumber suara dan mereka terkejut apa lagi Penrod.
"Mama?" lirihnya.
"Ny.Azela??" panggil Lareina ia pun menunduk karna malu.
"Tidak perlu seperti itu panggil saya Tante saja lagian sepertinya putraku dekat denganmu" ucap Azela menatap keduannya.
"TIDAK!!" Jawab mereka bersamaan.
"Eh,kenapa?" tanya Azela mengangkat sebelah alisnya.
"KAMI SEBATAS REKAN KERJA" ucap mereka bersamaan dan saling menatap tajam.
"Benar??" goda Azela.
"YA,HANYA ATASAN DAN BAWAHAN" Lareina menatap kesal begitupun Penrod.
"KAU MENGIKUTIKU!!"ucap mereka
"KAU"tunjuk Lareina
"KAU"Tunjuk Penrod.
" Sudah apa mau terus seperti ini jika kalian terus seperti ini kalian akan membuat perusahaan hancur"ucap Azela menenangkan.
"TIDAK BOLEH"Azela terkekeh dengan tingkah mereka berdua.
Karna kesal Lareina memukul lengan Penrod dan si empunya hanya menatap Lareina kesal sambil mengelus lengannya yang dipukul pelan,Lareina pun beranjak pergi.
"Tante saya permisi dulu"Ucap Lareina sopan dan diangguki Azela.
" Tentu"Balas Azela.
.
.
__ADS_1
.
.
"Mama kenapa kesini?" tanya Penrod menatap Azela penuh pertanyaan.
"Apa tidak boleh Mama menginginkan dekat dengan anaknya?" ucap Azela.
"Bukan begitu tumben saja biasanya Mama selalu bersama kak Stev saja" balas Penrod segera duduk didepan laptopnya.
"Apa Mama kurang memperhatikanmu juga,maafkan Mama" Azela mengelus kepala Penrod dengan lembut.
"Mama gak salah Penrod disini yang salah,tidak seperti kak Stev yang meluangkan waktu untuk Mama.Sedangkan Penrod hanya sibuk di depan layar monitor tidak ingat akan mama yang selalu merindukan Penrod" ucap penrod memeluk mamanya.
"Kau akan tau setelah kau jatuh cinta" ucap Azela.
"Mama....kenapa kalian sama saja kemarin kak Stev berkata itu sekarang Mama" ucap Penrod.
"Malam ini pulang ya mama ada kenalan seorang gadis" ucap Azela.
"Tidak,apa perjodohan lagi berapa kali pun penrod akan menolak mereka.semua wanita hanya ingin uang harta kekayaan dan boros Penrod benci wanita seperti itu" ucap Penrod.
"Tidakkan untuk gadis tadi,umm sekertarismu ya aih jangan-jangan kalian ada hubungan?" tanya Azela.
"Siapa bilang,Penrod mencari wanita sempurna Ma" jawabnya.
"Tidak ada wanita sempurna kecuali wanita yang mencintaimu tulus apa adanya,dan tidak ada wanita sempurna sedang dia menatapmu hanya lewat mata bukan hati" ucap Azela.
"Pernah kau merasakan jantungmu berdebar wajahmu memanas dan umm...kau merasa kagum padanya?" tanya Azela.
"Gadis itu..." Lirih Penrod dalam hayalan kepalanya tak disadar Azela mendengar itu.
"Gadis mana?" tanya Azela membuat Penrod sadar.
"Kau mengusir Mama?huh anak durhaka" kesal Azela.
"Mamaku my love my dream my hope and my my pulang ya Penrod lagi banyak pekerjaan" ucap Penrod memohon.
"Bilang saja Mamamu bawel hingga kau tega mengusirku anak durhaka" dengan wajah menatap arah lain.
"Bukan begitu,hari ini pekerjaan Penrod banyak jadi tidak ada waktu lebih lama bersantai" ucap Penrod.
"Huh,tidak ada alasan dengar mama marah padamu ya!!" ucap Azela menunjuk dan hendak pergi.
"Huh,baiklah malam ini jam berapa?" tanya Penrod menghembuskan nafas ia tidak mau mamanya merajuk.
"Pukul 9 malam" ucap Azela menyunggingkan senyuman dan diangguki Penrod.
"Baiklah"
"Terimakasih anak Mama yang Tampan" ucap Azela dan ia menatap kearah meja kerja Lareina kemudian tersenyum.
"Calon menantu kita akan bertemu lagi" batinnya sambil terkekeh.
"Apa ada yang lucu sehingga mama tertawa sendiri dan tidak pergi?" tanya Pernod.
"Tak seburuk itu,mama akan pergi sebelum kau seperti iblis" ucap Azela dan menenteng tasnya dan pergi berjalan dengan berwibawa.
"kenapa mamaku berbeda dari mama lainnya" pijatnya pada pangkal hidung
.
.
.
__ADS_1
.
Tlittt.
Hallo Nona
Hetta?kenapa kau menelphoneku,aku sedang bekerja
gawat nona beberapa orang datang dengan menagihkan beberapa perjanjian yang belum dilaksanakan.
Apa??baiklah aku akan segera kesana.
Baik Nona.
tlittt....
Lareina segera merapihkan bajunya saat ia berdiri ternyata seseorang didepannya sudah berdiri sehingga kepalanya membentur dada bidang lelaki itu Lareina mendongkak dan terkejut.
Deg
Apa dia mendengar percakapanku??
"B..Boss" Ia pun menunduk.
"Mau kemana hah?" tanya Penrod dengan suara berat.
"Itu...anu...ada beberapa tugas yang harus saya kerjakan jadi saya izin keluar sebentar" ucap Lareina.
"Apa kau bekerja ditempat lain?" menatap dengan mengintimidasi.
"A-a tentu tidak" balas Lareina gugup.
"Hmm,apa aku bisa percaya itu?" tanya Penrod mengitari lareina.
"Ya" Jawabnya spontan.
"Baiklah aku akan antar kau" ucap Penrod membuat Lareina membulatkan mata.
"Tidak usah karna tugas ini saya akan pergi bersama...umm..Four ya bersama asisten saya" ucap Lareina
"Baiklah setengah jam kau sudah harus disini lagi jika aku tidak menemukan batang hidungmu siap saja hukumanmu bersama Four" ucap Penrod diangguki Lareina
"FOUR!!!" Teriak Penrod membuat Four yang sedang menyeduh kopi menumpaknannya.
prangg
"Apa-apaan kau ini ceroboh sekali,dengar kau harus antar Lareina dan jangan pergi kemanapun sesuai tugas kalian!!" perintahnya.
"Baiklah" Angguk Four.
"Untung sibodoh ini percaya" batin Lareina
"Huh untung tidak digantung mati biasanya mecahin Vas juga langsung di pecat" Batin Four sambil menghela nafasnya.
"Kita akan kemana Rein?" tanya Four
"Yang jelas aku akan memberi taunya dimobil" ucap Lareina dan diangguki faham oleh Four.
"Baiklah" jawabnya.
Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.
terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊
__ADS_1