Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
KM-23


__ADS_3


"Huh untung tidak digantung mati biasanya mecahin Vas juga langsung di pecat" Batin Four sambil menghela nafasnya.


"Kita akan kemana Rein?" tanya Four


"Yang jelas aku akan memberi taunya dimobil" ucap Lareina dan diangguki faham oleh Four.


"Baiklah" jawabnya.


~~


Sesampainya ditempat tujuan...


Citttt...


"Loh bukannya ini perusahaan Golden?" tanya Four bingung.


"Yup ini perusahaan Golden" ucap Lareina membuat Four penasaran.


"Kita kesini atas sepengetahuan Bos kan?" tanya Four membuat Lareina terdiam.


"Dia tidak tau" ucap Lareina biasa saja membuat Four membulatkan mata dan hendak melaporkannya.


"Isshh apa kau bodoh,apa kau mau dihukumnya?waktu kita hanya setengah jam!" Lareina kesal dengan tindakan Four.


"Ouh oke,tapi kau jelaskan dulu kenapa kita bisa sampai disini?kau tau kan perusahaan ini adalah salah satu saham kerjasama Osric" ucap Four.


"Tidak ada waktu untuk kali ini,kau duduk diam saja disini setelah selesai aku akan segera kembali jika ada waktu aku akan menceritakan semuanya padamu" Lareina segera keluar dengan terburu-buru.


....


"Nona,mereka sudah menunggu didalam" Ucap Hetta diangguki Lareina.


Cklek.


"Maaf saya lama" Lareina segera masuk setelah tadi mengganti pakaiannya.


ia segera memulai perbincangan dan 25 menit telah selesai membuatnya menghela nafas masih ada sisa waktu untuk kembali ke perusahaan Osric.


"Baiklah kerjasama ini akan terus berjalan namun perjanjian yang telah disepakati harus tetap dilakukan" ucap para Klien diangguki Lareina.


"Ya,sekali lagi kami minta maaf atas ketidak bijakan di perusahaan ini,tapi yakinlah bahwa semua akan berjalan seperti yang diharapkan" Setelah Bubar Lareina kembali ke mobil.


Four kaget dengan perempuan cantik yang tiba-tiba datang ke mobilnya.


"Ayo jalan!" pinta Lareina.


"K-Kau siapa?" tanya Four terbata-bata membuat Lareina segera menatap kaca spion dan terkejut.


"Jangan takut,aku Rein dan baru kau yang tau ini maaf aku belum bisa cerita kali ini jadi lebih baik kau rahasiakan siapa aku" Lareina segera turun dan berganti pakaian.


Four bernafas lega setelah melihat Rein telah kembali.


ia segera menjalankan mobil sambil berbincang tentang masalah tadi.


"Jadi kenapa kau bisa berubah drastis?" tanya Four sambil fokus menyetir.

__ADS_1


"Ouh aku adalah CEO golden dan aku punya misi di perusahaan Osric untuk mengungkap kejahatannya.dan hanya kau yang baru tau oleh karna itu bantu aku ya Four" pinta Lareina


Four masih dalam alam fikirnya tidak disangka rekan kerjanya adalah CEO.


"Ah ya tapi bukannya melakukan penyelusupan dan mata-matapun melanggar undang-undang?" tanya Four.


"Memang tapi aku tidak akan mengajukan kepengadilan jika semua terbongkar aku akan melakukan musyawarah bersama Penrod" ucap Lareina diangguki Four.


"Hm...aku mendukung mu" Balas Four membuat Lareina tersenyum bahagia.


"Terimakasih,dan saat pulang nanti bilang kau mengantarku bertemu klien lama" ucap Lareina diangguki Four.


.


.


.


Di perusahaan Osric....


"Kemana saja kalian sudah lebih 5 menit dari waktu yang ku tentukan?" tanya Penrod dengan suara yang tegas.


"Maaf tadi..." sebelum berbicara penrod menmotongnya membuat Lareina kesal.


"Four katakan kalian kemana?" tanya Penrod dengan sorot tajam.


"Klien lama meminta Lareina membahas kerjasama" ucap Four diangguki Penrod karna dia adalah kepercayaan Penrod.


"Tapi karna kalian telat untuk mu Four kerjakan beberapa salinan dokumen yang aku kirim lewat email setelah itu berikan padaku hanya hari ini harus dikerjakan jika tidak beres hukumanmu berlanjut sampai kau melakukannya dengan benar!" Penrod menatap Four datar.


"Baiklah" Four sudah punya firasat seberapa banyak tugasnya tapi ia tidak memikirkan itu,hanya penyelesaian cepat yang ia fikirkan sehingga ia segera pergi meninggalkan Penrod dan Lareina.


"Siapa yang menyuruhmu pergi hah?kau fikir kau siapa?!" tanya Penrod dengan lantang.


"Aku sekertarismu apa kau lupa?boleh aku membeli obat untuk otak karatanmu?" tanya Lareina biasa saja membuat Amarah Penrod memuncak.


"Beraninya kau berkata begitu padaku" Dengan cekatan Penrod mencengkram lengan Lareina membuatnya kesakitan.


"Le-pas!!" pinta Lareina namun Penrod segera membawanya ke ruangannya.


ia mendorong Lareina sedikit kasar sehingga Lareina membentur meja.


"Apa kau iblis hah?belum pernah karyawanku membangkangku apa lagi menyulut emosiku kau mau aku pecat hah?" Tanya Penrod.


"Silahkan,aku tidak keberatan hanya saja kau akan sulit mendapatkan sekertaris ber IQ tinggi sepertiku" ucap Lareina menatap tajam Penrod


"Sombong sekali kau Nona,banyak orang yang jelas lebih baik darimu menunggu dipanggil diperusahaan terkenal ini" Ucap Penrod dengan gaya angkuhnya.


"Huh siapa yang sudi jika mereka tau apa yang ada dibalik layar" Lareina kini menyunggingkan senyuman.


"Maksudmu?" tanya Penrod.


"Hanya orang Ber IQ tinggi yang mampu mencernanya" ucapan Lareina kini membuatnya benar-benar emosi.


"Pergi kau aku memecatmu hari ini juga!!" Dengan suara melengkin dan tatapan penuh emosi membuat Lareina cukup terkejut dan tersenyum.


"Baiklah,permisi karna perkiraanku takkan lama aku akan berada disini lagi" ucap Lareina keluar ruangan.

__ADS_1


"Sial,gadis itu sudah membuatku emosi" ucap Penrod.


Beberapa jam kemudian....


Brakkk


"Kalian tidak becus mengerjakan ini,aku meminta membuatnya dengan teliti dan apa ini pekerjaan yang penuh dengan kesalahan!!" Penrod kini memaki karyawannya.


.....


"Huh bos Gila aku yakin beberapa jam lagi dia akan memanggilku lagi" Gerutu Lareina ditengah jalan.


.....


"Maaf Bos ini pekerjaan Reina biasanya dia yang mengerjakan ini dengan rapi dan benar,kami tidak semampunya" ucap salah satu karyawan.


"Tidak becus!!" Penrod menghamburkan semua dokumen yang ia pegang dan menyisir rambutnya kebelakang dengan geram.


ia berfikir keras haruskah ia membawa wanita pembangkang itu kembali.


Beberapa menit ia pun sudah mengambil keputusan dan ia pun akhirnya lebih memutuskan menerima Lareina kembali.


"Dia pasti belum pulang" ucap Penrod segera menancap gas.


Disetiap trotoar dia menata jeli agar ia bisa menemukan Lareina dan ia pun berhasil dengan segera ia memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.


Brakk..


Sontak Lareina melotot karna lengannya tiba-tiba ditarik dan ia pun dimasukan kedalam mobil dengan tergesa-gesa.


"Kau gila,cepat turunkan aku!!" ucap Lareina memberontak.


"Tidak akan!!kau harus bertanggung jawab atas pekerjaanmu,kau sekertarisku!" ucap Penrod membuat Lareina tersenyum.


"Heh kau lupa,kau sudah memecatku" ucap Lareina mengejek.


"Ya aku tau maka kali ini aku mencabut kata-kataku" ucap Penrod.


"Huh Egois" batin Lareina.


"Maaf tadi aku tersulut emosi jadi tidak sadar atas apa yang aku katakan" ucap Penrod membuat Lareina membulat kaget benarkah seorang Penrod meminta maaf dengan tulus.


"Benarkah kau sudah menyadari itu?" tanya Lareina.


"Tentu,dan aku ingin malam nanti kau menghadiri acara bersamaku" ucap Penrod.


Deg...


"Apa?Acara?" tanya Lareina bingung.


.


.


bersambung...


Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.

__ADS_1


terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊


 


__ADS_2