Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
(KM)9


__ADS_3


Penrod Cukup Terkejut dengan wajah gadis yang ditunjuk kakaknya itu.



"Bagaimana cantik bukan?" goda Stev membuat Penrod kembali pada kesadarannya.


"hmm" Hanya deheman yang ditunjukkan Penrod.


"Tuan Penrod apa kau tidak melirikku?"ucap Poppy


"Maaf nona tapi kami datang bukan untuk mencari kekasih tapi untuk mencari para pembisnis" Ucap Stev mengejek membuat Poppy kesal


"Maaf tuan Stev tapi saya hanya berbicara dengan tuan Penrod.." Dengan langkah penuh ketegasan Penrod mendekati tuan Deon yang masih sibuk dengan pembicaraan bersama gadis yang baru saja ditunjuk kakaknya.


"Selamat malam Tuan Alexandra apa saya menganggu?" Seketika gadis maupun seseorang disebelahnya menoleh kesumber suara.


"Ah tuan Penrod maaf saya tidak fokus putri saya sedang bertanya sesuatu jadi saya..."


"Tidak perlu meminta maaf saya hanya ingin bersapa saja dengan anda" Ucap Penrod sesekali melirik gadis disampingnya.


"Kenalkan dia putriku Lareina Rika Alexandra" ucap Deon


"Sepertinya ada kesalahan mohon maaf,nama putriku Lareina Rika Goldie" ucap Mireya.


"Hm,Baiklah apakah kita pernah bertemu nona Lareina?" ucap Penrod.

__ADS_1


Deg


seketika Lareina terdiam ia masih ingat jika siang tadi ia bertemu dengan pria itu memang mungkin karna topi yang dipakainya membuat pria itu tidak mengetahui Lareina.


"Tidak" satu kata ragu membuat Penrod mengangguk dengan rasa masih tidak lega.


"Baiklah saya hanya memastikan saja jika itu anda" ucap Penrod.


"Mungkin yang anda cari mirip dengan saya sehingga anda menyalah artikannya" Ucap Lareina.


"Mungkin" Ucap Penrod.


Pesta dimulai tapi mata tajam tidak lepas dari Poppy dia selalu menatap tajam kearah Lareina tanpa mengerjapkan mata.


"Emasmu telah hilang karna tidak bisa mendapatkan perhatian Penrod malah dia seperti mendekati adik tirimu itu" ucap Jesicca


"Mom dia begitu handal dalam kepolosannya" ucap Poppy kesal


"Kau benar jika perempuan biadab itu bisa kenapa aku tidak" senyum semrik terpampang jelas di wajah Poppy


.


.


.


"Apa kau tau siapa Lareina itu?" tanya Penrod pada Stev

__ADS_1


"Kau menyukainya hmm,aku tau itu tapi kenapa tidak menanyakannya langsung saja?" ucap Stev meminum minumannya.


"Untuk apa jika kau tak tau tak usah berkata yang aneh-aneh" ucap Penrod kesal


"Aku hanya tau jika putri kandungnya itu sudah lama tidak tinggal disini semenjak tuan Deon menikah lagi,putrinya selalu datang ke kafe Coffe dan itu juga dengan sembunyi dan tidak menonjolkan dirinya dipublik sepertimu" ucapan Stev membuat Penrod bahagia sekaligus kesal,bahagia karna mendapat informasi baru walau tidak akurat tapi kesal karna ada kata tak mengenakkan diujungnya.


Poppy mendekat Kearah Lareina dia sengaja ingin menumpahkan minuman agar lareina segera pergi dari persta ini.Tanpa dia sadar dua mata elang masih menatap orang yang menjadi objeknya.


saat air itu hendak tumpah pada gaun Lareina sesegera mungkin Penrod menghalanginya sehingga airnya mengenai jas mahalnya.


"Oh yaampun aku tidak sengaja" ucap Poppy sangat terkejut.


"Singkirkan tanganmu dariku!" ucap Penrod dengan tegas


Lareina menatap heran dengan kejadian ini ia yakin jika pria dihadapannya ini telah menolongnya.


"Bisa kau buka jasmu!?" ucap Lareina ditatap heran Penrod tapi dengan cepat Penrod membukannya dan Lareina mengambilnya.


"Aku akan menyucinya terimakasih sudah menolongku" Lareina tersenyum membuat Penrod cukup terkejut dengan paras cantiknya.


"Ya" hanya dua huruf yang bisa diucapkannya tanpa mengalihkan pandangan.


"Sudah malam Kita pulang Rein,malam ini Kakek menjemput ibu tau mobilnya sudah Poppy minta padamu" dengan segera Mireya dan Lareina pergi.


Deon yang mendengar itu menatap Poppy dengan amarah yang memuncak entah apa yang terjadi setelah ini.


"Penrod acaranya hampir selesai Apa kau tidak ingin pulang?" tanya Stev.

__ADS_1


"Ah ya,tuan Alexandra kami pamit terimakasih atas jamuannya" semua pun akhirnya pulang satu demi satu.


Bersambung....


__ADS_2