Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
KM-29


__ADS_3

Setelah tiba di meja makan mereka pun memesan makanan yang ada banyak yang menatap Lareina iri mereka fikir jika Lareina adalah seketaris pilihan sehingga wajar saja dia disamping Penrod,tapi ada pun yang tidak suka akan hal itu.


Saat Four hendak menyuapi makanan kemulutnya tiba-tiba ia menutup kembali.


"Ada apa?" tanya Amona bingung.


"Lihat,pak Penrod makan disini sungguh langka bukan, biasanya dia makan di ruangannya yang membosankan." ucap Four.


"Apa kau tidak merasa jika kehadiran Reina mengubah sifat pak Penrod?" tanya Amona sambil menyeruput juice nya.


"itu benar aku juga merasakannya,dia tipikal lelaki yang sulit didekati." ucap Four.


"Semoga saja Reina bisa mengubah sikap keras pak Penrod." ujar Amona.


"Ya." balas Four dan kembali memakan makanannya.


"Bos,kenapa banyak yang menatap kita?" tanya Lareina penasaran.


"Biarkan saja,saya tidak perduli." ucap Penrod dengan acuh.


"Membosankan." balas Lareina kembali menyantap makanannya.


"Apa??" tanya Penrod yang samar-samar mendengar perkataan Lareina.


"Tidak bos." geleng Lareina.


"Ouh ya sebenarnya saya ingin jujur padamu." ucap Penrod menatap Lareina dengan serius membuat Lareina semakin gugup.


"Apa bos?" tanya Lareina.


"Saya..."


"Saya ingin meminta saus nya tapi tidak berani kesana disangka saya tidak punya uang,kau belikan ya!" pinta Penrod dengan senyum kudanya.


Lareina memutar bola matanya malas,ada-ada saja jika benar kenapa harus meminta dengan seserius itu.


"Baiklah saya akan ambilkan." ucap Lareina.


Saat Lareina pergi seorang wanita duduk tepat dihadapan Penrod yang sedang menunggu sekertarisnya itu.


"Pak,saya ingin mengungkapkan rasa suka saya,apa bapak menerima saya?" ucap seorang wanita dengan seberani mungkin.


"Saya tidak minat." ucap Penrod.


"Bapak masih suka perempuan kan?" tanya wanita itu.


"Kau meragukanku hah berani sekali?!" dengan nada tinggi membuat wanita itu gemetar.


"Nih bos." Lareina menyodorkan saus itu dan dengan segera Penrod menarik Lareina kepangkuannya,membuat Lareina sangat kaget.


"Lihat inilah gadisku,kau jangan meragukanku lagi setelah ini!!" ucap Penrod membuat Lareina sangat terkejut bukan main.

__ADS_1


"Hah???apa bapak tidak salah berbicara,wanita kampungan ini mana selevel dengan bapak." ucapnya dengan wajah yang tak suka.


"Tidak gadisku yang terbaik,dan dengar semuanya yang disini lelaki manapun yang mendekatinya langkahi aku dan siap-siap menerima konsekwensinya!!" teriak Penrod tanpa ragu.


Lareina segera pergi dan Penrod segera menyusulnya.


Plakk


"Apa kau gila,berbicara seperti itu.kau akan menyesal setelah ini karna aku membencimu dengan seenaknya kau mengatakan itu." ucap Lareina dengan emosi.


"Jika aku benar menyukaimu apa kau keberatan?" tanya Penrod dengan rasa gugup namun tetap saja menampilkan wajah dinginnya.


"Jelas,besok aku akan mengundurkan diri dari sini dan sampai kapanpun kau akan menjadi lelaki yang paling menyebalkan!" Lareina segera pergi tanpa menoleh pada Penrod.


"Apa aku keterlaluan padanya,padahal aku ingin sekali dia bersamaku." ucap Penrod dan ia segera menelphone seseorang.


Setelah selesai membereskan barangnya Lareina segera pergi namun satpam mencegahnya.


"Nona tidak boleh pergi,kami dapat perintah!" ucap satpam itu.


"Beraninya kau memerintahku,kalian akan mendapatkan hukuman setelah itu!!" Lareina segera menghajar satpam,saat dia sekolah dia adalah pemenang dari taekwondo sabuk hitam.


Brakkk


Bugghh!!


Kyaa!!!


Bughh!!


"B-bos??" Lareina langsung membulatkan matanya karna membuat Penrod tergeletak tak berdaya.


Di ruang Penrod.


"Makannya kalo lagi liat yang berkelahi tuh ngehindar!" ucap Lareina dengan lengannya yang masih lihai mengobati luka Penrod yang memar.


"Kau melukai pekerjaku dan kau harus bertanggung jawab atas tindakan bodohmu!" ucap Penrod.


"Kau yang bodoh,kenapa kau menyuruh mereka yang lemah menghadangku?" ucap Lareina dengan tatapan kesal.


"Kenapa??yang jelas kau yang berani pergi sebelum perintahku apa kau lupa soal kertas perjanjian jika kau tidak bisa mengerjakan tugasmu maka kau harus membayar denda 2 milyar rupiah!" ucap Penrod membuat Lareina membulatkan mata.


"Kau ingin merampokku??" dengan nada kesal membuat Penrod menyugingkan senyuman.


"Tergantung." dengan nada penuh kemenangan,karna kesal Lareina menekan luka Penrod membuatnya merintih kesakitan.


"Aww..." Ringis Penrod karna lukanya yang masih sakit kini bertambah oleh orang yang menyakitinya tadi.


"Rasain,lagian jika memang saya harus menebus segitu saya bisa bayar."ucap Lareina membuat Penrod kaget dan kembali menatap remeh.


" Kau yakin?"dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Tapi di cicil." Dengan gigi yang terlihat putih bersih.


"Saya tidak ingin cicilan tapi cash!" ucap Penrod.


Seketika Lareina kaget dan ia pun tersenyum,dengan senang.


"Baiklah hari minggu saya akan bertemu dengan bos lagi dan membayar denda itu." Senyuman Lareina kini menjadi semakin lebar karna akhirnya pencapaiannya sebentar lagi akan tiba.


"Baiklah,jika tidak kau harus ikut denganku dan menjadi babu!" ucap Penrod.


"Baiklah,jika saya bisa menepati janji bos harus menyetujui semua perintah saya!" ucap Lareina dan mereka pun berjabat tangan.


"Jika kita tidak bisa menyelesaikam ini biar polisi yang turun tangan!"ucap Penrod dan diangguki Lareina.


Setelah selesai berdebat mereka pun pergi.


Aku akan selalu berusaha mendapatkanmu


.


.


.


Sesampainya dirumah Lareina merebahkan dirinya dikasur ia sangat puas dengan waktu nya yang sudah ia rencanakan.


"Apa ini saatnya." Saat Lareina ingin mendekati Laptop Penrod ternyata seseorang datang.


"Maaf nona saya ditugaskan membersihkan ruangan tuan Penrod sebelum ia datang." ucap OB itu membuat jatung Lareina hampir copot.


Ia melihat jika semua data telah Valid membuatnya tersenyum senang akhirnya ia berhasil dengan tujuannya ia pun mencabut benda pipih itu tanpa sepengetahuan OB itu karna OB tidak akan tau dengan hal itu,apa lagi ia sudah tua.Lareina pun berbasa basi agar tidak ketahuan.


"Baguslah,yang bersih ya jangan sampai bos kecewa." ucap Lareina diangguki OB tersebut.


.


.


"Akhirnya semua ini berakhir,kita lihat Bos Penrod hari minggu akan menjadi hari bahagiamu atau kah penderitaanmu." ucap Lareina dengan senang.


Ia tidak menyangka jika hal ini bisa segera berakhir ia lelah,lelah dengan semuanya ia tidak ingin menjadi prang jahat tapi semua ini demi keadilan,ia tau Penrod memiliki perusahaan gelap sedangkan itu membuat perusahaan lain dirugikan permainan licik itu entah kenapa bisa dipercaya dengan iming-iming keuntungan besar,cih ia merasa jijik mendengar itu.Jika memang benar Penrod menyukainya ia tidak akan menanggapinya dengan serius karna ia fikir semua itu bukanlah tujuannya Reina akan segera pergi dan Lareina Rika Goldie akan berjaya."Lareina pun memejamkan matanya karna lelah.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.


terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊

__ADS_1


__ADS_2