
Setelah sampai Lareina bak putri menjadi sorotan para tamu undangan walau dia mengenakan pakaian yang tidak terlalu Gold namun aura kharisma yang dimilikinya membuat siapa saja terpesona.
"Bukankah itu anak tuan Deon yang sudah terpisah begitu cantik berbeda dengan anak dari istrinya yang lain" ucap salah satu tamu undangan.
"Hmm aku sangat menyukai Lareina dia putri yang menurutku lebih baik dari pada Poppy" ucap tamu lainnya
Merasa kesal Poppy mendekati Lareina dengan seringai yang tidak nampak.
"Akhirnya kau datang juga bagaimana hadiah dad ku?kau sangat materialis huh untung saja itu hadiah yang terakhir untukmu" ucap Poppy.
"Kak cukup untuk masalah baru aku sudah merelakan ayah untukmu sekarang apalagi?" ucap Lareina dengan kesal
"Tentu semua yang kau miliki, aku ingin kau mengetahui semua orang disini memujimu lebih dariku" ucap Poppy melipat kedua lengannya.
"Cukup Poppy,kau sudah merebut hak milik Lareina dan sekarang kau mau apalagi tak cukupkah dengan semua kekayaan yang sudah kau bisa genggam?" ucap Mireya kali ini.
"Oh mom tiriku ccchhh sungguh kau datang dengan penyesalan saat momku bersama suami tercintamu,atau...maaf mantan suami" ucap Poppy.
"Poppy,jaga bicaramu!!!" ucap Deon
"Dad kau membela mereka apa kau tidak menyayangiku?" ucap Poppy dengan nada sedih.
__ADS_1
"Hentikan dramamu karna mulai saat ini aku tak akan pernah berubah seperti yang pernah kau lihat Lareina sekarang bukan yang lemah tapi yang kuat jika kakak ups...perebut ayah tidak suka kehadiran ataupun diriku, kau terlihat iri dan sama seperti dirimu yang terlihat miskin!" Lareina pergi dengan wajah tersenyum dihadapan Deon
"Ayah terimakasih dengan..."
Poppy menyeret Lareina menjauhi kerumunan.sampai ditempat yang lebih sepi.
"Dasar perempuan biadab kau membuatku ingin dipermalukan hah,sekarang berikan mobil Dad dan jangan harap mendapat mobil dari keluarga Alexandra!" Ucap Poppy
"Dulu Nama keluargaku itu tapi sayang sebuah batu kasar tiba-tiba muncul dan.." Lareina menjatuhkan kuncinya.
plup
kunci itu terjatuh kedalam kolam renang.
"Ambil saja,karna aku lebih baik mendapat segala dengan kesempurnaan tampa terselip kehancuran jadi nikmatilah hari ini sebelum kau menyesal selanjutnya kak Poppy" ucap Lareina menekan ucapannya dan pergi begitu saja.
.
.
"Apa yang terjadi?" tanya Deon khawatir.
"Tidak perlu berlebihan,aku tau anakku bisa menyelesaikan semuanya.Kami datang kesini hanya ingin mendapat rasa kehormatan dari tuan Deon Alexandra jika tidak hadir kami tidak merasa enak" ucap Mireya
__ADS_1
"Bukankah nama belakangmu pun sama rasanya diriku menjadi orang asing bagimu" batin Deon
Beberapa lama kemudian datang sebuah mobil lamborigin membuat mata menatap tanpa berkedip.
"Wow siapa itu,pasti dia pengusaha terkenal" ucap salah satu tamu.
saat mobil dibuka ternyata dua lelaki dengan gagah keluar dari sana.
"Bukankah mereka tuan Stev Osric dan Penrod Osric mereka sangat tampan dan berwibawa" teriak semua tamu dengan histeris karna pengusaha terkenal seperti Osric jarang datang ketempat yang berkelas sedang.
"Anakku kau lihat pemuda berkacamata itu dia adalah tuan Penrod Osric jika kau bisa mendekatinya aku akan memberimu emas" ucap Jesicca sang mom tercinta.
"Mudah bagiku" ucap Poppy dan segera mendekat dengan Elegant.
"Hai Tuan Penrod"Ucap Poppy dengan senyum merekah namun hanya ditatap dingin oleh Penrod
Prov Stev
Stev yang mengatahui itu cukup menggoda adiknya yang terlihat dingin
__ADS_1
"Apa kau punya Magnet,siapapun wanita yang ada didepanmu tak ada yang menolak pesonamu kecuali dia.." ucap Stev membuat atensi Penrod menatap pada siapa yang dimaksud kakaknya.
Bersambung...