
Keesokan Harinya...
"Apa yang kamu lakukan Rein?" tanya Mireya yang menatap pakaian Rein yang tidak seperti biasanya rambut dikepang satu memakai kacamata dan poni menutupi mata.
"Bu denger dulu,ini tuh penyamaran doang kok" ucap Lareina
"Maksud kamu?" tanya Mireya bingung.
"Jadi Rein mau bekerja diperusahaan Osric,tapi ibu tenang aja perusahaan kakek juga Rein ambil alih" Ucap Lareina.
"Iya tapi bagaimana bisa kau akan bekerja keras jika begitu,untuk apa bekerja disana sedangkan kau sendiri memiliki perusahaan?" tanya Mireya.
Lareina menghembuskan nafas dan ia menceritakan tujuan dari awal sampai akhir membuat Mireya faham.
"Alexandra...kau" ucap Mireya emosi.
"Udah ibu jangan dulu menyalahkan Ayah sepenuhnya maka dari itu Lareina akan mengungkap semuanya" ucap Lareina diangguki Mireya.
"Baiklah jika itu alasannya,selamatkan perusahaan kakekmu ibu akan selalu mendukungmu"ucap Mireya.
.
.
.
" Fann ini hari ketiga,mana orang yang kau ajukan kenapa belum sampai?"tanya Penrod.
"Tenang Om sebentar lagi" ucap Fann.
tok
tok
"Nah itu dia" ucap Fann.
__ADS_1
Setelah masuk datanglah Lareina dengan menunduk.
"Bffttt hahaha...jadi dia orangnya tipemu biasanya luar biasa kenapa sekarang diluar dugaan" ucap Penrod mengejek.
"Om,walau penampilannya begitu dia lulusan terbaik dan dia lulus sebelum yang lain lulus" ucap Fann membuat Penrod merasa tidak percaya.
"Begitu,baiklah Om akan mengujinya" ucap Penrod.
"Siapa namanya?" tanya Penrod.
"Tanyakan pada orangnya kenapa harus pada Fann" ucap Fann membuat Penrod jengkel.
"Namamu siapa?" tanya Penrod.
"Reina Raika" ucap Lareina dengan suara berbeda.
"Baiklah,kau akan diuji jika masuk sesuai yang aku inginkan kau akan aku terima" ucap Penrod.
Om berkata bahwa wanita ini tak berkelas huh,jika Om tau siapa dia Om pasti kaget dan menarik ucapannya_Fann
"Baiklah sekarang kerjakan dokumen ini setelah itu aku akan memeriksanya!" ucap Penrod diangguki Lareina.
Lareina hendak pergi namun ditahan oleh Penrod membuatnya ketakutan,ia takut jika terbongkar ia menutup mata.
"aku takkan mengigit,sekarang kerjakan dokumennya disini aku harus tegas pada karyawanku apa lagi yang pertama bekerja" ucap Penrod diangguki Lareina.
Hanya butuh 2 menit Lareina menyelesaikannya membuat Penrod terkejut bukan main biasanya jika yang lain akan selesai dalam waktu paling lama 20 menit.
"Baiklah tunjukkan kepadaku!" ucap Penrod dan Lareina memberikannya.
Ternyata hasilnya tidak terbayangkan,memang walau penampilannya norak tapi tak diragukan lagi otaknya.
"Kau diterima hari ini mulai bekerja ruanganmu disebelahku!" ucap Penrod.
.
.
__ADS_1
.
Lareina keluar ruangan.
"Yes berhasil" ucap Lareina.
"Hei kau sekertaris baru kan?" ucap seseorang dengan wajah yang tidak suka.
"Ya" jawab Lareina.
"Siapa namamu?" tanyanya.
"Re..."
"Aku tidak bertanya,sekarang kerjakan tugas ini!" ucapnya dan pergi.
"Namaku Amona senang bertemu denganmu" ucapnya dan tersenyum setelah itu pergi.
"Bukannya harusnya tadi kalimatku" ucao Lareina dan tak mau buang waktu ia pun pergi.
.
.
.
"Semoga waktuku disini tidak lama aku tidak suka harus selalu menyamar begini,baiklah Hwaiting Rain" ucap Lareina.
Ia segera mengerjakan dokument yang begitu banyak membuatnya sedikit lelah karna harus berkonsentrasi dengan monitor komputernya sesekali ia meregangkan kepalanya tanpa disadar seseorang datang.
"Cepat sekali kerjamu apa kau ini bukan manusia?" tanya seseorang.
"ehh"
**Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Vote,like,rate,coment😘**