Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
(KM)16


__ADS_3


Esoknya...


.


.


.


Matahari memasuki jendela besar yang terdapat di kamar milik seorang gadis yang terusik dengan sinarnya...ia terbangun dan meregangkan ototnya yang kaku sambil menguap.


"Hwaa...."


Lareina menatap Jam nya dan ia pun segera menuju kamar mandi,setelah selesai ia turun kebawah dan membuat sarapan.


setelah jadi ia segera memakannya dan setelah habis ia menatap sang ibu yang baru turun.


"Kenapa tidak bangunkan ibu,ibu bisa membuatkanmu sarapan, kau hari ini kerja kan ibu tidak ingin kau sibuk didua tempat" ucap Mireya membuat Lareina tersenyum.


"Mau dibeberapa tempatpun kebiasaanku tidak boleh bermalasan bu lebih baik ibu buatkan sarapan untuk kakek nenek,Lareina berangkat jika mereka bertanya katakan Lareina sudah pergi" setelah mengecup pipi Mireya,Lareina pergi menggunakan angkutan umum.


"Kau tidak pakai mobil kakekmu?" Tanya Mireya.


"Tidak,hari ini sedikit olahraga lagian tempatnya tidak terlalu jauh dan pastinya naik bus juga sampai" ucap Lareina.


"Baiklah tapi usahakan gunakan supir nanti,ibu takut terjadi sesuatu padamu" ucap Mireya.


"Ya bu" ucap Lareina.

__ADS_1


.


.


.


ia Menunggu bus dan ia pun masuk setelah bus tiba di halte, ia menatap sekeliling mencari tempat kosong dan benar saja ada satu lagi ia segera berjalan kesana.


Tak selang lama bus berhenti seorang ibu-ibu dan anak kecil menatap setiap kursi namun penuh Lareina menatap anak itu dan sang ibu yang tengah hamil,ia pun mempersilahkan mereka duduk.


"Ehh tidak usah kami akan berdiri saja" ucap ibu itu.


"Tidak apa,seorang ibu hamil tidak boleh berdiri terlalu lama itu tidak baik oh ya untuk kau adik manis kau kuatkan berdiri,kakak yakin kau bisa kau lelaki hebatkan... mau seperti ayahmu?" ucap Lareina menyemangati.


"Ayah sudah meninggal beberapa hari yang lalu" ucap anak itu menunduk.


Lareina merasa sedih telah membuat anak itu kecewa karna mengingatnya lagi.


"Hei namamu siapa?" Tanya Lareina.


"Hero" ucapnya.


"Wahhh namamu hebat sekali,Hero itu untuk penyelamat dunia bukan?dan sekarang kau harus melindungi adik yang ada dalam kandungan ibu mu" Ucap Lareina.


"Benarkah,banyak yang bilang Hero itu tidak berguna.Nenek juga bilang begitu" Ucapnya dan ibunya memberi tatapan tidak baik berkata begitu.


"Oh ya?kau tau aku juga punya Nenek dia baik terhadap kakak kau mau tau kenapa?" tanya Lareina membuat anak itu menatap penasaran.


"Kenapa,apa karna kakak cantik?" Tanyanya.

__ADS_1


"Bukan,Karna kakak bisa membuatnya tersenyum kakak tidak pernah sesekali membuatnya marah.Nenek mu juga sayang padamu tapi caranya berbeda dalam menyampaikannya.Lihat bayi didalam perut ibumu membutuhkan kakak yang berani dan kuat" ucap Lareina membuat Hero merasa semangat.


"Kak kau tau Hero masih ingat pesan Ayah bahwa Hero harus menjaga adik Hero dan itu juga sampai dia dewasa,kak...Hero takut mengecewakan ayah" ucapnya sedih.


Lareina membelai wajah anak itu.


"Kakak kuat adikpun kuat jika kakaknya sudah menyerah adiknya pun akan menyerah, sekarang kau harus semangat agar adikmu bisa bahagia punya kakak hebat" ucap Lareina dan Hero mengangguk faham.


"Terimakasih kak" Lareina mengambil lolipop di tasnya dan memberikannya.


"Anak pintar" Ia mengelus kepalanya halus sampai ia tersadar jika sudah sampai tujuan.


"semoga bisa bertemu lagi Hero" ucap Lareina dan keluar bus.


"Terimakasih kak" ucapnya.


..


..


"Nona kenapa naik bus?" Tanya sekertarisnya yang menatap kearah jalan.


"Yang penting selamat" Ucap Lareina pada Hetta.


**Bersambung....


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan rate nya coment vote juga di tunggu terimakasih sudah mampir...😘**


__ADS_2