
Sesampainya dirumah...
"Rein kau sudah..." Sebelum Mireya menyelesaikan kalimatnya ia menatap seorang anak yang digandeng Lareina.
"Ehh siapa ini,seperti" Mireya mencoba menebaknya.
"Aku Fann nek,aku kesini tadi bersama Omku nenek pasti ingat" ucap Fann membuat Mireya tersenyum.
"Oh ya,kau tadi datang menanyakan Rein kan,maaf nenek sedikit lupa" Ucap Mireya dan menyuruh masuk.
"Nek,apakah ini rumah kalian?Fann sangat bahagia bisa kesini" ucap Fann.
"Oh ya terimakasih sudah memuji" Ucap Mireya diangguki Fann dengan Lucu.
"eh itu ditaman siapa seperti nenek-nenek dan kakek-kakek tapi sudah tua" ucap Fann
"Haha...Fann yang namanya kakek nenek memang sudah tua" ucap Lareina tertawa.
"Aku tidak termasuk,cucu saja aku belum punya" ucap Mireya merasa terpanggil.
"Siapa bilang nek,Fann juga cucu nenekkan?" Ucap Fann membuat Lareina membulatkan mata.
"Haha...kau memang pantas jadi cucuku namun kau bukan terlahir dari rahim anakku" ucap Mireya.
"Rahim tuh apa?" tanya Fann yang bingung.
"Lupakan apa perkataan ibuku,apa kau mau ke taman,disana ada nenek dan kakekku" ucap Lareina.
"Benarkan Reinnya Fann(terkejut),Fann kira hanya Fann saja yang punya nenek kakek,ternyatan Reinnya Fann juga punya ya?" ucap Fann mengetuk dagunya.
"Iya dong kenapa enggak,Rein juga masih muda kaya Fann tapi emang Fann lebih muda" ucap Lareina.
Fann berlari dan ia mendekati Gibran dan Sonja membuat mereka terkejut,karna sedang asik bersantai berdua menghabiskan waktu sebelum malam datang.
"Hai nenek kakek besar" ucap Fann sambil tersenyum.
__ADS_1
"eh kau siapa nak?" tanya Sonja.
"Fann cucu kakek nenek,Fann dibawa Reinnya Fann" ucap Fann membuat Sonja dan Gibran saling menatap.
Dengan cepat Lareina berlari mendekat Fann yang sudah dihadapan kakek dan neneknya.
"Fann,kita harus kembali ini sudah sore" ucap Lareina menggandeng Fann namun dicegah Sonja.
"Katakan yang sebenarnya Rein,siapa yang sudah menghamilimu sejak kapan kau melahirkan anak?!" ucap Sonja tegas.
"Apa masud nenek?" tanya Lareina yang tidak faham.
"Siapa lelaki yang berani menghamilimu kakek akan menghukumnya!!" ucap Gibran kesal.
.
.
.
Tok
Tok
"Selamat sore" ucap Penrod.
"Oh kau Om anak tadi ya?" tanya Mireya.
"Ya,saya datang ingin menjemputnya.Ini sudah terlalu Sore" ucap Penrod dan Mireya segera mengantarnya.
"Disana mereka,saya ada hal lain jadi kau bisa kesana sendiri" ucap Mireya diangguki Penrod.
"Terimakasih Tan" ucap Penrod
sesampainya.
"Fann!!" Panggil Penrod.
__ADS_1
Dengan segera Fann berlari dan memeluk Penrod dengan Bahagia.
"Oh,Kau Ayahnya?Apa kau tidak malu hah beraninya menghamili cucuku dan kalian menyembunyikan anak kalian setelah tumbuh besar?" ucap Sonja marah.
Penrod mengangkat sebelah halisnya bingung.
"Kau harus menikahi cucuku,kau tak malu atas ketidak bertanggung jawabanmu,cucuku malang" ucap Gibran menatap kasihan pada Lareina.
Lareina berjalan mencoba membuat kesalah fahaman ini segera berakhir.
"Kakek..." ucap Lareina terhenti saat Sonja menghentikannya.
Sonja pun mendekat dan menampar Penrod yang masih terdiam.Setelah itu Penrod baru mengerti apa yang mereka fikirkan.
"Kau lelaki tak tau malu,Nikahi cucuku!!" ucap Sonja tegas.
Penrod memegang bekas tamparan dan tersenyum seringai dan itu tidak tampak oleh siapapun.
"Cucumu akan aku nikahi segera" Ucap Penrod membuat Lareina membulatkan mata.
"Nek..." Lareina mencoba menjelaskan.
"Tidak cucuku,Nenek hanya ingin kau bahagia" ucap Sonja.
"Yeah....Reinnya Fann akan menikah" Ucap Fann bersorak senang.
Masalah besar_ucap Lareina dalam hati
Bersambung....
.
.
.
like membantu author agar semangat coment juga ya...
__ADS_1