
"Maaf tadi aku tersulut emosi jadi tidak sadar atas apa yang aku katakan" ucap Penrod membuat Lareina membulat kaget benarkah seorang Penrod meminta maaf dengan tulus.
"Benarkah kau sudah menyadari itu?" tanya Lareina.
"Tentu,dan aku ingin malam nanti kau menghadiri acara bersamaku" ucap Penrod.
Deg...
"Apa?Acara?" tanya Lareina bingung.
~~
"Ya acara tentunya ada beberapa Klien juga jadi kau harus aku bawa,kau sekertaris pribadiku." ucap Penrod.
"Tapi di Scedule kita tidak ada acara untuk malam ini" ucap Lareina.
"Untuk perusahaan tidak tapi untukku pribadi" ucap Penrod.
"Tapi bukannya tidak baik mencampurkan pekerjaan dengan urusan pribadi?" tanya Lareina kembali,ia sengaja memancing amarah Penrod.
"KAU INI CEREWET SEKALI JIKA AKU KATAKAN HARUS ARTINYA ITU PERINTAH UNTUK SEMUA ORANG!!" Teriak Penrod dengan kesal namun Lareina terkekeh.
"Baru juga minta maaf udah marah lagi apa sifatmu begitu ya?" tanya Lareina
Penrod hanya menghembuskan nafas bagaimana bisa keponakannya mencarikan wanita menyebalkan seperti ini.
"Cukup,aku lelah berdebat hal konyol" Penrod kemudian mengencangkan mobilnya.
"Aaaaa apa kau sudah gila aku maauubbbuuunnntaahhh" Lareina mati-matian menahan rasa mualnya jujur dia tidak suka mobil yang dibawa dengan cepat.
bukannya berhenti Penrod malah semakin ingin mengerjai gadis ini ia sangat senang.
beberapa menit kemudian....
Huekkk
huekkk
huekkk
"Sudah lah kau seperti hamil saja" ucap Penrod memberikan tisue dari jarak yang agak jauh dan membelakangi Lareina yang sedang muntah.
"Ya dan kau bapaknya" jawaban Lareina membuat Penrod tersenyum geli.
"Apa mungkin,sepertinya bayinya akan tampan dan cantik" jawaban Penrod semakin membuat Lareina ingin muntah lagi.
"Apa kau membuat lelucon,maaf itu tidak lucu" ucap Lareina setelah selesai.
Penrod menatap dalam Lareina yang berkeringat karna sedari tadi mengeluarkan isi diperutnya.
tanpa ia sadar ia menyeka keringat Lareina.
"Apa aku jatuh cinta" batinnya.
"Kenapa menatapku begitu aku ini lapar sebaiknya kau tanggung jawab untuk itu" ucap Lareina.
"Ya apa,bayi kita ingin apa?" ucap Penrod yang tadi sedang melamun.
"Yaakkk!!!Om gila kau fikir aku hamil anakmu apa??" teriak Lareina dengan kesal dan segera masuk kemobil sedangkan Penrod merutuki mulutnya.
.
__ADS_1
.
.
.
sesampainya di cafe...
"Kau pesan saja" ucap Penrod.
"Baiklah" ucap Lareina.
ia pun memanggil pelayan dan meminta 20 menu sekaligus dan salah satunya dua Coffe Latte yang satu untuknya yang satu untuk bosnya.
"Kau mau merampokku?" tanya Penrod kesal.
"Tidak ini ulahmu sendiri jika tidak jahil padaku uangmu akan tetap aman" Lareina pun segera menyerahkan buku menunya.
"Kau sendiri..."
"Diamlah aku sedang kesal" ucap Lareina mengetuk jemarinya.
"Sebenarnya kau ini sekertarisku atau bosku?" tanya Penrod.
"Sudah..."
cklek
seorang pria masuk dengan keren kedalam Cafe membuat Lareina menatapnya.
"Mbak pesen Green tea satu" ucapnya seperti sudah biasa.
"Apa kau suka dia?" tanya Penrod.
"Ya...dia begitu tampan" ucap Lareina menatap lemut pemuda yang menyeruput tea nya.
"Apa yang kau suka darinya?" tanya penrod.
"Rambut Gray nya keren dasi pitanya keren dia pakai sedikit liptin dan antingnya sungguh kesukaanku aihh pangeranku" ucap Lareina tanpa sadar membuat Penrod jengkel.
"Cukup!!jangan melebihkan dia" ucap Penrod geram.
"Kenapa?" tanya Lareina aneh.
"Dia sepupuku" jawab Penrod.
"Aih kebetulan sekali dekatilah aku dengannya aku yakin sebentar lagi aku anggota keluargamu" ucap Lareina.
"Cih tipe dia tidak rendah sepertimu,lihat rambut dikepang dua kacamata kuno aihh kenapa aku bisa mempekerjakanmu yang kuno seperti ini" ucap Penrod.
"Penampilan tidaklah lebih baik dari otak" ucap Lareina.
"Yayaya terserah kau saja" ucap Penrod.
"Maaf ini hidangan yang kalian pesan" ucap pelayan itu sambil meletakannya
tak perlu menunggu lama Lareina segera memakannya karna lapar sesekali menatap pemuda disebrang sana dan tanpa disadar seseorang curi-curi pandang dan tersenyum dengan cara makannya.
"Makan tuh jangan belepotan" Penrod pun mengelapnya dengan Tisue,Lareina segera ambil alih tanpa disadar ia memengan lengan Penrod.
Deg
__ADS_1
"Maaf" Lareina pun segera mengambilnya lagi penrod merasa jantungnya berdebar.
Kling...
suara orang keluar pun menjadi bahan sorot mata Lareina.
"Yahyah....dia pergi" dengan segera Lareina berlari mengejar lelaki tadi.
"Hey siapa yang menghabiskan semua ini?" Tanya Penrod.
"Jelas orang dihadapannya" teriak Lareina dan dibalas gelengan.
Lareina mengejarnya tapi sayang lelaki tadi sudah menghilang bersama mobil mewahnya.
"Huh cepat sekali" dengan nafas berat ia pun terhenti karna lelah mengejar,padahal lelaki tadi typenya. susah menyukai seseorang baginya menemukan pemuda yang diharapkan tidaklah mudah bagai mencari jarum dalam jerami buktinya sampai saat kini dia masih dalam mode single alias belum merasakan pacaran.padahal dia CEO bisa saja para Klien yang masih muda bisa ia jadikan kekasih,itu pun jika keduanya saling tertarik berpacaran.
"Sudah mengejarnya,kita pulang saja" Ajak Penrod.
"Apaan pulang makananku masih ada didalam" ucap Lareina hendak kembali namun dicegah penrod.
"Bukannya kau bilang orang didepannya yang harus menghabiskan makananya sayangnya aku sudah menghabiskan semuanya" ucap Penrod datar.
"Apa??kau ini ikan buntal makan sebegitu banyak?" ucap Lareina terkejut.
"Kau sendiri mau kupanggil apa?" Penrod segera membawa Lareina yang sedih karna tidak jadi Mukbang.
Brakk
Lareina hanya menunduk didalam mobil membuat Penrod merasa gemas.
"Hei bukan aku yang habiskan tapi pelayan disana,kukira kau tidak mau kembali lagi karna mengejar Pemuda tadi" ucapnya dengan menekan.
"Aku hanya ingin berkenalan kali aja jadi suka" ucap Lareina cemberut.
"jangan fikirkan dia lagi!,kau akan makan lagi nanti malam,karna ingat kau akan pergi keacara bersamaku malam ini" ucap Penrod.
"Tapi berbeda disana makananku tidak boleh banyak,karna ada Klien" ucap Lareina sedih.
"Kau mau segunung aku akan bawakan jadi jangan sedih kau itu jelek nambah jelek dong" Canda Penrod.
"Benarkah aku jelek?bagaimana dengan ini" Lareina mendekat kehadapan penrod dengan wajah ceria dan ingus yang sedikit keluar.
Penrod merasa memanas kemudian ia menoyor kepala Lareina.
"Lebih baik kau hapus ingusmu itu" Penrod segera memalingkan wajah dan dengan malu Lareina mengusap ingusnya.
"Haha...apa aku seperti idiot sampai aku lupa didepanku adalah bosku mungkin aku cari mati" Batin lareina
"Jantungku kenapa seakan selalu seperti tak terkontrol" Batin Penrod sambil memegang dadanya.
Tanpa berlama-lama Penrod segera memajukan Mobilnya entah rasanya ingin segera sampai dikantor dan berdiam diri diruangannya merasa perasaannya sangat aneh.
....
.
.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.
terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊
__ADS_1