Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
KM-21


__ADS_3


 


Di mobil...


"Apa kau bisa mengatur pertemuanku dengan CEO Goldie?" tanya Penrod yang sedang menyetir.


"Umm..b-bisa" ucap Lareina gugup dia bingung harus melakukan alasan apa.


"Kenapa nadamu seperti gugup,apa kau memang begitu?kurasa tadi baik-baik saja" ucap Penrod mengangkat sebelah alisnya.


"Ah anu tadi saya bingung harus melakukan tugas yang mana dulu jadi saya berfikir tugas anda lebih penting" ucap Lareina.


"Tentu,perintahku harus selalu dilaksanakan lebih awal,jika kau masih mau bekerja" ucap Penrod.


Mati aku_Lareina


"Baiklah" Angguk Lareina.


sesampai dikantor semua orang menunggu Lareina sekertaris baru mereka takut terjadi sesuatu,karna bosnya sangat tidak berperasaan saat mereka tiba semua orang menghela nafas karna ternyata semua baik-baik saja.


"Apa yang kalian lihat?" tanya Penrod dengan dingin dan sorot mata tajam.


semua seketika menggeleng dan kembali berkerja ditempat mereka.


.


.


.


"Tadi dibawa kemana kau?" tanya seorang perempuan dengan melipat kedua lengannya.


"Hanya pertemuan dengan klien"ucap Lareina masih sibuk dengan pekerjaannya sesekali menatap sekertaris lain itu.

__ADS_1


" Hm...tidak usah canggung padaku,jika bos itu melakukan sesuatu padamu aku yang akan berjalan lebih depan membela mu"ucapnya.


"Kau yakin sekertaris Amona?kufikir dirimu tidak akan berani secara jelas semua orang tau bos bagaimana" ucapan Lareina membuat Amona menyengir.


"Aku hanya ingin membuatmu merasa terlindungi saja,kita sesama sekertaris jika kau dalam masalah pekerjaanku pun akan terancam" ucap Amona diangguki Lareina.


"Kau sedang apa?" tanya Amona melihat ada yang aneh dengan layar komputer Lareina.


Oh tidak aku baru sadar_batinnya.


Dengan segera Lareina mengembalikan semuanya dan menatap Amona dengan sedikit gugup.


"Kau melakukan hal yang dilarang ya?" selidik Amona.


"Ah tidak,tadi itu data baru jadi kau belum pernah melihatnya karna ini rahasia bersama bos Penrod" ucap Lareina.


"Oh masalah bersama klien tadi?" tanya Amona.


"Tentu,apa lagi lagian kami membicarakan hal baru jadi ini harus dikerjaka secara baik,maka dari itu aku harus fokus jadi kumohon pergilah bekerja ditempatmu mon" mohon Lareina.


"Yaya ....jika memerlukanku katakan saja aku akan membantumu oke" ucap Amona tersenyum dan pergi.


"Huh....untung" mengusap dada.


"Untung apa?" tanya seseorang dibelakang dengan suara dinginnya.


Deg


Lareina berbalik dan membenarkan kacamatanya.


"Umm itu...untung tugas saya sudah selesai jadi bapak um maksud saya bos bisa lihat hasilnya untuk ditinjau kembali" ucap Lareina sedikit menunduk.


"Ya,aku tak perlu meragukanmu bawa saja ke meja saya,saya ada urusan" ucap Penrod memasukan lengan ke saku.


Lareina hanya mengangguk faham.

__ADS_1


Ini kesempatan_batin Lareina


Dengan segera ia memasuki ruangan Penrod perlahan membuka pintunya ia melihat layar monitor menyala membuatnya segera pergi memeriksa.


"Ishh menyebalkan pakai kata sandi" Lareina pun memegang dagunya dan masih tak mendapat jawaban setelahnya ia memopang dagu dimeja dan ide muncul bersama senyumnya.


"Arti namanya karna dia begitu bangga dengan dirinya sendiri"


Komandan kejayaan


Dan benar saja terbuka namun belum sempat seseorang bersapa dengan Penrod yang hampir mendekati pintu membuat Lareina mengembalikan pencahariannya.


Cklek


"Untuk apa kau disini?" dengan datar.


"Bos bilangkan dokumennya harus diantar kesini dan baru saja saya datang kesini tapi bos sudah kembali" ucap Lareina memalingkan wajah.


Penrod mendekat pada Lareina dengan perlahan membuat Lareina membulatkan mata kaget.


Bersambung...


.


.


Jangan lupa Vote


coment


like


rate


terimakasih...hargai penulis ya😘see you

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak terimakasih...


 


__ADS_2