
"Aku harus segera menyelesaikan tugas ini secepatnya." Lareina dengan kecepatan lengan lentiknya akhirnya ia bisa membereskan tugasnya sebelum waktunya.
"Setelah aku memberikan ini aku bisa pulang dan memantau perusahaan." Lareina segera melangkah menuju ruangan Penrod dan ia melihat ruangan itu kosong.
"Apa ini saatnya." Saat Lareina ingin mendekati Laptop Penrod ternyata seseorang datang.
"Maaf nona saya ditugaskan membersihkan ruangan tuan Penrod sebelum ia datang." ucap OB itu membuat jatung Lareina hampir copot.
"Baguslah,yang bersih ya jangan sampai bos kecewa." ucap Lareina diangguki OB tersebut.
"Tunggu,kapan Bos pulang?" tanya Lareina berharap ada kesempatan kembali.
"tidak tau nona,mungkin sekertaris yang lain yang tau." ucap OB itu diangguki Lareina.
"Amona pasti tau." Lareina segera pergi keruangan Amona.
Di kediaman Alexandra.
"Mom kemarin Poppy ingin beli tas mahal tapi kenapa dad gak ngabulin??" dengan nada manja.
"tenang sayang mom nanti bicara sama dad kamu,lagian dad akhir-akhir ini sibuk jadi kamu sabar ya!" ucap Jesica.
"Huft,gak enak jadi anak Alexandra lebih enak jadi menantu Osric." ucap Poppy dan tanpa ia sadar Deon sudah dibelakangnya.
"Kau tidak bersyukur aku menampungmu dan mom mu itu?" Seketika Poppy bungkam dan memengan lengan Deon.
"Tidak dad,Poppy hanya kesal saja pada Lareina yang selalu menang." ucap Poppy bergelanyut manja.
Jelas saja anakku sangat bisa diandalkan
"Hm,maka kau perbaiki dirimu jika ingin unggul darinya dad yakin kamu bisa." ucap Deon diangguki Poppy.
"Dad,seminggu lagi ulang tahun Poppy bisa ya dad adain pesta mewah sekalian dad undang tuan Penrod!" ucap Poppy membuat Deon membulatkan matanya.
"Tidak bisa,kami sedang ada masalah jadi untuk itu dad tidak ingin berbuat kesalahan besar." ucap Deon membuat Poppy kecewa.
"Dad tidak sayang Poppy." ucap Poppy dengan sedih.
"Kau lupa akan janjimu?" tanya Jesica mampu membuat Deon frustasi dan segera ia mengangguk.
"Jika bukan karna janjiku aku tidak akan melakukan apapun untuknya." ucap Deon membuat Poppy merasa bahagia.
"makasih dad." Poppy segera memeluk Deon dengan erat.
"hm,"
.
.
Lareina kini tiba di ruangan Amona.
"Amona!!" panggil Lareina,ia melihat Amona sedang sibuk dengan berkasnya tapi ia sama sekali tidak menengok.
"Amona,kau ini kenapa tidak mendengar panggilanku?" tanya Lareina dengan bingung.
Amona menghela nafasnya dan menatap Lareina.
__ADS_1
"Ada apa?" Dengan wajah datar.
"Apa aku berbuat kesalahan,katakan saja mungkin kau salah faham." ucap Lareina dengan serius.
"Hm,tadi aku mendengar sendiri kau mengatakan aniverseri yang ke 3 jam bersama Four." ucap Amona dengan nada berat.
"Ouh soal itu,jelas kau salah faham aku hanya ingin mengerjai bos Penrod enak saja dia bertindak semaunya.untuk masalah hati aku kalah telak untuk mendapatkan Four." Jelas Lareina membuat Amona mengeriyit heran.
"Hah,maksudmu bagaimana sih??" dengan bingung.
"Four menyukaimu dan kurasa kau pun sama." ucapan Lareina membuat Amona menjadi salah tingkah.
"Kau menebaknya saja belum tentu benar." ucap Amona tersipu malu.
"Haha,kita sama wanita aku tau kau sedang tersipu malu,lagian aku juga berniat menjodohkan kalian." ucap Lareina.
"Ishh apaan sih Reina,aku gak butuh dijodohin tau." ucap Amona,membuat Lareina terkekeh.
"Jika tidak mau itu sih gampang kalau Four pindah ke lain hati jangan sakit!" ucap Lareina membuat Amona menjadi takut.
"Eh,aku hanya bercanda kok." Jelas Amona.
"Aku tau,um..kembali ke awal aku datang kesini ingin menanyakan scedule bos Penrod hari ini!"ucap Lareina membuat Amona menyipitkan mata.
" Jangan-jangan kau suka pak Penrod?"ucap Amona menyelidik membuat Lareina membulatkan mata.
Bukan suka tapi ingin baku hantam
"Mana ada,lagian aku sudah punya kekasih di kampung." ucap Lareina.
Sabar Lareina ini ujian
"Nora tapi punya IQ tinggi itu adalah anugrah,kau sendiri tidak bisa menandingi otakku walau kau kaya." ucapan Lareina hanya dibalas anggukan.
"Hm terserah kau saja,miskin-miskin." ucap Amona.
Apakah seorang CEO miskin hah lucu
"Ouh ya untuk scedule pak Penrod hari ini ada dua kali rapat diluar kota dan satu lagi di adakan di kantor pusat umm kau mau kesana?" tanya Amona.
"Tidak hanya kepo saja,lagian aku hanya ingin bertemu Four." Lareina segera pergi.
"REINA!!!" teriak Amona yang emosi.
ia pun duduk dan menutup wajahnya karna malu di kerjai oleh temannya sendiri tapi entah mengapa ia tidak mau Four berdekatan dengan wanita lain.
📲
Hallo
Ya?
Bisakah jika mengangkat telphone ku kau bersikap lebih baik seperti 'Ya bosku tampan ada apa menelphone ku' ini hanya jawab Ya'
Lareina hanya menghela nafasnya entahlah rasanya menyebalkan punya bos yang banyak bicara persis emak cerewet.
Ya bos,ada yang bisa saya bantu (dengan nada selembut mungkin)
__ADS_1
Four meninggalkan berkasnya diruanganku kau bawakan berkasnya ada diatas mejaku berwarna biru!
Ya,
Bisakah jawab 'Baik bos saya akan segera kesana'
ini bos banyak maunya sekali sih persis cewek jadi kesel banget.
Hallo,kau masih mendengarkukan?
Tidak pendengaranku sedang bermasalah!
Kau berani menjawab hah!!
Ya,karna aku punya otak untuk dipakai bos,um lagian jika kau terus memperpanjang percakapan aku yakin sebentar lagi rapat selesai.
Kau memerintaku sekarang!!
Yaya saya hanya sekertaris maafkan saya bos,saya akan segera datang.
tepat waktu!
sebelum waktunya
baik 10 menit sebelum waktunya
Gila!!!
Apa??
Tidak bos,saya akan segera datang.
Lareina dengan segera pergi dengan menggunakan motor bebek milik Amona.
"Kau mau kemana?" tanya Amona yang baru saja selesai membuat teh.
"Ada berkas yang harus diantar." ucap Lareina segera pergi melesat bak angin lalu.
Dilain tempat Penrod merasa senang dengan perdebatan kecil tadi rasanya ia bahagia dengan itu,tapi entah kenapa padahal dirinya merasa kesal karna sekertarisnya itu selalu seenaknya bak bos padahal dia hanya sekertaris,mengingat itu ia merasa gemas sendiri ia memang menyukai Lareina tapi rasanya sulit mendapatkan Lareina yang sama sepertinya memiliki kedudukan tinggi sedangkan gadis kuno itu berbeda.
Apa aku menyukai Reina?
"Bos rapat kita selesai." ucap Four yang baru datang setelah mengurus para calon patner bisnis perusahaan mereka.
"Baiklah kita akan pergi sekarang." ucap Penrod dengan badan tegapnya tak bisa membuat para wanita menolak pesonanya,mereka tau Penrod tidak pernah tersentuh wanita karna sikap kerasnya membuat semua harus extra sabar dan berfikir sebelum bertindak.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.
terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊
__ADS_1