Kenapa Memilihku?

Kenapa Memilihku?
KM-26


__ADS_3


"Beraninya kau mengambil Penrod milikku!!" teriak Maudy.


"M-maaf t-tapi dia bu-kan milik-mu..." ucap Lareina menahan sakit.


"Kau jangan belagu ya cupu!!" Maudy pun membenturkan kepala Lareina ke tembok.


Dasar pria iblis pergi kemana dia,dasar idiot kenapa belum juga datang_batin Lareina


bugghhhh


"Ahk...."rintih seorang wanita


~~


" Beraninya kau menyentuh sekertarisku!!"teriak Penrod,dengan kasar mendorong Maudy ke tembok.


"T-tapi dia yang memulai." ucap Maudy tak mau kalah.


"Apa??kau lihat,dia saja tau siapa yang benar dan salah." ucap Lareina mengaduh sambil menatap Maudy.


"Kau sakit?yang mana??" Penrod mendekati Lareina dan mengelus kepalanya dan meniupnya dengan lembut membuat Maudy menjadi kesal dan pergi.


Lareina kemudian memukul lengan Penrod dengan kesal.


"Dari mana saja kau,kepalaku hampir pecah karna dia menariknya,kau bilang sebelum dia bertindak kau akan datang lebih awal." ucap Lareina kesal.


"Ya maaf kufikir dia tidak nekat." ucap Penrod bersalah.


"Yaya aku ingin pulang." ucap Lareina.


"Baiklah aku akan mengantar." ucap Penrod.


"Tidak perlu aku bisa sendiri,terimakasih." ucap Lareina dengan kesal dan pergi begitu saja.


"Arrgghh sial,aku harus beri pelajaran pada Maudy." ucap Penrod dengan mata penuh amarah.


.


.


Esoknya.


"Kamu mau berangkat Lareina?" tanya Mireya.


"Iya bu." ujar Lareina sambil memakan rotinya.


"Sampai kapan sih kamu menyamar begini?" tanya Mireya.


"Secepatnya." ucap Lareina dan berpamitan.


Dikantor.


"Reina!!" panggil Four.


"Four??" tanya Lareina bingung.


"Aku dengar kemarin kau pergi bersama pak Penrod,ciee...habis ngapain??" goda Four.Lareina hanya menatap datar wajah Four yang sama sekali tidak mempan baginya.


"Dari pada ngegibah,gimana kalo kamu bantu aku??" tanya Lareina.


"Ck,gak deh." ucap Four hendak pergi.


"Yakin??nanti dibantuin deh deketin sama Amona." ucap Lareina membuat Four terdiam.

__ADS_1


"Dari mana kamu tau aku suka Amona?" tanya Four dengan nada takut.


"Adadeh,gimana?" tanya Lareina.


"Oke,tapi dengan satu syarat." ucap Four.


"Apa?" tanya Lareina.


"Kau harus bantu aku dapetin Amona dan juga setelah aku membantumu jangan bawa-bawa diriku dalam masalahmu." ucap Four.


"Gampang." Lareina pun memberi jabatan tangannya.


"Ekhem." Dehem seseorang membuat keduanya menoleh,Lareina hanya memutar bola matanya.


"Kalian karyawan disini tidak baik berpacaran di kantor,apa kalian tidak membaca peraturan disini?" tanya Penrod dengan sinis.


"Apaan sih bos,kita tuh lagi mesra-mesraan emang gak boleh,ouh ya bos ngomong-ngomong hari ini aniverseri kami yang ke 3 jam." ucap Lareina.


"Ouh ya?mana ada aniverseri dalam waktu singkat seperti itu?" ucap Penrod mengeriyit.


"Gak percaya tidak apa." ucap Lareina.


Tanpa disadar Amona ada disana membuatnya pergi karna cemburu,Amona sudah lebih awal menyukai Four.


"Tidak." Jawab Penrod datar.


"Haruslah bos." ucap Lareina.


"Tidak ya tidak." Penrod menyeret Lareina ke ruangannya.


"Apaan sih bos gak sopan banget." ucap Lareina memegang pergelangan tangannya


"Kamu sendiri gak sopan sama saya,apa kamu lupa siapa saya?" tanya Penrod.


"Yaya saya sadar diri,terus bos maunya apa?" tanya Lareina.


"Whatt!!!" Pekikan Lareina membuat telinga Penrod sakit.


"M-maksud saya kamu jaga etika didepan karyawan lain,kamu pacaran kan sama Four?" dengan nada canggung.


"Haha..ya iyalah bos." ucap Lareina dengan nada puas.


Seketika Penrod merasa kesal dan marah entah apa.


"Kamu ini tidak sopan tertawa di depan saya!!" dengan nada penuh emosi.


"Iya bos saya minta maaf deh." ucap Lareina.


Dilain tempat.


"Amona!!" panggil Four yang melihat pujaan hatinya lewat.


Namun Amona hanya berbalik dan kembali melangkah menjauh.


"Hey tunggu!!" ucap Four dan memegang kedua tangan Amona,membuat Amona menghempaskan tangannya dengan kasar.


"Kau ini kenapa sih?" tanya Four dengan nada bingung.


"Tanyakan saja pada dirimu!" ucap Amona.


"Mana aku tau,kalau ia bisa aku sudah tidak perlu bertanya.Sekarang katakan ada apa?" tanya Four dengan nada santai.


Amona menghembuskan nafasnya dengan pelan dan mulai bercerita apa yang ia lihat.


"Aku melihat dan mendengarnya senidiri kau dan Reina sudah berpacaran selama 3 jam." ucap Amona menjadi kesal setelah mengingat itu.

__ADS_1


Four merasa senang jika Amona cemburu ia merasa jika ia sudah tepat memilih Amona yang sama-sama menyukai.


"Kau salah paham." ujar Four dengan nada selembut mungkin.


"Maksudmu?" tanya Amona bingung.


"La..um maksudku Reina hanya mencoba membuat tuan Penrod kesal saja lagian kau ini kenapa,apa kau cemburu huh??" ucapan Four kini membuat rona merah diwajah Amona.


"Geer sekali sih,kau ini tipe orang yang terlalu percaya diri ya sampai punya fikiran seperti itu??" tanya Amona agar ia tidak merasa dirinya kalah bicara.


"Haha..aku hanya bercanda umm,bagaimana jika malam ini kita pergi jalan-jalan kemarin pameran sudah buka umm itupun jika kau senggang." ucap Four.


"Maafkan aku Four malam ini aku lembur kau tau kan pak Penrod selalu memberikanku tugas banyak." ucap Amona dan diangguki Four mengerti.


"Baiklah kapan-kapan saja." ucap Four membuat Amona merasa tidak enak.


📩


Lareina


Hetta,besok apakah ada jadwal penting?


Hetta


Sejauh ini ada nona.


Lareina


Baiklah kalau begitu atur semuanya,besok saya akan ke kantor.


Hetta


Baik nona


"Huft rupanya lelah juga jika seperti ini,rupanya apa ya cara agar aku bisa dengan cepat membongkar kejahatan Penrod apa mungkin aku harus melakukan cara licik,ahk tidak itu akan berbahaya jika sampai terbongkar." ucap Lareina berdialog sendiri.


"Apa yang terbongkar?" tanya seorang pemuda membuat Lareina kalang kabut.


Deg


"Ah,,ya itu terbongkar gitu.Maksud saya tadi saya lagi Streaming Youtube disitu lagi ada pelakor bos saya harap semuanya bisa terbongkar." ucap Lareina membuat Penrod merasa curiga.


"Berikan ponselmu,aku ingin melihat apa yang sedang kau tonton!" ucap Penrod mengulurkan tangannya.


Mati aku


Tiba-tiba datang Four.


"Pak,pekerjaan saya sudah selesai dan materi yang bapak pelajari harus segera difahami untuk rapat 2 jam lagi." ucap Four diangguki Penrod.


Huh...selamat


Four pun memberikan satu jempolnya dan Lareina membalas dua jempol membuat Penrod merasa heran.


"Kau ini ingin mengantarku atau akan bermesraan sebelum melakukan pekerjaan,saya tidak suka kau melakukan hal itu lagi!!" ucap Penrod dan dengan segera melangkah pergi dengan raut wajah kesalnya.


Bos galak,beraninya menindas yang lemah_batin Lareina


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Jejaknya.


terutama Like dan Coment,Coment membantu menyemangati Author yang lelah mengetik mohon maaf bila banyak kesalahan😊


__ADS_2