
Lareina masih menundukkan kepala menahan amarah,Penrod tau itu ia tersenyum bahagia melihat reaksi menggemaskan itu.
"Fann ayo kita pulang!" Ucap Penrod menggendong Fann.
Lareina segera menyusul dan ia mengambil kresek.
"Tunggu!!" Teriak Lareina.
"Ada apa,calon istriku?"Tanya Penrod.
" Brengsek kau!!"Lareina melempar jas yang ada di kresek ke wajah Penrod membuat Penrod menahan amarah namun ia tersenyum.
"Oh apakah sudah dicuci,calon istri pengertian" Ucap Penrod terkesan mengejek.
"Kau Gila,harusnya kau jelaskan kebenarannya Tuan Penrod yang terhormat!!" ucap Lareina menekan kalimat akhirnya.
"Sayang sekali namun aku akan segera menikahimu" ucap Penrod tertawa sinis.
"Iblis kau,pergi dari sini jika tak mau aku usir!!" ucap Lareina yang sudah kehabisan kesabaran.
"Kalimat pertamamu juga sudah mengusirku jadi untuk apa penjelasan kedua kalinya" ucap Penrod acuh membuat Lareina lebih kesal.
"Kau...." Ucap Lareina terhenti kala Fann mendekat dan memeluk lututnya.
"Reinnya Fann,jangan marahi Om dia tidak jahat kok" ucap Fann membuat amarah Lareina sedikit menurun.
"Fann,maafkan Rein tapi Ommu sangat jahat maka dari itu Rein memarahinya apa kau faham?" Tanya Rein diangguki Fann.
"Pergi kau!!,Fann kau pulang pasti ayahmu menunggu" Ucap Larein keras pada Penrod dan lembut pada Fann.
"Padaku kau kasar tapi pada ponakanku begitu lembut,apa kau hanya menghargainya baiklah aku akan mencoba polos sepertinya" ucap Penrod membuat Lareina kembali kesal.
"Pergi sebelum aku menendang bokongmu!!" ucap Lareina tajam.
__ADS_1
"Uhhh kau sangat menakutkan baiklah aku pulang jangan Rindu karna itu berat kau takkan kuat" ucap Penrod membuat Lareina mual.
"Dalam Hayalmu" Lareina kemudian menaiki tangga dan meninggalkan Penrod yang tersenyum padanya.
"Om kita pulang" Ucap Fann.
.
.
.
"Pria Gila,lihat saja aku takkan tinggal diam dengan sifat licikmu itu" ucap Lareina mengepalkan tangannya.
.
.
.
"Mana cucuku?" Tanya Sonja.
"Dia belum turun,aku akan.." ucap Mireya menatap tangga.
"Aku sudah datang,Bu..bisakah kau jelaskan pada kakek nenek siapa yang datang tadi?nenek kakek salah faham untuk itu" ucap Lareina memohon.
"Maksudmu?" tanya Mireya.
"Lelaki yang datang tadi sudah menghamili cucuku" Ucap Sonja membuat Mireya terbatuk karna kaget.
"Apa yang ibu fikirkan,Dia hanya tamu keponakannya Fann ingin menjumpai Lareina" ucap Mireya membuat Gibran dan Sonja cukup terkejut.
"Apa??" ucap Sonja karna ia masih ingat dengan tamparan itu.
"Apa yang nenek fikirkan,mana mungkin Lareina berhubungan dengan lelaki yang bukan siapa-siapa Lareina.cukup hari ini kalian mengerti tanpa salah faham lagi,jadi hilangkan fikiran kalian yang macam-macam itu!!" ucap Lareina kecewa.
__ADS_1
"Maafkan nenek dan kakek karna sudah salah faham terhadapmu" ucap Gibran.
"Ya" ucap Lareina.
"Tapi semisal kau menikah dengannya nenek setuju saja karna dia terlihat bertanggung jawab" ucap Sonja menggoda.
"Nenek..." rengek Lareina.
"Yaya...Kakek pun setuju" Ucap Gibran menambah kekesalan cucunya.
"Tidak akan pernah" Ucap Lareina dibalas tawa kakek neneknya.
"Sudahlah kita makan nanti keburu dingin" ucap Mireya ditengah candaan orang tuanya.
.
.
.
"Lareina Rika Goldie...hanya dia yang kuingat,tamparan neneknya membuatku semakin yakin dialah yang kupilih" ucap Penrod dan ia membenamkan wajahnya pada guling kesayangannya.
"Coba guling ini dia aku akan memeluknya lebih erat,aihh apa yang kau fikirkan Penrod stop dan jangan memikirkan gadis pemarah itu!!" ucapnya.
ia meraih ponselnya.
Hallo
ya bos
Kirimkan Nomor ponsel Lareina padaku!
Baik.
Aku tak bisa tenang jika tak mendengar suaranya_Batin Penrod*.
__ADS_1
Bersambung....