
Mutiara lasina Muhtar iya itu namaku sering di panggil Tia aku lahir di keluarga yang sangat harmonis, sangat terpandang dan terhormat, aku mempunyai kakak dan adik, mereka yang terlahir berbeda dengan ku kebanggaan orang tua ku dan keluarga, sedang kan aku, hanya anak yang bisa di bilang kurang dalam membanggakan mereka, dengan prestasi, mereka sangat di kagumi banyak orang terutama paman-pamanku dari ayahku tapi ayah dan ibu tidak pernah membedakan kami bertiga sama sekali, tidak ada kekerasan fisik hanya saja bisa di bilang kami tidak bebas dalam melakukan apapun(ketat) demi kebaikan anak-anak ayah dan ibu sangat memperhatikan kami bertiga mereka sangat takut kehilangan kami, maka dari itu kami sangat di manja bahkan saat umurku hampir beranjak 16 tahun kakakku berumur 21 tahun dan adik ku berumur 11 tahun, dan banyak kisah di balik hidup ku.....
Hari Senin adalah hari pertama tia masuk SMA, tia sedang bersiap-siap untuk datang tepat waktu karna takut telat dan tidak mendapatkan bangku paling depan, tepat pukul tujuh tia sampai di sekolah, tia sangat berantusias melihat sekolah karna walaupun tia tidak masuk sekolah favorit di kota itu setidaknya dia masuk SMA yang lumayan mendukung pasilitasnya, berbeda dengan Wulan Diana Tika Muhtar kakak tia yang berbeda dengannya wulan sangat pintar dan cerdas Wulan masuk SMK kesehatan yang termasuk SMK favorit di kota itu wulan masuk karna dia memanfaatkan kecerdasannya, tidak mustahil bagi Wulan untuk mendapatkan sekolah impian baginya sangat mudah sedangkan Sahdy Shah Muhtar adik tia masih duduk di bangku SMP yang bisa di bilang juga impian semua orang, kebetulan Tia dan Wulan juga lulusan SMP itu, tia juga sangat beruntung karna pernah menjadi salah satu alumni SMP tunas bangsa, hanya saja tia tidak masuk sekolah SMA favorit padahal ayah tia sudah membayar pendaftaran sekolah SMA favorit karna kuota pendaftaran sangatlah sedikit maka tia dinyatakan tidak lulus test, ayah tia sudah sangat banyak mengeluarkan uang untuk tia masuk di sekolah favorit tapi tia sudah berapa kali tidak di terima akhirnya ayah memberikan browsur kepada tia dan tia pasrah akhirnya tia menerima tempat sekolahnya yang baru di SMA cipta karya..
pukul 7.00 tia sampai di sekolah SMA cipta karya
tia sedang memperhatikan sekitarnya. "lah mana orang-orang penghuni SMA ini ko sepi bat yak apa aku kepagian ya tapi gak mungkin sekarang kan udah jam 7.00 lebih dikit lah" gumam tia, tanpa tia sadari ada orang yang sedari tadi memperhatikan tia dari kejauhan,
tia termasuk gadis yang sangat cantik banyak sosok pria yang ingin mendekati nya namun tia tidak pernah tertarik karna tia pernah mempunyai trauma kepada laki-laki waktu SD di bilang masih belia iya karna tia masih kecil dan belum mengerti hanya cinta monyet belaka, sebelum waktunya tia siap membuka hatinya kembali, tia sempat sekali berpacaran kenaikan kelas 3 SMP setelah itu tia tidak pernah tertarik berpacaran karna tia belum siap terluka kembali, dan tia harus fokus ke masa depannya dan tidak hanya itu orangtua tia belum bisa mengizinkan anak-anaknya berpacaran sebelum waktunya tiba nanti dan tidak hanya cantik tia termasuk anak orang terpandang bisa di bilang anak orang kaya, ayah tia seorang pemilik salah satu perusahaan yang ada di kota Jakarta yang sudah banyak cabang di mana-mana dan bahkan ibu tia mempunyai toko perhiasan yang besar dan mempunyai butik yang di kelola oleh keluarga Muhtar famili, sedangkan kakak tia Wulan saat ini melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia, ayah tia bernama Mulsionoba Abdi Muhtar ibu tia bernama Shahni Dini Muhtar, Muhtar sendiri di ambil dari nama kakek tia,
Sedari tadi tia hanya berdiri sampai tia tidak sengaja bertemu teman Yang pernah bersekolah yang sama di SMP tunas bangsa
"mutiara kan? alumni' SMP tunas bangsa anak 9b kan" tanya loli,
__ADS_1
"iya aku mutiara panggil aja tia biar akrab hehe, ucap tia bentar-bentar kamu Loli yang anak 9d bukan?"
* iya aku loli, aku kenal kamu karna aku liat kamu terus lewat kalo mau pulang, pengen nyapa tapi takut di anggurin hihi," gumam loli
"kenapa nggk nyapa aja biar kita bisa temenan dari SMP,"gumam tia
"nggk mungkin aku temenan sama kamu kan kamu sendiri udah banyak temen sedangkan aku cuma ada temen 1 2 3 kurang lebih lah hihi, mana ada juga yang mau temenan sama aku, secarakan aku cuma anak biasa dan kamu tau kan kalo aku sering di suruh-suruh sama anak Genk kelas kami dulu, gumam loli, sambil menahan air mata yang mau keluar
"hei anak-anak yang ada di parkiran tolong berkumpul di depan ruang guru "
"tiba-tiba saja pak anton memanggil kami, iya dia adalah pembina OSIS di SMA cipta karya
kami berdua Loli beranjak kaget tanpa pikir panjang kami berdua meninggalkan area parkir dan langsung datang ke sumber suara yang tak lain adalah pak Anton si pembina OSIS, sedangkan supir tia menunggu tia sampai pulang, begitulah ayah jika sudah menyangkut anak-anaknya jangan kan tia kakak dan adik tia saja juga di antar jemput oleh supir masing-masing begitu pun ibu dan ayah tia bahkan hampir saja ayah mengusulkan membayar bodyguard untuk menjaga kami bertiga tapi kami menolak dan syukurnya ibu juga mendukung kami ayah menurut karna rayuan maut ibu....
__ADS_1
setibanya tia dan loli di tempat papan Mading mereka langsung mencari masing-masing nama mereka dan akhirnya ketemu, keberuntungan berpihak kepada mereka
tia dan loli satu kelas di X(10)ipa2 dimana ada banyak alumni SMP tunas bangsa di sana yang mereka berdua lakukan adalah bertatapan dan langsung loncat teriak kegirangan bahkan mereka berdua tidak peduli banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua
tia dan loli langsung buru-buru untuk mencari di mana kelas mereka di perjalanan tiba-tiba saja tia menabrak murid lain
"aw" tia meringis kesakitan namun si penabrak tidak mempedulikan nya dia langsung pergi tanpa meminta maaf kepada tia "woy manusia nggk ada otak kalo jalan pake mata"gumam tia, "dimana-mana kalo jalan pake kaki" celetuk loli" iya sih, tapi kan orang itu nggk punya sopan santun setidaknya dia minta maaf kek nolongin berdiri , apa kek jangan pergi gitu aja nggk pernah di ajarin orang tua sopan santun apa"gumam tia, "ya udah sini aku bantu berdiri" ucap loli,
tiba-tiba saja ada yang menyodorkan tangan kepada tia
"aku pikir tangan loli nggk sebesar ini dah tapi mungkin loli sudah berubah jadi Hulk jadi tangan nya besar sambil cekikikikan tia bergumam dalam hati, saat tia ingin berdiri menggapai tangan itu tia terkejut dan benar saja ternyata bukan loli, akhirnya tia terjatuh kembali karna kaget yang tia lihat adalah sosok pria tampan, tinggi, putih, di mata tia dan semua wanita pria itu adalah tipe yang selama ini tia cari, sedangkan loli hanya mematung melihat seseorang yang sedang berada dekat dengan tia itu .......
BERSAMBUNG.....
__ADS_1