Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Sayang


__ADS_3

Bendi berdiri dan langsung menyerang balik Kevin,


Kevin hanya tersenyum dan mengatakan


"tunggu sebelum anda menyerang saya akan ada perjanjian di antara kita, saya akan melanjutkan perkelahian ini tapi ada satu syarat yang harus kamu tepati jika kamu melanggarnya saya akan mengatakan pada bunda kalo kamu sudah melecehkan perempuan, itupun kalo saya yang menang tapi kalo saya yang kalah maka apapun yang kamu minta saya akan menurutinua"ucap kevin


"omong kosong macam apa ini" jawab Bendi


"mau atau tidak, jika tidak saya akan kembali,"ucap Kevin yang berjalan akan kembali ke kelas,


belum saja Kevin melangkah keluar gerbang halaman itu


"baik saya akan menerima syarat itu," ucap Bendi dengan nada emosi


"oke" ucap Kevin yang langsung menyerang Bendi


perkelahian itu berlangsung dengan dramatis, mereka bertengkar layaknya sedang bertarung di suatu perlombaan bendi beberapa kali terjatuh tersungkur di bawah meja begitu juga dengan Kevin, Kevin dan bendi sangat di kenal orang-orang karna bela dirinya, mereka sejak kecil sudah di ajarkan bela diri jadi tidak heran mereka berdua hebat dalam bertarung


sampai ada sesuatu yang keluar dari hidung bendi


"darah, bere**s*k, " gumam Bendi dalam hati,


Bendi mengerutkan keningnya dan langsung melanjutkan pukulan demi pukulan ke arah Kevin, begitu juga dengan Kevin, mereka bertengkar sudah lebih dari 5 menit namun belum ada pemenangnya sampai tiba saatnya Bendi tersungkur lagi,


"sudahlah bendi, sudah terlihat kamu disini yang kalah, hanya segitu kemampuanmu" ucap Kevin yang berdiri di depan bendi, sedangkan bendi terbaring lesu di lantai, Bendi tidak menghiraukan ucapan Kevin


"sial" ucap Bendi dengan nada kesal


"sekarang disini saya yang memenangkan pertarungan ini, syarat yang sudah kamu setujui adalah kamu harus mengikuti semua pelajaran disekolah sampai kamu tamat sekolah, kecuali kamu sakit atau memang ada keperluan penting keluarga dan kamu wajib ikut perkemahan ini sampai selesai, jika kamu melanggar, kamu ingatkan apa yang harus kamu terima dari bunda," ucap Kevin yang tertawa kecil


"hei perjanjian kita bukan ini," ucap Bendi


"ingat lagi apa yang saya katakan di awal, kamu akan mengikuti syaratnya kan, apapun itu bukan, !!" ucap Kevin


"arrrgg, sial, kenapa gue ngikutin kemauan dia tadi," guman Bendi dalam hati


"ikuti saya hapus darah yang ada di hidung mu dan kembalilah kekelas, jika tidak anda akan mendapatkan hadiah istimewa dari bunda Bendi,"ucap Kevin yang meninggal kan bendi yang terbaring lesu itu


Setibanya Kevin di kelas tia, yang Kevin cari bukanlah teman-temannya melainkan Tia,


"dimana Tia," gumam Kevin dalam hati


tiba-tiba saja Tia masuk kelas, maaf kak lama, tadi di toilet ada masalah sedikit"ucap tia

__ADS_1


Kevin tersenyum melihat tingkah laku Tia yang membuat Kevin gemas dengan sosok gadis cantik itu


"owh, ya sudah silahkan kembali ke tempat" ucap Nadya


"dari mana saja si lu, lama bener, terus kenapa baju lu kusut, kotor lagi, hayo Lu dari mana, " tanya Danu dan Gilang curiga


"biasa ada urusan mendadak, soal baju tadi gue nggk sengaja jatoh terus kena kotoran jadi langsung gue bersihin di toilet" jawab Kevin berbohong


"nggk percaya gue, jangan-jangan lu, bentar tadi Tia katanya dari toilet terus lu juga dari toilet, sama-sama lama lagi di toiletnya , wah nggk beres ini lu mau ikutan perang sama kita"ucap Danu,


Gilang, dan Rio melirik tajam ke arah Kevin


"apaan si ngaco, ya ka kali, gue tadi ada urusan mendadak juga, terserah kalianlah mau percaya ap nggk," ucap Kevin


"dih ngambek" gumam Danu yang tertawa di ikuti temen-temen yang lain


"sut, bisa diam nggk" ucap Nadya"


"iya-iya, galak amat lu macan tutul, gumam Danu kepada Nadya


"berisik, dari pada Kalian nggk jelas ngobrol mending liat tu adik-adik baru, kasian arahin kalo mereka nggk biasa, ucap Nadya


"siap bos" gumam mereka


tidak lama dari itu Bendi datang ke kelas dengan wajah memelas,


"Ben gue mimpi apa semalam, ko lu balik lagi, tumben-tumbenan" tanya Alfin


"tas gue ketinggalan, terus gue udh berubah pikiran, gue pengen ikut kemah mau ikut seru-seruan di perkemahan bareng kalian" ucap Bendi berbohong


"yes akhirnya teman gue berubah" ucap Riki, dan Alfin mengiyakan


Kevin yang melihat Bendi ke kelas hanya tersenyum


"syukurlah dia bisa menepati janjinya, dia memang belum dewasa tapi aku tau kalo dia juga punya hati" gumam Kevin yang bahagia melihat adiknya tumbuh menjadi remaja yang bertanggung jawab dengan janjinya


sementara itu Bendi langsung duduk tepat di belakang Tia sedangkan Tia hanya terdiam mencuri pandang dan hanya melirik Bendi, Tia takut berurusan langsung dengan Bendi lagi


"selesai mencatat Tia dan yang lainnya hanya menunggu kakak-kakak OSIS menjelaskan materi yang akan di bahas selanjutnya


"kenapa kamu tidak mencatat yang ada di papan tulis itu ucap Nadya kepada Bendi, apa kamu bisa menghapal nya dengan cara melihatnya saja


Bendi langsung menarik tas yang ada di dalam lacinya, bendi sadar kalo tasnya sangat berat, "kenapa tiba-tiba berat gini ya perasaan tadi nggk berat-berat amat deh lagian juga cuma Bawak buku 2 buah sama pena doang" gumam Bendi dalam hati

__ADS_1


saat bendi membuka tasnya


"bruk-bruk suara batu keluar dari tas bendi dan terjatuh ke lantai


"ber**s* k" gumam Bendi yang merasa dirinya di permainkan,


mata semua orang tertuju kepada Bendi, ada yang berpura-pura tidak melihat, ada yang hanya tertawa kecil dan ada yang hanya tersenyum karna takut dengan tatapan tajam Bendi


Bendi yang tadi merasa mengantuk tiba-tiba saja mata bendi langsung terbuka merasa terkejut dan merasa sangat malu atas kejadian ini, emosi Bendi memuncak dia tidak menyangka ada yang berani bermain-main denganya


"ada apa" tanya salah satu kakak anggota OSIS


"ada yang sengaja mengisi batu ke tasku "ucap bendi yang merasa kesal


Kevin langsung menghampiri Bendi dan bertanya kepada kami semua


"siapa yang melakukan ini, kakak tidak akan segan-segan untuk menghukum orang yang sengaja menjahili orang lain seperti ini" tanya Kevin


semua murid hanya terdiam


"nggk usah sok peduli lu sama gue, gue nggk butuh kasian dari lu bedebah" ucap bendi berbisik kepada Kevin,


Kevin mengabaikan Bendi dan langsung melanjutkan penjelasannya, Kevin tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi karena dia pikir Bendi tidak membutuhkan nya,


Kevin sengaja mengalihkan perhatian agar semua orang bisa melupakan apa yang terjadi dengan Bendi,


"bendi bisa mengurusinya sendiri, aku tau bendi akan melakukan apapun kepada orang yang sengaja mempermainkannya"gumam Kevin dalam hati


ayok-ayok kita lanjutkan lagi ya "ucap Kevin


"lah ko lanjut Vin" tanya Gilang


"biarin aja, nanti si Bendi sendiri yang mengurusnya, lu kayak nggk kenal anak itu saja, lagian juga kita belum selesai ngurus perkemahan ini, waktu kita juga nggk banyak, masih banyak yang perlu kita urus, kalau bukan Bendi juga kasus ini bakalan gue kupas sampe gue temui orang yang berusaha menjahili murid lain tapi kali ini Bendi, jadi gue nggk khawatir biarin aja, gue percaya sama anak itu" ucap kevin


Gilang, Rio dan Danu sudah tau kalo Kevin dan Bendi adalah pemilik keturunan sekolah ini, mereka berdua bersaudara namun tidak terlihat seperti saudara kandung, begitu juga Riki dan Alfin, mereka adalah sahabat kevin dan Bendi


Sementara itu Tia dan loli hanya menahan agar tidak tertawa, namun disisi lain Bendi keluar membuang batu itu ke tempat Dimana Tia mengambilnya tadi, Bendi sengaja memperhatikan teman-teman sekelas itu dia mencari siapa yang berani melakukannya,


mata Bendi tertuju ke gadis cantik itu, ia dia adalah Mutiara Lasina Muhtar,


" owh ternyata pikirin gue bener, kamu yang sengaja ingin bermain-main denganku sayang, ucap Bendi yang berseringai menatap Tia yang sedari tadi tertawa karna Tia pikir kali ini Tia berhasil melihat Bendi kesal dan malu


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2