Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Kagum


__ADS_3

"Astaga, loliiii, kenapa aku bisa melupakannya," pekik Tia sontak orang-orang yang ada di sana melihat ke arah Tia


namun Tia tidak perduli, Tia langsung berlari kembali ke kelas, namun sesampainya Tia di kelas, Tia tidak melihat loli, Tia sesekali bertanya kepada siswa lain jawaban mereka tetap sama, mereka tidak melihat loli, Tia mencari dari sudut kelas, hingga ke perpustakaan, setiap perjalanan Tia selalu bertemu laki-laki yang sering sekali menggoda Tia, kebanyakan kakak tingkat Tia,


Tia mencari di satu titik dimana semua orang jarang ke tempat itu, iya itu adalah tempat dimana Bendi dan Kevin berkelahi,


saat Tia sampai di sana yang Tia temukan bukanlah loli melainkan sekumpulan laki-laki yang nangkring disana, sangking banyaknya Tia tidak bisa menghitung jumlah mereka,


"dug, dug, dug" jantung Tia bergetar hebat bukan karna jatuh cinta melainkan ketakutan Tia jika mereka mengetahui seorang Mutiara Lasina datang kesana, Tia mendengar percakapan mereka, mata tia melotot saat mendengar percakapan mereka yang isinya membahas gadis cantik yang ada di kelas 10ipa2 yang tak lain adalah dirinya


Tia ingin pergi namun salah satu dari orang tersebut melihat Tia,


"jika dia ada di sini apa kalian bisa percaya" tanya seorang Reno namanya pada semua orang yang ada di sana sedangkan matanya tertuju ke arah Tia


" ya tentu tidak, tidak mungkin dia ada disini" jawab mereka kompak


namun Reno yang melihat Tia berlari ke arah Tia untuk menghentikan Tia pergi dari tempat itu


semua orang kaget bukan main, ada yang menatap Tia kagum, ada juga menatap Tia mesum


" hai, kamu mau kemana" sapa Reno


"ak, aku mau mencari temanku, namanya loli apakah kamu melihatnya" jawab Tia gelagapan rasa ketakutan Tia bertambah saat teman-teman Reno mendekati Tia


" tidak, aku dari tadi disini bersama teman-teman ku, tidak ada yang bernama loli disini" jawab Reno


" baiklah kalau begitu, apa aku bisa pamit dari sini" ucap Tia pelan


" tentu saja boleh tapi ada syaratnya sebelum kamu pergi alangkah baiknya kamu berkenalan kepada kami" gumam Reno lagi

__ADS_1


" seperti anak TK saja mau perkenalan segala" batin Tia


"baiklah" jawab Tia singkat, Tia tidak banyak menunjukkan kalo dia harus menolak kacuali sudah di batas berlebihan


"jika aku menolak ntah apa yang akan mereka lakukan kepadaku, bisa saja aku dimakan(dilecehkan) dan di bunuh setelah itu di bakar atau di hanyutkan" batin Tia yang membayangkan drama Korea The Penthouse yang sangat mengerikan


"Hai" sapa Tia pada mereka, Tia mencoba untuk berani namun di hatinya sangatlah takut, ingin rasanya Tia kabur dari kurungan para harimau yang siap menerkam Tia kapan saja


"hallo juga cantik" jawab mereka,


Tia benar-benar ketakutan, mereka mengepung Tia seperti mengepung penjahat, Tia ingin menangis namun dia lebih berpikir positif mungkin saja mereka hanya ingin berkenalan dengannya


"aku Mutiara, panggil aja Tia" Tia berkenalan kepada mereka seperti berkenalan siswi baru di kelas, sedetail-detailnya Tia menjelaskannya mereka hanya melotot mengagumi kecantikan Tia


" benarkah, ternyata memang benar kamu adalah siswi yang dari tadi kami bicarakan Tia" jawab Reno


Tia hanya tersenyum dan rasa ketakutan Tia semakin jadi saat salah satu temannya memegang tangan Tia, namun Reno menepisnya dengan kasar,


"iya, kan cuma mau kenalan aja" jawab Kiki


"tapi bukan gitu caranya" ucap Reno lagi


Tia hanya menatap wajah Reno, Tia mulai mengagumi Reno ntah apa yang di pikirannya sampai dia bengong dan sadar saat Reno memanggil nama Tia


"Tia, apakah kamu baik-baik saja" tanya Reno


" iya aku baik-baik saja, terima kasih" jawab Tia


" ya udh sekarang kamu bisa kembali dan jangan keluyuran ke sini lagi, beruntung kamu bertemu kami, jika kamu bertemu Genk lain bisa-bisa kamu nggk balik lg" ucap Reno menakuti Tia

__ADS_1


" iya, maaf, sampai jumpa " ucap Tia pada Reno dan kawan-kawannya, Tia meninggalkan tempat itu berjalan, berlari, dia memang takut tapi karna ucapan Reno Tia mulai tersenyum malu dan menepis ketakutannya itu, Tia juga masih penasaran dengan Reno, Tia mulai berhenti dan mengintip Reno di balik dinding, apakah benar Reno tulus membelanya atau hanya sekedar modus belaka seperti laki-laki lain, Tia mendengarkan percakapan mereka


"kenapa di lepasin si kan kapan lagi kita ketemu cewek secantik itu, banyak di puja-puja cowok lagi, itu cewek banyak yang ngedeketin, banyak yang suka, di ambil orang nggk ikhlas gue" ucap Hanif


" sut diam, liat dari sudut matanya dia masih polos, jangan menodai kepolosan hanya karna nafsu kalian, " ucap Reno lagi


"siapa juga mau menodainya, orang cuma mau kenalan" Kiki juga ikut andil bicara


"gue tau akal busuk kalian, udh geh, kalian sekarang tau kan seperti ap bentuk Mutiara yang kalian dari tadi bahas, kalo kalian sudah tau, sadar diri noh, ada kaca, cewek secantik itu, dan kita sudah tau sekaya apa keluarganya, nggk mungkin milih cowok modelan kayak kita ini" jawab Reno


" iya si, tapi bisa mungkin, Tia juga sepertinya orangnya baik, " gumam Febri teman Reno juga


" ya udh deh, terserah kalian saja, yang penting jangan macam-macam sama Tia" gumam Reno tanpa sadar dengan ucapannya


" lah ko lu malah lindungi Tia dari kami, apa Lo juga naksir sama dia" tanya hengki teman Reno yang lain


" eh nggk maksud gue jangan ganggu cewek-cewek seperti kalian ganggu Tia tadi " ucap Reno gelagapan dan menatap sinis Kiki yang hampir mencoba menyentuh tangan Tia


" orang cuma kenalan doang" jawab kiki


"keluar yuk" ajak Reno mengalihkan pembicaraan


Tia langsung bergegas dan pergi terburu-buru meninggalkan tempat itu takut ketauan Reno kalo sebenernya Tia dari tadi menguping pembicaraan mereka


di perjalanan Tia membayangkan tadi dimana Reno menepis tangan temannya hanya untuk melindunginya dan mengingat ucapan tulus reno


namun lagi-lagi Tia di buat malu sendiri karna ucapan Reno, benar kali ini Reno adalah laki-laki yang dia cari selama ini


Tia seketika sadar kembali,

__ADS_1


"ingat Tia tujuanmu hanya satu mengejar cita-cita mu dan membanggakan kedua orang tuamu" batin tia


itulah alasan kenapa Tia tidak berpacaran, bagi Tia cukup sekali pacaran, Tia sudah merasakan pacaran itu seperti apa, bagi Tia pacaran hanya membuat waktunya terbuang sia-sia, hanya ada tekanan batin saja jika harus menuruti kemauan untuk berpacaran, ribet adalah kata yang paling Tia benci perihal cinta, Tia juga berdoa semoga Tia tidak jatuh cinta sebelum waktunya tiba


__ADS_2