Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Hilangnya Tia


__ADS_3

"saya mohon jangan kesini, please" batin Tia karna melihat Reno seperti ingin menghapirinya


namun dugaan Tia salah, Reno malah pergi ke arah lain


"akhirnya, tapi kenapa dia putar balik ya, apa dia emng tidak melihat ku atau menghindari ku, tapi syukurlah berarti Reno tidak tertarik kepada ku, jadi aku tidak perlu khawatir" batin Tia


Tia menunggu supir untuk menjemputnya, tapi Tia sadar jam belum menunjukkan pukul 12 jadi Tia memutuskan untuk diam-diam pulang, Tia agak sedikit nakal jadi soal bolos sudah suatu hal yang biasa bagi Tia,


Tia memikirkan sesuatu agar dia bisa keluar tanpa di ketahui oleh pihak sekolah apalagi ada satpam sedang berjaga di luar gerbang sekolah, Tia melihat tasnya


"tidak bisa ini, sepertinya jika aku bawa tas ini mungkin satpam bakal curiga, jadi mungkin tasnya harus terlebih dahulu aku lempar ke arah gerbang yang terlihat aman, tapi dimana ya" batin Tia mencari gerbang yang sedikit mudah untuk di jangkau,


pager sekolah itu sedikit tinggi yang susah untuk di jangkau Tia, karna keterbatasan tubuh Tia yang kurang tinggi itu, Tia mencari dimana, Tia melihat ke arah belakang kelas 11 IPS yang agak sedikit rendah dari pager-pager yang lainnya, disana tidak terlihat orang satu pun, Tia menghampirinya Sampai di belakang kelas itu Tia menyeringai


"aku menemukan tempatnya, tapi jika untuk loncat sepertinya susah, gak mungkin soalnya aku memakai rok pendek di atas lutut, aku harus melempat tas ini, seperti nya Aman ini kayak di dekat permukiman warga deh" batin Tia



tas yang Tia pakai akhirnya di lemparnya


" sekarang waktunya merayu bapak satpam, let's go" ucap Tia pelan


Tia mendekat ke arah gerbang, Tia melihat pak satpam


sepertinya umurnya agak sedikit muda dari bapak satpam yang lainnya, agak sedikit sulit tapi akan aku coba siapa tau bapaknya luluh" batin Tia


"hai bapak ganteng, bapak baik deh," sapa Tia merayu


" ada apa, apa ada perlu, kalau nggk ada silahkan kembali ke kelas" ucap bapak itu tegas


" gak usah galak-galak ngapa pak, hehehe, pak aku boleh keluar Bentar gak soalnya ada perlu pak, ya ya ya" bujuk Tia


"tidak ada yang boleh keluar sekolah kecuali sudah waktunya pulang sekolah" tolaknya lagi


"bentar aja please, ya pak" Tia


" tidak boleh, silahkan kembali ke kelas atau saya sendiri yang akan mengantar anda ke kelas" ketus pak satpam


"ayok lah pak, ada teman aku yang sedang menunggu di sebrang sana sebentar saja ya" bujuk Tia lagi berbohong


"tidak, bisa pulang sekolah nanti " jawabnya singkat

__ADS_1


Tia mengerutkan keningnya,


"sial, dasar batu" umpat Tia dalam hati


banyak alasan yang Tia ucapkan namun pak satpam itu benar-benar tidak mengizinkannya untuk keluar,


Tia agak sedikit kesal ingin menyerah, dan kembali ke kelas namun Tia tidak kehabisan akal


Tia berpikir apa alasan yang bisa di percaya satpam ini, Tia tidak sengaja melihat kotak sampah, di dalam kontak sampah itu ada bungkus pembalut, lagi-lagi Tia menyeringai


"sepertinya ini alasan yang sangat tepat" batin Tia lagi


Tia kembali lagi menghampiri pak satpam, belum saja Tia bicara pak satpam sudah lebih dulu bicara


"ada apa lagi " jawab ketus pak satpam itu


" bapak sebenarnya aku mau keluar karna aku mau membeli sesuatu" ucap Tia


"apa" jawabnya singkat


Tia melihat kiri kanan dan membisikkan sesuatu kepada satpam itu


"pembalut" ucap Tia


" apa perlu aku tunjukkan agar bapak bisa percaya" ucap Tia lembut menggoda pak satpam, meskipun begitu Tia juga takut dengan ucapannya


" 5 menit" jawab pak satpam itu grogi, sebenarnya pembalut juga sudah tersedia di beberapa kantin namun satpam itu lupa karna sudah terlanjur malu dengan ucapan Tia


"baiklah pak," jawab Tia senyum menyeringai


di sekolah itu sebenarnya ada satpam cewek yang biasa memeriksanya tapi hari ini keberuntungan Tia, satpam cewek itu tidak hadir


Tia berhasil keluar dari sekolah itu, sedangkan pak satpam terdiam kaku masih di tempat,


"aku bebas hari ini" gumam Tia, Tia berpura-pura ke arah pembelanjaan agar pak satpam itu tidak curiga, Tia mencari titik belakang kelas 11 IPS dimana dia melempar tasnya tadi, tidak butuh lama Tia menemukannya, Tia mengambil tas nya dan mencari taksi untuk segera ke tempat tujuannya, bukan pulang tapi Tia ingin pergi tanpa di ketahui orang lain


⭐⭐⭐


sedangkan Bendi, Alfin, Riki, dan loli berpencar mencari Tia, namun mereka tidak menemukan Tia,


"arggg, sial, kenapa gue harus mencari cewek drakula itu" gumam Bendi, akhirnya bendi berhenti mencari Tia, bendi malah ke kantin

__ADS_1


Alfin dan Riki sudah kembali akur sebentar, kali ini mereka bekerja sama untuk mencari Tia


sementara loli bingung harus mencari ke mana, sudah bebeberapa tempat sekolah itu yang sudah di datangi loli termasuk kantin mahal yang biasa Tia kunjungi, loli bertanya pada semua orang siapa pun yang dia liat, mereka tidak melihatnya dan bahkan ada yang ikut mencari Tia namun tidak ada satupun dari mereka menemukan Tia, satu sekolah itu heboh karna Tia hilang


⭐⭐⭐


Kevin tidak mengetahui keadaan di luar, Kevin sibuk mempersiapkan semuanya di dalam ruangan OSIS karna akan ada kegiatan tahunan untuk murid baru


"untuk hari ini sudah selesai ya, besok kita lanjut lagi" ucap Kevin pada yang lain


"oke Vin" jawab mereka kompak,


banyak OSIS yang berkumpul disana, tidak terkecuali teman-teman Kevin, Rio, Danu, Gilang, dan Widya


tiba-tiba saja ruangan itu pintunya di ketuk oleh siswi, siswi itu ingin melaporkan ke ketua OSIS, karna hilangnya seseorang adalah salah satu tanggung jawab anggota OSIS


"iya masuk" jawab Kevin


"kak di luar ada orang yang hilang, sekarang orang-orang sedang mencari keberadaannya"


mereka semua terkejut dan saling bertatapan seakan bertanya siapa


"siapa" tanya mereka kompak


" namanya Mutiara Lasina kelas 10ipa2, murid baru kak" jawab siswi itu


"apa" pekik gilang


"Tia" tanya Kevin khawatir


"iya kak" jawabnya


Kevin mendengar itu berdiri tanpa bertanya lagi dan meninggalkan mereka yang ada di ruangan itu , Rio, Gilang, dan Danu juga mengikuti Kevin


Rio berbalik badan


" Owh iya, Widya tolong urus ini dan yang lain sebagian ikut mencari dan sebagiannya juga membantu Widya membereskan ini" ucap Rio


Widya mengangguk begitu juga dengan yang lain


"oke tenang ini urusan gue, tapi kalo udh ketemu kabarin ya" jawab Widya

__ADS_1


"iya" jawab Rio yang ingin melangkah keluar menyusul teman-temannya


BERSAMBUNG........


__ADS_2