
Kebanyakan yang memasak Tia, sedangkan yang lain hanya bisa membantu Tia menyiapkan bahan makanan, memotong sayuran, maklum lah yang biasa masak di Pramuka hanya ada beberapa orang itupun sekarang mereka sedang melaksanakan sholat
"tidak sia-sia kami memanggil kamu Tia, benar kata Kevin kamu sangat bisa di andalkan soal masak memasak" ucap Jesicca
"Tia juga masih belajar kok kak, masih banyak yang belum bisa Tia masak" ucap Tia
"tapi kamu bisa bikin rendang" tanya Maria
Tia mengangguk mengiyakan pertanyaan Maria
"tu kan, udh cantik, baik, ramah, pintar masak, keluarga terpandang, aduh kalo aku cowok nih pasti aku klepek-klepek sama kamu" ucap Maria
"hhh, bisa aja kak lagi pula semua perempuan pasti bisa masak" jawab Tia
"dih boro-boro masak kayak gini, goreng telor aja gosong, masak air aja sering kering" ucap Maria yang lagi memotong tomat
" wuhahahahha" tawa Jesicca dan yang ada di sana pecah mendengar penuturan Maria
"emng lo bisa" tanya Maria dengan tatapan sinis
"nggk sih" jawabnya dengan santai di ikuti senyum kecil menampilkan gigi-gigi indah milik Jesicca
"lagu lama, ngetawain orang padahal diri sendiri aja nggk bisa masak" ucap Maria tertawa di ikuti mereka juga
"ternyata kumpul sama kakak kelas kayak gini lebih menyenangkan ya" batin Tia
"kak, Tia boleh ikut kumpul-kumpul kayak gini nggk sama kakak-kakak, soalnya Tia sering ngerasa kesepian walaupun di sekitar Tia banyak orang tapi Tia nggk bisa mendapatkan kesenangan seperti sekarang" lirih Tia
"tentu saja geulis," jawab kak Nadya yang keturunan Sunda, dia yang hanya bisa menyimak dari tadi sekarang dia sudah bersuara
" boleh dong, kalo ada kamu di sini rame terus, apalagi kalo cowok-cowok pada tau pasti mereka seneng bener" jawab Maria di balas angguk'an semua orang yang ada disini
"makasih kak" ucap Tia tersenyum
kali ini Tia merasa kebahagiaan, beruntung orang-orang ada di sana semuanya baik, namun tia tidak mudah percaya, semua orang pasti bakal berubah pada waktunya begitu juga dengan dirinya
............................
__ADS_1
Selesai sudah acara masak memasak untuk sore ini, kini Tia sudah ikut berkumpul di lapangan karna panggilan semua siswa mengharuskan mereka kumpul
"baik, untuk semua siswa-siswi tolong diam, dan tolong berbaris sesuai dengan regu masing-masing'" perintah Pradana putra
mereka langsung berbaris sesuai dengan regu masing-masing
"sebelumnya perkenalkan nama kakak Nando Fransisco Diliham, panggil aja kak Nando, kakak disini sebagai Pradana Putra, dan di sebelah kakak ada rekan kakak yang bernama Vina Delia Septianti, dia Pradana Putri, panggil saja kak Vina, mungkin cukup perkenalan nya, nanti untuk perkenalan lebih lanjut pada saat Kita memulai acara" ucap Nando
"baik kak" jawab mereka
"disini kalian sudah selesai melaksanakan sholat,? bagi yang menjalankan ya" tanya Pradana putra
"sudah kak" jawab mereka kompak
"bagus, sekarang kita bersiap-siap untuk makan malam, sudah di siap kan oleh kakak-kakak panitia, tidak boleh ada yang menolak ataupun tidak makan, kalian harus belajar dari sekarang, menghargai sesuatu yang sudah bersusah payah di buat orang lain" ucap kak Nando selaku Pradana Putra
mereka hanya mengangguk, ada yang tidak terima, ada juga yang biasa saja
sejurus kemudian laki-laki yang Tia kenal Kevin dan teman-teman nya membawa beberapa daun pisang yang baru saja di tembang, ntah dari mana mereka mendapatkannya, secara sekolah ini cukup elit tidak mungkin kan di sekeliling mereka ada pohon pisang
"duduk" perintah Pradana putra
"iyuh, Kenapa harus duduk di sini sih, jijik" celetuk Ipani
membuat semua orang kaget bukan main, melihat ke arah Ipani
"Pani" panggil sari yang sedikit dekat dengan sosok perempuan manja+lebay itu
"ogah binggo gua duduk disini" Ipani menolak
"kenapa, ada yang tidak terima" ucap kak Vina dengan nada sedikit tinggi, membuat semua murid kalang kabut
"yaps, gue juga nggak terima" bukan Ipani yang menjawab namun Deninka dari regu lain
semua murid langsung menatap ke arah Deninka
"alasannya" tanya Vina
__ADS_1
"kotor, jijik, idih bukan tempat gua," ucapnya nyeletuk di balas angguk'an dengan semua murid yang tidak terima
"silahkan pulang" usir Vina geram
"Vina" panggil Nando, Vina yang anaknya emosian mengambil keputusan sepihak tanpa menyadari ada pembina Pramuka dan pembina OSIS, Vina yang merasa di panggil langsung diam
"maaf, untuk perlakuan kak Vina, Pramuka memang seperti ini konsep nya, kalian harus belajar dari hal yang kecil seperti sekarang, Pramuka harus kuat mental, kuat fisik, Pramuka tidak mengenal kotor, jijik, ataupun bau, dan Pramuka juga mengajarkan kita sebagai mahluk sosial yang harus bersyukur dengan keadaan apapun, " ucap kak Nando menjelaskan
"gua juga kalo nggk ada kak Kevin, males banget ikut-ikutan acara kayak gini" batin Deninka, ia terpaksa duduk karna melihat Kevin menatap dirinya, begitu juga yang lain, kebanyakan yang menolak kegiatan ini adalah murid perempuan tapi karna kebanyakan laki-laki tampan membuat semua perempuan harus ikut
Ipani yang mendengar penjelasan Nando langsung duduk, dirinya mulai mengagumi Nando sebab itu ia langsung menurut
berbeda dengan Tia, walaupun dia anak orang kaya namun dia sejak kecil sudah di ajarkan kedua orang tuanya tentang hidup keras
sekarang tugas panitia perempuan untuk membagikan makanan, sedangkan semua murid saling bertukar tatapan
Tia duduk di depan Zahra, di samping kiri loli dan di samping kanan sari, mau tidak mau mereka harus menyantap makanan yang sudah di buat kakak panitia, tempe goreng, mie goreng, dan sambel tahu dan di tambah lagi sayuran
"kita makannya kayak gini" bisik Ipani pada sari takut kedengaran Nando, bisa hilang harga dirinya sekarang jika di dengar Nando yang Baru beberap menit itu ia Kagumi
"udah makan aja, jangan banyak protes, mau di marah sama kak Nando" ucap sari
Ipani langsung menggeleng cepat
"ya sudah makan"
dengan terpaksa Ipani menyantap makanan itu
"ternyata enak ya" celetuk salah satu siswa yang terdengar oleh semua orang
Kevin menatap Tia, dia tersenyum melihat Tia, jarang-jarang perempuan bisa masak sebanyak ini, dan seenak ini, pikir Kevin
tidak hanya siswa itu yang mengatakan makanan itu enak tapi hampir semua orang yang menikmati nya
Tia dan kakak-kakak panitia yang memasak hanya melempar senyum
.....................
__ADS_1