
Tia dan keluarganya sudah masuk ke dalam mobil begitu juga keluarga Kevin
diperjalanan pulang Tia hanya diam, seperti biasa Tia hanya menatap jalan, Tia masih bertanya-tanya apa maksud dari ucapan keluarganya tadi,
tidak ada percakapan di dalam mobil sampai tidak terasa mobil berhenti tepat di gerbang depan rumah mereka
mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah, ibu, ayah, dan Wulan sudah duluan masuk sedangkan Sahdy dari tadi melihat Tia yang diam seribu bahasa
"kak" pekik Sahdy
Tia langsung menoleh kaget dan memukul kepala Sahdy
"kakak sakit" rengek Sahdy
"lagian sering bener bikin orang jantungan"
"punya kakak berasa punya anjing peliharaan, "
ucapan Sahdy membuat Tia menatap tajam sahdy
"apa kamu bilang, kakak di samain sama anjing, wah nggk bener ini" gumam Tia dan langsung menyubit lengan Sahdy
"tu kan, nggk sekalian gigit aja kak, terus kejar, jadi kan persis kayak guguk" ejek Sahdy lagi dan berlari menyusul ibunya
"anak ini bener-benar ya" jawab Tia
Tia pun hanya diam dan tertawa kecil melihat tingkah Sahdy yang memang bisa di bilang masih bocil,
Tia tidak mengejar Sahdy, Tia merasa cape jadi dia pergi menuju kamarnya, Tia langsung mandi dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi
setengah jam lebih berlalu entah apa yang di lakukan Tia di kamar mandi, tidak terasa, baginya di kamar mandi adalah tempat ternyaman untuk nya
Tia tidak mendengar dari tadi ibunya memanggil Tia di depan pintu kamar Tia, Tia hanya asik bercanda gurau di dalam kamar mandi, ntah itu ngobrol dengan air atau semacamnya di dalam kamar mandi, dan akhirnya selesai juga ritual Tia
Tia keluar hanya memakai handuk, Tia melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul 7 lebih, Tia berpikir, "biasanya aku mandi lebih lama dari ini tapi sekarang sebentar sekali, bodo lah" batin tia
__ADS_1
Tia langsung membuka lemari dan mengambil piyama pendek berwarna hijau, Tia sangat menyukai warna hijau, baginya warna hijau adalah warna favoritnya, Tia yang sudah memakai piyama duduk di atas kasurnya berpose layaknya model papan atas namun Tia langsung sadar bahwa tidak ada kamera atau semacamnya
"arrgggg, ayah kenapa tidak memberikan aku hp" grutuk Tia
"Tiaaaaa" teriak Shahni sambil mengetuk pintu kamar tia
"seperti nya dari suaranya kenal, ibuuu," Tia melotot dan cepat-cepat membuka pintu kamarnya
"hallo ibu ku yang sangat cantik" sapa Tia dengan muka imutnya
"dari tadi ibu manggil-manggil, dari mana" tanya Shahni
"dari bersandar Dengan tembok dan bercerita panjang lebar pada bayangan" jawab Tia
"tuk," kepala Tia di pukul pelan ibunya
" ibu sakit," grutuk Tia
"cepat turun, kita makan malam, dari tadi di tungguin di bawah" ucap ibunya dan langsung menarik tangan Tia
"kebiasaan, mandi itu nggk boleh lama-lama, emngnya kamu mau setan, jin, dan mahluk halus atau semacamnya, suka sama kamu, " tanya ibunya
" ibu mah, jangan nakutin Tia dong" jawab Tia
" di kamar mandi itu tempatnya mereka, jadi ibu saranin jangan sering lama-lama di kamar mandi, kalo masuk kamar mandi itu jangan lupa baca doa begitupun juga kalo keluar kamar mandi, udh ibu sering bilangin, masih aja di lakuin" gumam ibunya
"iya-iya nanti di kurangin, paling di kurangin 5 menit" jawab Tia cengengesan
" ini anak bandel bener kalo di bilangan" ucap ibunya
" kan step by step bu" jawab Tia
" hmm, udah makan sama di kursi" ucap ibunya yang menunjuk tempat biasa Tia duduk
__ADS_1
"lama banget, udah laper ini" gumam Wulan,
"siapa suruh nunggu" jawab Tia
"seru ni" celetuk Sahdy
Tia dan Wulan kompak menatap Sahdy lagi sedangkan Sahdy berpura-pura tidak melihat
"udh, sekarang makan, apa ayah perlu jewer kalian, biar bisa diam" guman ayahnya
" iya yah" jawab mereka
mereka melanjutkkan makan dengan selera masing-masing, tidak ada daging-daging an kecuali ayam dan ikan, yang memasak ibunya, ayah sangat pemilih soal makanan jadi semua urusan masak memasak itu urusan Shahni, tidak ada suara sedikitpun hanya ada sendok, piring gelas yang saling bertautan
selesai makan Tia langsung kembali ke kamarnya, membuka buku bacaan dan lain-lain,
tiba-tiba Tia teringat kembali tentang keluarganya ya g tiba-tiba aneh, namun Tia tidak peduli dan menepis, mungkin saja hanya pikirannya saja yang bertanya-tanya
setelah membaca buku Tia kembali ke kasur, Tia tidak sadar dia tertidur layaknya orang yang sudah meninggoy namun syukurnya masih bernafas
" Tia, sebenarnya aku udah lama suka sama kamu, tapi aku belum bisa ngomong ke kamu, aku nunggu waktu yang tepat" ucap seseorang
"maksudnya apa, dan kamu siapa" tanya Tia
" aku adalah orang yang selama ini memperhatikan kamu tanpa kamu sadari, aku sudah lama menunggumu Tia" jawab orang tersebut
" kamu siapa, aku tidak mengenalmu " tanya Tia lagi
"suatu saat nanti kamu bakal tau aku siapa, sampai kapanpun aku akan tetap menunggu mu sekali pun aku harus merelakan kamu dengan orang lain" jawabnya lagi dan langsung menghilang layaknya hantu
"hey, aku belum selesai bicara, hey" pekik Tia yang langsung terbangun dari tidurnya
"astaga, ini hanya mimpi, tapi seperti nyata, dan aku merasa orang itu tidak asing" ucapnya sambil memikirkan mimpinya lagi
" ay, sudahlah hanya mimpi, bunga tidur" ucap Tia
__ADS_1
Tia ingin memakaikan selimutnya dan melanjutkan tidurnya, tapi tiba-tiba Tia melihat sesuatu yang membuatnya kaget dan berlari terburu-buru
BERSAMBUNG.......