Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Sebatas Patok Tenda


__ADS_3

"Astaga ini gimana lagi" batin Tia melihat tenda yang belum terpasang, begitu juga dengan yang lain


Tia menatap satu persatu temannya, sementara mereka juga tidak mengerti bagaimana memasang tenda dengan benar,


"non apa ada masalah" tiba-tiba suara bodyguard Tia itu datang menghampiri anak dari majikannya itu


bukan hanya Tia semua orang disana menatap Tia dengan aneh


" astaga, kenapa kalian ada disini" tanya Tia melihat bodyguard berjumlah 3 orang yang sedang mengawasinya


Tia menarik salah satu bodyguard nya menjauh dari teman-teman yang lain


"maaf non Tia, ini perintah dari bapak untuk menjaga non, kami tidak akan menggangu, kami hanya menunggu di luar tenda non saja," jawab pak Doko salah satu bodyguard suruhan ayahnya


" telpon ayah" perintah Tia


" tapi non"


"cepat" nada Tia sudah tidak bersahabat lagi


bodyguard itu cepat-cepat meraih kantong celananya mengambil benda pipih itu dan menghubungi tuannya atas printah nona muda


-Panggilan terhubung Tia menjauh kan dirinya dari semua orang


hallo yah


^^^Iya sayang^^^


ayah kenapa nyuruh bodyguard untuk ngawasi Tia yah


^^^Demi keselamatan kamu Tia^^^


Tia udah gedek yah, Tia bisa jaga diri sendiri


^^^nggk, nurut printah ayah, atau pulang, nggk usah ikut acara itu^^^


ayah, kenapa sih selalu kayak gini, Tia cape yah, dengan aturan ayah semena-mena gini tanpa persetujuan Tia


^^^tidak ada penolakan lagi, ayah sibuk^^^


tut,


tut


tut


panggilan pun berakhir


air mata Tia menetes, ia cepet-cepet menghapusnya agar tidak di ketahui orang-orang


"pak ini," mengembalikan hanphone itu pada bodyguard


"pak, Tia boleh minta sesuatu"


"iya non," jawab pak Doko


"bapak dan teman-teman bapak boleh ada di sini tapi tolong jangan ada di depan tenda Tia, Tia kurang nyaman pak" ucap Tia pelan


"tapi non," jawabnya lagi


"Tia cape pak, Tia juga manusia, bukan robot" jawab Tia bergetar


mereka bertiga saling bertatapan melihat keadaan nonanya seperti ini mereka mengalah, dan agak menjauh dari tenda Tia, namun tidak di pungkiri Tia tidak akan lepas dari pengawasan mereka


"makasih pak" ucap Tia kepada ketiga bodyguard nya


orang-orang yang di sana menatap aneh, ada yang iri, ada yang kasian, ada juga yang jengkel


loli menepuk pundak Tia


"Tia" panggil loli


Tia menatap loli seolah bertanya, "kenapa aku hidup seperti ini, semua harus ikut peraturan dari ayahku"


"Tia semua orang udah punya porsi hidup masing-masing, kamu yang sabar ya" ucap loli

__ADS_1


Tia mengangguk mengiyakan ucapan loli


"apa sih lebay banget, gitu aja harus ada bodyguard" ucap citra kakak tingkat Tia


Tia yang mendengar itu rasanya ingin meninju kepala kakak kelasnya itu, tapi dia menahannya karna menghargai orang tua seperti Citra, padahal hanya berbeda 1 tahun dari dirinya


sedangkan untuk regu laki-laki agak di pisahkan dari perempuan takutnya terjadi aneh-aneh


Tia kembali menghampiri tenda,


"kenapa Tia" tanya Zahra


"gpp "jawab Tia singkat


Zahra hanya mengangguk seolah sudah mengerti apa yang terjadi dengan teman kecilnya itu


Tia dan Zahra hanya berbeda beberapa hari kelahiran, bulan yang sama bahkan tahun yang sama, dari kecil mereka selalu bersama-sama, awalnya Tia menganggap Zahra adalah sahabat satu-satunya Tia tapi karna mereka berpisah kelas waktu SMP jadi Zahra sekarang memilih sahabat baru yang tak lain adalah Rahma dan Winda, Winda sendiri tidak satu sekolah yang sama saat ini, dia memilih sekolah SMA favorit, dia di terima karna kepintarannya, berbeda dengan Rahma dia pernah mendaftar sekolah yang hampir sama dengan Winda tapi karna ada masalah jadi dia memutuskan untuk bersekolah di SMA ini


"kalian tau, cara memasang kan tenda ini" tanya sari yang berkelompok sama dengan Tia


satu regu itu mengangkat bahu, menandakan tidak ada yang mengerti cara memasangnya


"Kak" panggil sari kepada Kevin


Kevin yang merasa di panggil langsung menghampiri regu itu, kebetulan ada Tia membuat Kevin tambah semangat


"iya ada apa, ada yang bisa kakak bantu" tanya Kevin


"banget kak" celetuk Ipani yang sedikit mengoles lipstik ke bibirnya


semua orang langsung menatap ipani, namun dia tidak peduli,


"apa, ada masalah" jawab Ipani yang sadar dirinya di lihat semua orang


mereka yang ada di sana menggelengkan kepala


"ya sudah," jawab Ipani meletakkan kembali lipstiknya di saku celananya


Kevin yang melihat tinggah Ipani hanya tertawa


padahal teman-teman perempuan Kevin melebihi Ipani, namun karna ketidak pedulian Kevin kepada mereka jadi Kevin tidak tau seperti apa sifat-sifat temannya


Kevin memanggil Gilang untuk membantu mereka, tidak mungkin hanya Kevin bukan!!


"eh ada Tia" ucap Gilang


Tia hanya tersenyum melihat tingkah konyol Gilang


sedang kan yang lain sibuk membenarkan semuanya dengan telaten,


kurang lebih 15 menit mereka mendirikan tenda


"sudah selesai" ucap Gilang


mereka disana berterima kasih kepada kedua kakak kelas yang membantu mereka, ntah apa nasib tenda mereka jika tidak di bantu Kevin dan Gilang


" ya sudah kami berdua kesana dulu, tendanya lumayan besar jadi kalian agak leluasa" ucap Kevin


"iya kak, makasih" jawab mereka kompak


"dah" pamit Gilang sesekali dia melirik Tia


setelah kepergian Gilang dan Kevin, mereka langsung memasukkan barang-barang dan membereskan semuanya,


selesai sudah


⭐⭐⭐⭐


tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore


kini mereka sudah selesai


"Li" panggil Tia


"iya"

__ADS_1


"kedepan yuk" ajak Tia


"ngapain"


"liat di depan, agak suntuk di dalam terus" ucap Tia


"ya udah ayok"


mereka berdua keluar meninggalkan yang lain yang masih tidur


mereka bergabung dengan regu yang lain,


"hai Tia " sapa Karin


"hai" jawab Tia


"boleh gabung nggk" ucap Tia


"boleh dong" jawab mereka kompak


tidak hanya perempuan laki-laki pun juga turut bergabung


"kita nyanyi yuk," ucap salah satu murid cowok yang sudah stand by dengan gitarnya


"ayok" jawab mereka kompak


gitar pun di petik mengeluarkan nada yang indah dan lembut, di ikuti suara siswa siswi


Dengarkanlah suara hati ini🎶


Suara hati yang ingin ku dendangkan🎶


Tak mampu untuk ku sampaikan🎶


Kan ku ungkapkan lewat laguku🎶


(*)


Berawal dari perkemahan ini🎶


Rasa itupun hadir dihatiku🎶


Menghiasi Relung sukmaku🎶


Cinta bersemi di bumi perkemahan🎶


Oh mungkinkan rasa cinta ini🎶


Akan abadi untuk selamanya🎶


Rasa ini semakin membelenggu🎶


Cinta lokasi di bumi perkemahan🎶


Reff


Akankah cintaku sebatas patok tenda🎶


Tenda terbongkar sayonara cinta🎶


Akankah cintaku sebatas patok tenda🎶


Tenda terbongkar sayonara cinta🎶


(Sebatas Patok Tenda' ini diciptakan dan dipopulerkan oleh L.O Band.)


....................


suara bergemuruh terdengar dari tepuk tangan semua orang, tidak terkecuali Tia


Tia sangat menghayati lagu itu, sedikit dia bernyanyi, karna dia kurang tau dan kurang mengerti, alunan musiknya membuat Tia ikut menggoyangkan pelan badannya,


Mutiara 👇🏻


__ADS_1


__ADS_2