
Tia tidak memperdulikan Kevin dan teman-teman nya, Tia hanya tersenyum dan hanya mengabaikan mereka, setelah kepergian Kevin dan yang lain Tia melanjutkan mencari batu untuk di isikan ke tas laki-laki yang sedari tadi membuat Tia kesal
"mana sih batunya ko nggk ada ya, kayaknya batunya sembunyi deh biar nggk aku masuk'in ke tas laki-laki bere**s*k itu, mungkin batunya juga nggk suka tuh Ama laki-laki itu, dasar batu aja nggk suka sama dia apa lagi manusia"gumam tia sambil tersenyum dan menahan tawa
tanpa tia sadari ada banyak orang yang melihat Tia dan memperhatikan gadis cantik itu, namun tia tidak memperdulikannya dia hanya fokus mencari batu untuk mengerjai laki-laki itu
"ah bodok lah kayaknya ini udh cukup deh" ucap tia
Tia kembali untuk menemui loli yang sedari tadi menjaga tasnya dan mengeluarkan buku-buku yang ada di dalam tas itu, kemudian Tia langsung menghampiri loli serta membawa kantong yang berisikan batu
"lama banget sih, ngapain di luar? nyari batu apa nyari jodoh" grutuk loli
"ish orang aku tadi hampir kepergok sama kak Kevin, terus syukurnya aku nyari alesan kalo aku lagi nyari barang aku yang ilang, kak Kevin juga percaya aja juga" gumam Tia sambil cengengesan
"kenapa nggk ngomong si ada kak Kevin, aku kan bisa keluar gitu biar liat kak Kevin" ucap loli tertawa dan tersenyum kecil
"ish apaan, udah ah sekarang kita fokus ke tas ini, malah jadi bahas kak Kevin"jadinya kan"gumam Tia yang sudah dari tadi mengisi tas laki-laki itu dengan batu,
"owh iya ya, ucap loli
Tia dan loli langsung mengisi tas itu hingga terisi penuh, tas laki-laki itu kecil hanya berisikan buku 2 buah saja dan hanya 1 pena, jadi walaupun Tia hanya mencari batu sedikit tas itu langsung terisi penuh,
Setelah menjalankan tugas mereka, tia dan loli keluar untuk mencari kantin di sekolah, Tia tidak merasakan sakit di pinggangnya, Tia tidak peduli soal sakit pinggangnya karna tia sudah merasa sudah membalaskan dendam kepada laki-laki yang membuat Tia marah dan kesel, jadi Tia sudah merasa lega dan tersenyum kecil, padahal Tia tidak tau kalo yang sudah Tia dan loli lakukan akan menjadi perang antara Tia dan laki-laki itu,
"loli kamu mau makan apa " tanya Tia
"terserah sih aku mah liat yang paling murah aja"ucap loli tertawa kecil
Tia hanya tersenyum dan menggandeng lengan loli dan menghampiri ibu kantin di sana, Tia melihat lihat kantin, tiba-tiba saja tia tertuju kepada satu orang laki-laki, iya dia adalah laki-laki yang tadi menabrak Tia dan menyebabkan Tia jengkel dengan sikapnya, Tia hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada laki-laki itu,
__ADS_1
kamu akan mendapatkan kejutan dari ku laki-laki bere**s*k" gumam Tia dalam hati, Tia melanjutkan mencari makanan apa yang bisa Tia dan loli makan
deg rasa campur aduk yang di rasakan laki-laki itu saat tia melambaikan tangan, laki-laki itu tidak mengerti apa yang di maksud oleh Tia
"siapa dia Ben" tanya Riki teman bendi
bendi hanya menggelengkan kepala dan bergumam"tauk, salah satu fans ku kalik"
Bendi William Prabudinistyo adalah putra ketiga dari pemilik SMA cipta karya, bendi sendiri mempunyai saudara laki-laki dan saudara perempuan, bendi sama dengan kakak-kakaknya dia terlahir menjadi putra yang sangat jenius, begitu juga dengan kakak-kakaknya, hanya sifat dan perilakunya saja yang berbeda, di balik kejeniusannya bendi sangat sering mendapat panggilan dari sekolah karna kenakalan dan sering membolos di jam pelajaran, bahkan bendi pernah sekali tidak naik kelas karna dia pernah berkelahi dengan Genk musuh bebuyutan nya dan teman-teman bendi yang mengakibatkan satu lawan mereka meninggal, padahal perkelahian itu tidak mengikut sertakan bendi, bendi adalah ketua Genk mereka jadi bendi hanya menyaksikannya saja, itu sebabnya bendi sangat di takuti di sekolah, dan sangat di sukai banyak wanita karna ketampanannya yang tidak jauh dari kakaknya yaitu Kevin William Prabudinistyo, mereka keturunan korea Indonesia dan sedikit ada keturunan amerika dari Kekek buyut mereka, Kevin dan bendi bersekolah di tempat yang sama, mereka berdua tidak pernah akur, ada perselisihan di antara mereka itu sebabnya mereka sering berkelahi karna ayah sering membanding-bandingkan mereka berdua, sedangkan kakak perempuan tertua mereka sedang melanjutkan pendidikan kuliah di negara sakura yaitu Jepang,
sementara itu loli bingung melihat menu "aduh semuanya mahal lagi, kenapa Tia malah ngajak aku makan di kantin sini ya, uang aku cuma cukup beli gorengan lagi" gumam loli dalam hati
Tia melihat loli yang sedang kebingungan, Tia bertanya kepada loli " makanan favorit kamu apa Li"
"aku, makanan favorit aku olahan daging sapi, aku sangat menyukainya, tapi karna jarang makan daging sapi jadi aku ganti sama tahu tempe aja karna mungkin mahal kali ya kata ibu ku, sedangkan ibu loli bekerja di toko pakaian tempat orang lain, gajinya mungkin bisa di bilang cukup untuk sehari-hari. itupun belum sepenuhnya cukup karna harus membayar kontrakan juga sedangkan ayah loli sendiri ntah kemana tidak di ketahui loli sampai sekarang dimana keberadaannya
"Owh daging ya, ya udah kita pesan daging panggang oke" gumam tia
namun tia tidak menghiraukan ucapan loli, Tia langsung memesan makanan dengan menu yang sudah di tunjuk oleh Tia, Tia langsung memberi menu kepada loli, loli pasrah karna tia tidak mau berteman dengan loli kalo loli nggk mau memesan disini Tia akan pergi dan meninggalkan loli dan tidak mau menegur loli lagi, loli hanya menunjuknya dengan ragu ragu
setelah itu Tia dan loli tertawa bersama sambil menyantap makanan, loli memilih daging sapi panggang dengan nasi dan Tia memilih sayuran dan ikan panggang yang di sukai Tia, Tia sangat tidak menyukai daging sapi, kambing, yang berbau daging kecuali daging ayam dan ikan, itupun pilihan yang sesuai dengan tia, Tia sama dengan ayah dan adik laki-laki nya yang sangat pemilih soal makanan, berbeda dengan ibu dan kakaknya wulan apapun mereka makan, kecuali kayu dan batu mungkin, ntahlah memang mungkin keluarga Tia sangat aneh tapi mereka sangat harmonis
" gimana ya reaksi laki-laki itu kalo seandainya dia tau kita ngerjain dia" gumam loli sambil bicara berbisik kepada tia
"udah biarin aja, itu balasan kalo mau main-main sama aku, itupun belum seberapa, jika di lihat dari prilaku dia ke aku tadi" gumamTia kesal
tiba-tiba saja ada 4 perempuan yang menghampiri Tia dan loli
"hai Tia apa kabar si lu, lu sekolah disini juga " ucap perempuan itu
__ADS_1
Tia dan loli kaget dan saling bertatapan,
"Owh iya gue baik, kirain tadi siapa eh malah lu zahra, iya gue sekolah disini, perasaan yang harus nanya kan gue, katanya lu nggk minat sekolah disini terus ko kamu malah sekolah disini? gumam tia
zahra hanya tersenyum malu dan mengalihkan pembicaraan
"ini siapa Tia" tanya zahra
"kenalin ini teman gue, dia juga alumni SMP tunas bangsa kelas 9d"gumam Tia
"Owh gitu ya, hai zahra melambaikan tangan ke loli dan ini kenalin juga temen-temen gue, ini rahma, ini via dan ini reni"
"hai aku mutiara panggil aja tia, dan ini temen aku loli" gumam Tia, selesai berbincang-bincang dan saling mengenal akhirnya tia dan yang lain berkumpul untuk makan bersama, makanan mereka bayar sendiri-sendiri kecuali Loli, Tia yang membayar nya
setelah itu kami berpisah dan Tia bersama loli menuju kelas
di perjalanan mereka mengobrol
"Tia mereka tadi alumni SMP tunas bangsa 9a kan""tanya loli
"iya, aku cuma deket sama zahra karna zahra temen aku dari kecil, sedangkan yang dua tadi temen aku dari SD dan yang satunya aku belum mengenalnya cuma yang aku tau dia murid yang sangat pintar" gumam tia
"kalo yang satunya itu aku tau, diakan emng terkenal pintarnya bahkan tiga tahun berturut-turut selama SMP dia juara umum di sekolah"ucap loli
"iya"jawab tia
"owh iya Tia, tadi Zahra temen kamu ko manggil kamu lu gue an, bukannya kamu biasa nya manggil orang-orang aku kamu, kenapa tadi kamu juga malah bales lu gue" tanya loli
Tia menarik nafas dan mengatakan"
__ADS_1
"aku tergantung orang lain, kalo dia A aku juga A kalau dia B Aku juga B, udah terlalu capek mau nurutin kemauan orang lain yang merasa dirinya benar, memang terkadang kita harus menjadi baik walaupun di jahat'i orang lain tapi kalo kita selalu baik malah kita di manfaat'i, baik boleh tapi jangan berlebihan karna kita nggk tau hati manusia itu seperti apa, kadang juga prilaku Manusia sekarang melebihi binatang dan aku baca dari salah satu buku di media sosial juga deh ini bunyinya "manusia hanya ingin di manusia kan tapi lupa cara memanusiakan manusia" gumam Tia yang sedikit jenuh dengan pertemanan dengan zahra tapi Tia selalu berpikir positif dan berpikir tidak terjadi apa-apa.
BERSAMBUNG...........